
...162โฃ...
Raehan melipat bibir nya dalam, lagi- lagi ia harus menelan pil kekecewaan jika cinta nya memang tak terbalas kan.
Mungkin selama ini, sikap manis Agara yang di tuju kan kepada nya hanya sebuah sikap biasa yang salah di arti kan.
Tapi ini bukan salah diri nya, tapi salah Agara yang memiliki wajah tampan memesona yang langsung berhasil mencuri hati nya dalam satu kali pandangan nya.
Memang seperti nya ia harus mengalah, karna ia tidak ingin membuat hidup Agara semakin suram dengan kehadiran nya, yang memang selama ini selalu di usir seperti lalat oleh pria tampan itu.
Seperti nya ia harus bersemedi selama tiga hari tiga malam, untuk menyembuh kan patah hati nya yang bahkan belum saja terajut harus terputus.
Sangat tragis tapi ini lah kenyataan, lagi pula apa yang di miliki diri nya.
Terlalu banyak kekurangan jika ia bersanding dengan Agara yang hampir sempurna.
Raehan terus hanyut dalam pikiran nya, kekecewaan benar- benar membuat mood dan gairah hidup nya hari ini menghilang.
Kenyataan memang selalu menyakit kan, terlalu pahit bahkan terlalu mengeri kan.
Namun apa lah daya nya, yang hanya memiliki cinta tak terbalas kan.
Srabbbb...
Ke dua mata Raehan langsung terbelalak kaget, bersamaan dengan jantung nya yang berhenti untuk berdetak.
Tiba- tiba tanpa ia sadari, Agara kini memeluk tubuh nya dengan erat, bahkan diri nya bisa merasakan hembusan nadas yang begitu menggelitik di area belakang leher nya.
Untuk sesaat, jiwa nya terangkat. Alias mati suri.
Agara memeluk erat tubuh mungil Raehan dalam pelukan nya.
Rasa nya begitu hangat, dengan aroma strawbery yang begitu manis yang memanja kan hidung nya.
Sangat nyaman bahkan rasa nya ia tidak ingin melepas kan tubuh ini.
Rasa hangat yang mengalir di tubuh nya, semakin menyingkir kan luka berkarat di dalam hati nya.
Tidak ada salah nya untuk mencoba bukan?.
Sampai kapan ia harus takut.?
Kata- kata Raehan yang begitu indah dan membuai , berhasil menyingkap tabir gelap yang selama ini menyelimuti hati Agara.
Agara sama sekali tidak menemukan celah kebohongan pada ke dua mata coklat gadis dalam pelukan nya.
Hingga raut wajah Raehan berubah lesu dan redup. Yang berhasil memukul hati nya dengan sangat keras.
Memberi sebuah kesempatan untuk gadis mungil ini tidak lah salah, meski ia sudah banyak menyebab kan ke dua mata coklat Raehan menangis tapi tetap saja Raehan bertahan untuk terus mengejar nya.
Gadis yang benar- benar kebal dan tahan banting.
Kali ini ia akan memilih kata hati nya, sudah cukup ia selalu mengutamakan akal dan tak menghirau kan kata hati nya.
"Aku akan menjadi kan mu tempat untuk segala nya...." Lirih Agara dengan berbisik tepat di telinga Raehan yang langsung memerah.
Blush...
__ADS_1
Deg...
Deg..
Deg...
Aku akan menjadi kan mu tempat untuk segala nya...
Aku akan menjadi kan mu tempat untuk segala nya....
Aku akn menjadi kan mu tempat untuk segala nya...
Kata- kata serak penuh arti itu, terus tergiang - giang di sekitar Raehan.
Apa benar yang ia dengar?
Apa itu arti nya diri nya dan Agara akan pacaran?
Apa ini sebuah kenyataan atau hanya mimpi karna diri nya yang sedang kecewa.?
Siapa pun, bantu diri nya , pukul diri nya dengan keras, atau jatuh kan sebuah bom di hadapan nya. Pekik Raehan yang masih mematung tanpa bernafas.
"Apa kamu mendengar ku?" Cicit Agara yang tidak merasa kan pergerakan apa pun dari Raehan.
Bahkan ia merasa Raehan sama sekali tidak bernafas.
Agara mengerjit di mana kening nya semakin berkerut.
Dengan perlahan, ia mengurai pelukan nya pada Raehan.
Bagaimana tidak, saat ini Raehan hanya mematung dengan wajah pucat pasi, dan hidung nya bahkan sampai mengeluar kan darah.
Melihat hal itu, Agara berubah panik.
"Rae.. Kamu baik- baik saja....?" Ujar Agara khawatir dengan mengguncang tubuh Raehan.
Ke dua mata Raehan kembali semakin melebar, belum selesai keterkejutan diri nya dengan perkataan Agara. Pria di depan nya semakin membuat nya kaget dengan memanggil nama nya, yang selama ini Agara akan selalu memanggil diri nya gadis sial.
Hidung Raehan semakin mimisan, dengan suhu tubuh yang mencapai level tertinggi.
Memang terlihat konyol dan lebay, tapi seperti nya tubuh nya tidak mampu menahan kebahagian besar ini hingga hidung nya sampai mimisan seperti ini.
"Ya.. Ampun... Ya .. Ampun.. Tolong aku... Siapa pun... Henti kan hidung lebay ini untuk mimisan, jika tidak pangeran ku akan mengira aku penyakitan... Hua...." Ringgis Raehan dengan seluruh tubuh yang tak bisa di gerak kan. Seperti nya seluruh tubuh nya saat ini mengalami serangan lumpuh sementara.
...----------------...
Di sisi lain, Fir dan Miya terlihat duduk santai dengan tangan memegang snack di tangan nya. Sementara tangan yang lain nya memasuk kan makanan ringan tersebut ke dalam mulut nya.
"Mi..." Panggil Fir.
"Hmmm..." Jawab Miya dengan sebuah deheman, sementara mulut nya terus mengunyah snack nya yang terasa menggoyang kan lidah nya, alias sangat enak.
"Kira- kira seleksi Raehan sudah selesai belum ya...?" Wajah Fir berubah sedikit cemas.
Ia yakin sahabat kecil nya itu pintar, tapi yang jadi masalah nya siswa lain yang tidak mengikuti seleksi itu tidak di perboleh kan untuk berkeliaran di sekitar aula. Meski hanya sekedar untuk menjadi suportor.
Raehan pasti sedang cemberut karna kesusahan menjawab soal- soal itu.
__ADS_1
Sahabat nya itu membutuh kan suport dari diri nya.
Tapi lihat lah para anggota osis yang sangat menyebal kan itu, membuat peraturan tidak jelas seperti itu.
Fir menatap ke arah Miya, yang masih asik mengunyah makanan nya.
Bibir Fir berkedut, Miya benar- benar sangat menyebal kan. Pekik Fir melihat tingkah santai Miya yang tidak mencemas kan Raehan.
Srak...
Dengan cepat Fir merampas cemilan snak yang ada di tangan Miya, menyisa kan tatapan tidak bersahabat dari Miya.
"Kenapa merampas makanan ku?.. Kamu ini sangat serakah... Kembali kan...!!!" Geram Miya kini menampil kan taring kesal.
Ingin rasa nya saat ini ia memenggal kepala Fir karna sudah berani menganggu diri nya.
"Kamu ini bukan nya menjawab pertanyaan ku yang mencemas kan Raehan.. Malah asik makan kayak gitu...!" Gertak Fir tak kalah kesal.
Miya memutar bola mata nya jengah.
"Kamu ini sahabat macam apa si, ngak percayaan banget sama Raehan.. Raehan itu pintar ngak kek kamu bodoh bin tolol..." Ejek Miya dengan memasang bibir jelek.
"Kamu bukan sahabat yang baik,, sahabat nya lagi mutar otak buat jawab tes.. Malah kamu enak- enakan mak---"
"Hai gaess.. Lihat peri imut ngak? eh maksud nya Raehan..." Seru suara bariton yang langsung menghenti kan perdebatan ke dua nya.
...----------------...
...****************...
Holla...
Gaes author benar- benar butuh suport sistem dari kalian...
Ayo donk dukung othor dengan kasi vote or gift dan juga like serta koment...
Tega kah kalian pada author yang imut ini๐๐ญ
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1