Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Informasi Anet..


__ADS_3

...11...


"Woiii... Ngelamunin apa...??" Sentak Anet yang tiba- tiba menyenggol bahu Raehan.


"Eee... Setan... Tan.. Tan..." Ujar Raehan gelagapan karna terkejut, dengan kehadiran Anet.


Jantung nya rasa nya tercopot dari gantungan dada nya. Karna Anet.


"Gila kamu ya bilang aku setan..." Gerutu Anet dengan melipat tangan nya di depan dada.


"Lagian siapa suruh... Kak Anet tiba- tiba ngagetin aku.. Untung aja jantung ku ngak copot... Bisa- bisa aku mati kaget.. " Cecar Raehan, kembali mengambil ember yang sempat ia jatuh kan tanpa sadar. Karna tenggelam dalam pesona pria tadi.


Hati nya masih sangat kesal, meski sudah sangat dekat dengan pria pujaan nya. Tapi ia tidak bisa mendapatkan apa- apa.


Jangan kan Nomer ponsel nya. Bahkan pria itu tidak mau menyebut nama nya.


"Hehe...." Cengir Anet mendengar ucapan Raehan, lalu mengekor di belakang gadis pendek itu.


Bagi nya sifat Raehan sangat menyenang kan. Ia adalah gadis baik, pemberani , pintar dan juga humble. Dia bisa berteman dengan mudah. Pikir Anet.


Raehan dan Anet mengisi air ke dalam ember. Sebelum Raehan ankat bicara, menanyakan sesuatu yang mengusik pikiran nya.


"Apa aku tanya pada kak Anet ya.. Siapa tahu dia tahu tentang kakak tampan itu... Ingat Rae, lebih baik bertanya dari pada sesat di jalan..." Batin Raehan dengan cengiran di bibir nya.


Ia sungguh merasa lucu saat ini. Bagaimana seorang Raehan mencari tahu tentang seorang pria. Selama hidup nya ia tidak pernah melakukan hal ini.


Pasti diri nya sudah gila sekarang. Karna kakak tingkat nya yang memiliki wajah tampan nan sempurna itu. Pikir Raehan dengan senyum sumringah, yang tak pernah luput dari bibir pich nya.


"Kak Anet...!" Panggil Raehan.


"Iya..." Jawab Anet, yang fokus dengan mengisi air di ember nya.


"Apa kakak kenal dengan pria tampan tadi?" Tanya Raehan ragu. Entah apa yang akan di pikir kan Anet sekarang. Pikir nya.


Anet mengalihkan pandangan nya. Memandang Raehan yang tersenyum kaku.


"Hmmm lebih baik kamu menjauh dari nya..." Saran Anet dengan serius.


Raehan mengerut kan alis nya dalam, hingga ke dua alis nya hampir menyatu.


"Memang nya kenapa kak?" Tanya Raehan bingung.


"Agara itu adalah siswa yang paling tertutup Rae... Jika ada yang mengganggu nya dia bisa jadi monster... Jika dia marah dia tidak mandang bulu Rae.. Mau cewek atau pun cowok dia ngak akan sungkan buat hajar mereka...


Tapi, Agara cowok paling populer di sekolah ini. Dia juluki siswa paling tampan..


Tapi di balik ketampanan nya itu, dia itu cowok yang dingin... Yah kalo di sebut introvert..." Jelas Anet panjang lebar, sesekali mengendik kan bahu nya ngeri. Saat bayangan Agara masuk dalam memori otak nya.


"Ohhh... Jadi namanya Agara... Kak Aga... Uuuuhhh namanya manis banget... Ya ampun..." Batin Raehan yang semakin tersenyum bahagia.

__ADS_1


Rasanya ada ribuan kupu- kupu yang menggelitik perut nya saat ini. Bahkan jantung nya berdebar kencang hanya dengan mendengar namanya.


"Rae ,, kok wajah kamu merah.. Kamu sakit ya...??" Cecar Anet, menyentuh kening Raehan dengan punggung tangan nya.


"Ngak panas..." Lirih nya lagi, saat tangan nya tidak merasakan kenaikan suhu pada kening Raehan.


"Aaahhh kak Anet apaan sih..." Tepis Raehan dengan memalingkan wajah nya.


"Ni wajah bisa ngak sih ngak merah. Malu- maluin aja..." Batin Raehan dengan merutuki diri sendiri.


"Kok kakak bisa tahu si tentang Kak Aga?" selidik Raehan lagi.


Ia harus mengumpulkan semua informasi tentang pria idaman nya itu. Tidak ada yang boleh terlewatkan, bahkan hal terkecil sekalipun.


"Tahu lah... Orang dia kordinator Husos di osis..."


"Woah... Dia ternyata ikut osis juga ya..." Ujar Raehan dengan antusias. Bahkan tangan nya bertepuk tangan.


"Tapi kok kak Aga ngak pernah gabung ya sama osis... Aku ngak pernah ngeliat dia kemarin- kemarin..?"


Anet memicing kan mata nya. Ia sedikit heran dengan Raehan yang sejak tadi menanyakan Agara terus.


"Dia itu ngak suka keramaian... Dia lebih suka menyendiri gitu... Dia masuk osis buat jadi penarik siswa cewek biar mau masuk osis.. Kalau kata lainya.. dia itu jadi magnet daya tarik gitu..


Tapi.. Kok kamu nanyain dia terus dari tadi... Jangan- jangan kamu suka ya sama dia???" Tebak Anet dengan senyum jahil nya.


Wajah Raehan semakin di buat memerah dengan pertanyaan Anet.


Raehan terkekeh kecil, merespon pertanyaan Anet. Ia ini seorang gadis, ia juga malu untuk memberi tahu perasaan nya pada orang lain.


"Kalo nomer ponsel nya kakak punya?" Tanya Raehan lagi.


"Tidak... Nomer ponsel nya sangat rahasia... Yang punya hanya satu yang aku tahu..."


"Siapa- siapa..." Sosor Raehan dengan menggoyangkan bahu Anet kencang.


"Gak usah pake di goyang- goyang Rae... Aku juga bakal kasi tahu.. Sabar dikit napa..." Gerutu Anet.


"He..." Raehan terkekeh ringan. Sungguh ia refleks melakukan nya tadi. Pikirannya saat ini benar- benar sudah di kuasai oleh Agara.


"Yang punya nomer ponsel nya cuma Dion..." Lanjut Anet lagi. Dengan berdiri mengangkat ember yang sudah penuh.


"Kak Dion... Hmmm" Dengus Raehan putus asa saat mendengar nama pria yang sangat menyebalkan bagi nya.


"Apa kak Dion mau memberi ku nomer ponsel Kak Aga??.." Lirih Raehan bertanya pada diri nya sendiri. Dengan nada putus asa.


"Tapi, demi Kak Aga aku akan mencoba meminta nomer nya pada kak Dion..." Lirih Raehan lagi, dengan mengulas senyum semangat.


Ia tidak boleh putus asa, saat pintu terbuka bagi nya. Untuk mengenal Agara si cowok idaman bagi Raehan.

__ADS_1


"Rae... Ayo... Sampai kapan kamu mau terus jongkok di sana, nanti bisa- bisa kamu kecemplung ke dalam danau...!!" Panggil Anet yang sudah berjalan menjauh.


"Iya Kak.. Aku datang..." Timpal Raehan dengan mengangkat ember nya.


...----------------...


Setelah beberapa kali bolak- balik dari danau ke tangki air.


Akhir nya tangki ukuran 15 liter tersebut terisi penuh.


Anet dan Raehan duduk di depan teras salah satu kelas. Menselonjorkan kaki nya. Untuk merenggangkan otot.


Buliran- buliran keringat yang terbentuk di pelipis nya, dengan nafas nya yang belum teratur , menandakan mereka saat ini sangat lelah.


"Huh..." Anet menghembuskan nafas nya kasar, dengan menarik- narik kerah baju nya.


Sementara Raehan mengibas - ngibaskan tangan nya.


Mereka merasa gerah saat ini, di tambah cuaca yang sedikit panas.


Dari arah sebrang, Dion menatap dua gadis yang terlihat kelelahan akibat dari perintah nya.


Entah apa yang di pikirkan saat ini, tapi ada rasa kasihan yang tersirat di wajah nya.


Dion meraih dua botol minuman yang tersedia di atas meja. Membuat Nil yang tadi sibuk dengan ponsel nya, menoleh ke arah Dion.


"Dion Kamu mau kemana???" Tanya Nil hampir berteriak, ketika Dion melangkah pergi, meninggalkan diri nya.


Dion tidak menggubris pertanyaan Nil, ia terus melangkah menuju dua orang gadis yang ada di seberang.


Nil menatap kepergian Dion dengan bingung. Ia tidak pernah melihat Dion berjalan dengan terburu- buru seperti itu.


Hal itu membuat Nil, memperhatikan kemana langkah Dion terayun.


...----------------...


...****************...


# Husos \= Hubungan Sosial.


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.

__ADS_1


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


__ADS_2