
...218π...
"Yah, Momsy selalu khawatir pada ku.. Dia sangat cerewet, tapi aku tidak suka saat dia marah karna gendang telinga ku pasti akan pecah... Aku sangat bersyukur karna terlahir di tengah- tengah keluarga ku.. Di mana kita semua saling merentang kan tangan untuk selalu bersama..." Tiba- tiba saja Raehan merindu kan kebersamaan diri nya dengan keluarga nya yang kini jauh dari nya.
"Cerita kan bagaimana rasa nya hidup di tengah- tengah keluarga mu.?" Agara sedikit penasaran dengan kehidupan Raehan.
Seorang gadis mungil yang selalu ceria dengan kegigihan dan kekeras kepalaan tingkat langit.
Raehan menyungging kan senyum nya, di mana bayangan wajah Popsy , Momsy dan juga adik laknat nya Leon terbayang di pelupuk mata nya.
Rasa nya sudah sangat lama mereka tidak bertemu.
"Aku lahir di desa.. Desa Angsoyan.. Keluarga ku begitu sederhana jauh dari kata kaya.. Ekonomi kami pun hanya secukup nya saja.. Tapi semua nya terasa baik- baik saja, karna popsy selalu memeluk kami dengan pelukan kehangatan..." Ke dua sudut mata Raehan mulai memanas. Membicara kan tentang keluarga nya benar- benar membuat nya merindu kan mereka semua.
Agara semakin memasang indra pendengaran nya dengan seksama. Rasa nya hati nya menghangat saat mendengar cerita Raehan.
Cerita tentang keluarga yang hangat, yang mungkin tidak bisa ia rasa kan dalam kehidupan nya ini.
"Kata Momsy saat dia hamil diri ku, dia sering sekali berteriak- teriak, mungkin itu lah sebab nya aku menjadi secerewet ini.. He.. He..." Raehan tertawa sejenak, saat mengingat gaya sang Momsy mencerita kan masa kecil nya.
Agara mengurai pelukan nya, melepas kan tubuh Raehan, lalu meraih tangan Raehan dan mengecup punggung tangan putih itu.
Raehan tersenyum dengan ulah Agara, kekasih nya benar- benar manis.
"Aku tidak bisa membayang kan masa kecil mu yang pasti nya sangat bahagia.. Tidak seperti ku, yang hanya bisa melihat dalam duka kebahagian anak lain.. Kau tahu masa kecil ku benar- benar kelam.. Tidak ada sekali pun moment yang melekat dalam ingatan ku.. Aku hanya ingat jika masa kecil ku di habis kan dengan bermain bersama sebuah mainan robot.." Senyum Agara kecut, lalu mengusap sudut mata nya yang mulai berair.
Mengingat ke belakang, di mana masa kecil nya yang suram membuat Agara sedih. Namun ia sedikit heran.
Biasa nya saat ia mengingat kenangan masa kecil nya pasti dada nya akan sesak dan trauma nya akan kambuh.
Namun sekarang, ia hanya merasa sedih namun trauma dan dada nya tidak terasa sesak.
Raehan sedikit merasa bersalah, saat mencerita kan tentang keluarga nya pada Agara.
Pasti Agara merasa sedih, karna ia tahu jika masa kecil Agara sangat sulit dan berbeda dengan diri nya.
Di saat tangan kecil nya di genggam erat oleh sang ayah, Agara hanya bisa menggenggam mainan nya.
__ADS_1
Di saat bangun tidur di pagi hari, sang ibu menyuapi diri nya sarapan, Agara hanya bisa menyuapi diri nya sendiri.
Pasti rasa nya sangat sulit, tapi Raehan tahu jika semua yang terjadi memiliki sebuah hikmah di balik hal itu.
Salah satu nya, Agara menjadi lebih mandiri.
Tapi tunggu diri nya belum tahu bagaimana Agara bisa bertahan hidup sampai detik ini.
Bukan kah Agara masih sekolah, bahkan sekolah di tempat yang elit, lalu dari mana biaya besar itu kekasih nya dapat kan.
Raehan menangkup wajah Agara, membelai pipi hangat Agara yang langsung memejam kan mata nya menikmati belaian Raehan.
"Jangan menyalah kan masa kecil mu.. Semua nya sudah di atur, bahkan aku merasa diri mu adalah sosok yang kuat bahkan kamu bisa melewati masa sulit itu sampai detik ini... Mungkin masa kecil kak Aga tidak indah.. Maka buat lah masa kini mu penuh dengan cinta dan kebahagian..." Ucap Raehan menghibur Agara.
Sudut bibir Agara terangkat , di mana tangan nya menyentuh tangan Raehan yang ada di pipi nya.
"Kau benar.. Dan kebahagian ku saat ini adalah diri mu...."
Wajah Raehan langsung merona, semakin merah di terpa dengan cahaya senja jingga yang menerobos masuk dari celah jendela.
"Aku sedikit penasaran dengan kehidupan kak Aga.. Aku sudah mencerita kan tentang kehidupan ku.. Sekarang cerita kan bagaimana kak Aga bisa bertahan sampai detik ini? Aku yakin jika kak Aga tidak akan mau menerima biaya sepeser pun dari Mr. Vinsion. Atau kak Aga di biayai oleh ibu kak Aga?"
Apa yang di pikir kan oleh Raehan semua salah, ia sama sekali tidak menerima biaya hidup dari siapa pun.
"Ibu? aku juga di telantar kan oleh wanita yang di nama kan ibu..." Agara menjeda kalimat nya.
Raehan menggigit bibir bawah nya, merasa tidak enak dengan pertanyaan nya.
Apa ia sudah menanyakan hal yang salah?
Atau ia sudah mengorek luka lama Agara.?
Ahh, rasa nya ia tidak enak hati.
"Jangan memasang wajah tidak enak.. Kamu adalah kekasih ku, jadi kamu juga berhak tahu kehidupan ku..." Seru Agara melihat ekspresi wajah kecut Raehan.
"Aku bertahan sampai sebesar ini, karna kerja keras ku sendiri.. Dulu saat aku masih kecil, aku punya seorang pengasuh.. Dia selalu menemani ku, mulai dari mengantar ku sekolah dan menjemput ku. Saat aku melihat ke dua orang tua ku yang selalu sering bertengkar.. Entah pikiran dari mana hingga aku mengikuti sebuah foto model di sebuah iklan baju anak... Insting untuk mencari uang dan mengaman kan masa depan tiba- tiba saja muncul di kepala ku.. Dan yah, kau tahu kan jika pacar mu ini tampan jadi aku langsung di terima menjadi model untuk baju anak... Yah begitu lah aku mulai menabung sejak usia itu..." Jelas Agara dengan memasang mimik jika ia baik- baik saja.
__ADS_1
Raehan benar- benar kagum dengan pribadi Agara, yang masih sangat kecil tapi sudah menuntut diri untuk bekerja.
"Kak Aga sangat mandiri... Aku salut sekali.." Cicit Raehan dengan wajah gemas.
"Untuk itu kau tidak perlu khawatir jika hidup bersama ku.. Karna aku bisa menghadapi situasi sesulit apa pun.. Asal kan ada kamu di sisi ku pasti semua nya bisa terlewati.. Tetap lah berada di sisi ku Rae..!"
Wajah Raehan semakin memerah, astaga cinta pertama nya terasa sangat indah. Bahkan Agara meminta diri nya untuk tetap di sisi nya.
"Apa ini bukan sekedar cinta monyet ?"
Cletak..
"Auuuu..." Ringgis Raehan saat kening nya mendapat sentilan dari tangan Agara.
"Apa kamu pikir aku monyet.. ?" Dengus Agara.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???