Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Lulus


__ADS_3

...193โฃ...


"Memang nya kamu siapa yang bisa memutus kan peserta yang lain nya lulus atau tidak?" Sarkas suara yang begitu tegas dan tajam yang berasal dari seorang gadis berkaca mata, dengan wajah tegas dan dingin.


Di mana kini objek perhatian langsung tertuju pada nya yang berjalan mendekat ke arah Lessia dan Raehan.


"Jessi...!" Lirih Fir yang langsung memucat dan membeku di tempat.


Jantung Fir langsung berdetak dua kali lipat saat Jessi berjalan melewati nya.


Di mana ke dua mata Fir langsung terpejam saat mencium aroma shampo dari rambut Jessi yang benar- benar menggelitik hidung nya.


Sangat harum dengan aroma mint greenty.


Raehan menelisik kehadiran gadis yang sama sekali tidak di kenal nya.


Tapi Raehan sedikit bergidik ngeri melihat ekspresi tajam yang menghunus ke arah Lessia.


Sementara Lessia menekuk sedikit wajah nya karna merasa terintimidasi dengan Jessi.


Ia tentu tahu siapa gadis ini, karna saat ia membujuk anggota osis untuk memasuk kan nya ke dalam seleksi, gadis dengan wajah datar ini ada di tempat itu.


"Maaf hanya saja, nama gadis pendek ini benar- benar tidak ada di dalam papan pengumuman..." Cicit Lessia dengan suara sedikit takut, namun berusaha untuk di sembunyi kan.


Raehan mengerjit bingung melihat sikap aneh Lessia yang seperti nya takut dengan gadis ini. Batin Raehan yang hanya diam memperhati kan.


Jessi memutar bola mata nya jengah, ia paling tidak suka dengan keributan.


Tapi setiap ia bertemu dengan sang model yang sangat di idola kan di sekolah ini. Pasti selalu pertengkaran yang menyertai nya.


Ia yakin pasti Lessia adalah tipe cewek yang suka berkelahi.


Jessi melangkah dengan santai ke arah mading, lalu membuka sebuah amplop kecil yang tertempel dengan rapi di samping kertas pengumuman.


"Yang lolos dalam seleksi tulis sebanyak dua puluh satu orang... Sedang kan yang tertulis nama nya di papan pengumuman sebanyak dua puluh orang... Itu arti nya tinggal satu peserta yang lolos. Dalam amplop ini adalah nama peserta yang mencapai nilai sempurna dan tentu saja sudah pasti lulus... Jadi kalau kalian melihat kertas pengumuman tolong baca keterangan yang ada... " Jessi menunjuk ke arah tulisan hitam tebal yang ada di atas nama- nama peserta yang lulus.


"Dan di dalam kertas ini ada nama peserta yang lulus dengan nilai sempurna..." Jessi membuka kertas yang sebelum nya sudah dia keluar kan dari amplop.


"Peserta dengan nilai terbaik dalam seleksi osis tahun ini adalah Raehan Angelina. Dengan Nilai seratus...." Ucap Jessi dengan lantang membaca kan isi kertas tersebut, yang langsung membuat semua orang kaget dengan isi kertas tersebut.


Mereka sebelum nya mengira jika yang mendapat nilai paling tinggi adalah Lessia, karna nama Lessia tercantum pada urutan teratas dengan nilai yang tinggi.


Tapi mereka tidak mengira jika bintang sebenar nya adalah Raehan. Sang idola cilik yang baru saja terkenal beberapa hari yang lalu.


"Astaga kita sudah salah memuji orang... Ternyata Nilai Raehan jauh lebih tinggi dari Lessia..."

__ADS_1


"Aku sudah tahu jika idola ku pasti akan menang.. Dan ratu keimutan tidak pernah mengecewakan para penggemar nya..."


"Ini salah kita... Kita tidak membawa petunjuk pengumuman hingga salah memuji orang..."


Rahang Lessia mengeras, dengan wajah memerah padam.


Ke dua tangan nya mengepal menahan amarah. Apa lagi saat mendengar bisikan- bisikan murid yang sedang membicara kan diri nya.


"Sial.. gadis bermuka tembok ini benar- benar menghancur kan reputasi ku... Dia sama saja dengan Raehan menyebal kan dan hanya rongsokan..." Umpat Lessia menatap penuh benci ke arah Jessi yang hanya memasang wajah datar mendapat tatapan benci dari Lessia.


Klep...


"Kok sekarang diam.. Tadi mulut mu mencicit sombong...." Fir menjentik kan jari nya di depan wajah Lessia yang semakin membuat Lessia marah, namun ia hanya bisa menahan nya karna ia tidak mungkin mengamuk di depan semua orang. Bisa- bisa hancur popularitas yang ia miliki.


"Lihat saja nanti... Kamu akan mendapat kan kejutan yang pasti nya akan membuat mu hancur..." Seru Lessia ke pada Raehan yang hanya memasang senyum miring, melihat ekspresi amarah Lessia.


Dan sekarang Lessia malah mengancam diri nya.


Sebenci itu kah Lessia pada diri nya?.


"Aku menunggu nya dengan senang hati..." Sambut Raehan dengan menantang.


Lessia mendengus kasar, menghentak kan kaki nya keras lalu berlalu meninggal kan tempat yang sudah membuat nya malu.


Setelah kepergian Lessia, para murid mulai mengerumuni Raehan untuk mengucap kan selamat.


Sementara Fir mengedar kan pandangan nya, mencari keberadaan Jessi yang sudah melangkah untuk pergi.


Ia tidak boleh menyia- nyia kan kesempatan ini, pekik Fir yang langsung mengejar langkah Jessi.


"Kak Jessi...!" Panggil Fir yang langsung membuat langkah kaki Jessi berhenti.


"Kenapa ?" Tanya Jessi datar, dengan tatapan tajam seperti menusuk tubuh Fir.


Fir menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Bodoh.


Ia memanggil Jessi tapi ia tidak tahu harus mengata kan apa.


Ia tidak memiliki kepentingan dengan Jessi.


Tapi entah tubuh nya berinisiatif untuk memanggil gadis yang kini menatap nya dengan datar.


"Hmmmm.... Perkenal kan nama ku Fir..." Cicit Fir dengan kaku, sembari menampil kan gigi nya yang berderet.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan nama mu... Jika kamu memanggil ku hanya untuk memberi tahu nama mu... Seperti nya kau salah orang..." Sinis Jessi di mana hati Fir langsung retak karna di hujam kata - kata pedas dari mulut Jessi.


"Gadis judes...!" Pekik Fir membatin dengan wajah sembraut yang berusaha untuk di kondisi kan.


"Maaf kak... Tapi aku cuma mau bilang terimakasih karna membela sahabat ku..." Ujar Fir kini menumbal kan Raehan, supaya ia tidak terlihat konyol.


Karna saat ini kepala nya blank berhadapan dengan Jessi yang dingin, bahkan atmosfer di sekitar nya terasa membeku.


"Ck... Tidak usah berterimakasih.. Ini memang tugas ku untuk menghenti kan dua kubu yang sedang bertengkar... Dan kau seharus nya malu karna diri mu tidak bisa melindungi sahabat mu sendiri, padahal kamu seorang pria..." Jessi mendelik menatap Fir rendah.


Wajah Fir langsung berubah pias, lagi- lagi ia di hantam oleh kata pahit Jessi.


Seharus nya ia tidak mengobrol dengan gadis bermulut pahit seperti Jessi.


Di mana yang keluar dari mulut nya hanya kepahitan.


"Kau tersinggung ? Bagus lah... Kau harus sadar... Dan jangan pernah memanggil ku jika tidak ada keperluan. Karna waktu ku sangat berharga untuk meladeni orang seperti mu.. Ngak jelas..." Lanjut Jessi dengan kalimat yang tak kalah pahit, sebelum melenggang pergi meninggal kan Fir.


Raehan melihat ke arah Fir yang sedang berbicara dengan gadis yang sudah membantu nya, Raehan segera mendekat ke arah sahabat nya saat gadis itu sudah pergi.


"Woaahhh ternyata ada kemajuan ya Fir. Aku tahu kamu menyukai gadis itu bukan...?" Ujar Raehan dengan nada menggoda Fir sambil menepuk bahu Fir yang hanya diam dengan wajah di tekuk ke dalam, karna kesal dan merasa tersinggung dengan semua perkataan pahit Jessi.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2