
...216π...
Ke dua nya melangkah kan kaki mereka untuk masuk ke dalam rumah besar, di mana pintu megah itu langsung terbuka.
Netra Raehan langsung silau dengan kemewahan saat pintu itu terbuka dengan seluruh nya, di mana tangan nya terus di tarik masuk ke dalam oleh Agara.
Seorang pelayan dengan setelah khas nya, langsung menyambut Agara dengan membungkuk kan tubuh nya memberi hormat.
"Selamat datang Tuan muda..." Seru nya dengan wajah ramah yang sangat sesuai dengan umur nya yang sudah menua, di mana Raehan bisa melihat uban putih ada di sela- sela rambut hitam tebal nya.
Agara hanya menatap datar para pria paruh baya yang tak lain adalah kepala pelayan di rumah ini.
Sang kepala pelayan mengejit saat melihat Agara tidak datang sendiri, melain kan ada seorang gadis kecil yang manis sedang bersama nya.
Bahkan tangan mereka saling menggenggam dengan erat.
Bukan kah anak dari majikan nya akan segera bertunangan dengan anak mentri, lalu kenapa anak majikan nya kini datang dengan membawa gadis mungil.?
Pikir sang kepala pelayan, dengan memperhati kan Raehan mulai dari ujung kaki hingga kepala.
Merasa di perhati kan dengan intens, Raehan sedikit risih karna tatapan sang kepala pelayan seperti melihat seorang gadis pinggir jalan yang kotor.
Meski Raehan tidak tahu apa pendapat sang kepala pelayan, namun ia paling tidak suka di tatap seperti itu.
"Alih kan pandangan mu...!" Sarkas tegas Agara yang langsung membuat sang kepala pelayan mengalih kan pandangan nya dari Raehan.
Agara tahu, jika gadis nya merasa risih dengan tatapan sang kepala pelayan, yang sangat ingin ia tendang.
Raehan menghela nafas nya, sungguh ternyata Agara sangat peka dengan apa yang membuat diri nya tidak nyaman.
"Maaf Tuan karna telah lancang..." Cicit sang kepala pelayan meminta maaf dengan gestur hormat.
"Tapi jika boleh tahu... Siapa gad---"
"Kau tidak di izin kan untuk tahu dan bertanya..." Sosor Agara memotong ucapan sang kepala pelayan yang menurut nya sudah sangat lancang.
Raehan mencubit ringan lengan Agara , dan menggeleng pelan saat Agara menoleh ke arah nya.
Mengisyarat kan jika Agara tidak boleh bersikap begitu dingin kepada orang yang lebih tua.
Namun Agara hanya menatap sekilas ke arah Raehan, tanpa memperdulikan tatapan tidak suka Raehan.
__ADS_1
"Kata kan di mana pria penjilat itu?" Tanya Agara dengan dingin, bahkan membuat sang kepala pelayan menghela nafas panjang, karna merasa sesak dengan sikap dingin Agara yang membuat atmosfer di sekeliling nya menjadi beku.
"Tuan besar ada di ruang kerja tuan... Apa perlu saya panggil kan.?" Jawab sang kepala pelayan, yang tentu mengerti siapa pria penjilat yang di maksud kan Agara.
"Tidak perlu pak.. Kami yang akan menghampiri Tuan besar ke ruang kerja nya..." Jawab Raehan dengan cepat, sebelum bibir Agara bergerak dan menyuara kan kata- kata kasar pada sang kepala pelayan.
Jujur Raehan sedikit kasihan melihat pria tua di hadapan nya, terus menerima dan mendengar ucapan kasar Agara. Di mana Agara tidak merespon larangan nya untuk tidak berbicara dengan kasar kepada orang yang lebih tua, meski dia hanya seorang pelayan sekali pun.
Karna Raehan paling benci dengan diskriminasi kedudukan. Di mana yang kaya di hormati dan yang miskin di sakiti.
Agara mengerjit kan dahi nya tidak setuju dengan apa yang di kata kan Raehan.
Kenapa tidak membiar kan pria penjilat itu yang menghampiri mereka.?
Batin Agara dengan memelototi Raehan, yang hanya di respon dengan senyuman.
"Baik lah Nona mari saya antar..." Seru sang kepala pelayan, merentang kan tangan nya mempersilah kan Agara dan Raehan, lalu memandu mereka menuju ruang kerja sang tuan.
Tepat di sebuah pintu dengan gaya klasik , sang pelayan berhenti, begitu pula dengan Raehan dan Agara.
Raehan meremas rok nya gugup, saat ia memandangi pintu yang sebentar lagi akan mempertemukan diri nya dengan ayah Agara.
"Ayo Rae demi kak Aga.. Kamu harus berani...." Batin Raehan menguat kan tekad nya, sekaligus menenang kan diri nya.
Di mana tangan mungil itu terasa berair.
Agara menunduk kan wajah nya tepat di telinga Raehan.
"Jangan takut ada aku di sini... Apa pun yang terjadi aku tidak akan membiar kan pria penjilat itu menyakiti mu..." Bisik Agara , lalu menegak kan kepala nya lagi.
Raehan menatap sekilas ke arah wajah tampan Agara, bersamaan dengan pintu bergaya klasik di depan nya langsung terbuka.
Sang kepala pelayan masuk terlebih dahulu, di ikuti oleh Raehan dan Agara.
Di mana di hadapan mereka seorang pria paruh baya namun lebih muda dari sang kepala pelayan, tengah berdiri sambil menatap berkas dengan begitu fokus di tangan nya.
Di mana sang pria yang di yakini Raehan adalah ayah Agara itu sedang memunggungi mereka.
Bahkan saking fokus nya pria itu dengan gawai nya, ia tidak menyadari jika ada yang masuk ke dalam ruangan.
Andai saja yang datang adalah penjahat, atau musuh nya. Maka ayah Agara pasti dengan mudah bisa di bacok dan di bunuh.
__ADS_1
Pikir Raehan dengan pikiran konyol di kepala nya. Bahkan ia sempat terkekeh geli dengan pikiran nya sendiri.
"Tuan besar...!" Panggil sang kepala pelayan dengan hormat lalu membungkuk kan tubuh nya lagi, persis seperti yang ia lakukan pada Agara tadi.
"Hmmm" Jawab Mr. Vinsion hanya dengan deheman.
"Ada yang ingin bertemu dengan Tuan..."
"Siapa ?. Kata kan jika aku sedang sibuk.. Minta dia untuk kembali lain kali... Aku tidak punya waktu untuk menerima tamu sekarang..."
Rahang Agara mengeras mendengar jawaban sang ayah durhaka.
Ingin rasa nya ia menghajar wajah yang sangat ia benci itu.
Bahkan Raehan bisa merasa kan genggaman tangan Agara pada tangan nya mengerat, di mana urat- urat Agara menonjol dengan jelas.
Raehan mengelus lembut lengan Agara, menenang kan emosi Agara yang tengah bergejolak dengan hebat. Di mana hal itu berhasil membuat Agara meredam sedikit amarah nya.
"Tuan muda..." Jawab sang pelayan , yang langsung membuat Mr. Vinsion menutup berkas di tangan nya, dengan bibir mencebik penuh kemenangan.
"Akhir nya bocah kurang ajar itu datang..." Seru nya tanpa tahu jika orang yang di hina ada di belakang punggung nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???