Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Agara meet Dion 2.


__ADS_3

...98...


"Siapa diri mu hingga menyangkut paut kan semua nya dengan Gadis sial itu, siapa nama nya Raehan?. Apa hubungan mu dengan gadis itu...?" Tanya Agara dengan membabi buta bahkan kini mencengkram kerah baju Dion.


"Hubungan ku dengan Raehan tidak seberuntung diri mu Aga. Tapi satu hal yang kamu tahu hubungan ku dengan Raehan terjalin jauh sebelum dia mengenal diri mu... Satu hal juga yang harus kamu camkan jangan pernah menyakiti nya jika tidak--"


"Jika tidak kau akan apa?" Potong Agara dengan gemuruh marah bercampur rasa panas kini membakar seluruh tubuh nya.


"Jika tidak aku akan merampas nya dari mu... Aku akan membuat nya menjauh dari mu dan kamu tidak akan pernah bisa menggapai nya.."


Agara mendorong keras tubuh Dion, melepas kan cengkraman tangan nya pada kerah baju Dion.


Tubuh Dion sedikit terjunggkal dan hampir jatuh di atas meja kaca di belakang nya.


Tapi tubuh nya tidak seringan kapas, hingga hanya sekali dorongan pertahanan tubuh nya akan runtuh.


"Kalau begitu buat dia menjauh dari ku untuk selama nya,, aku lelah dengan sikap Gadis sial itu yang terus membuntuti ku dan menempel pada ku.. Dia seperti virus yang terus menatap ku dengan lapar..." Pekik Agara dengan perasaan yang tak karuan.


Antara ego, perasaan, serta harga tiri yang tinggi membuat diri nya tidak ingin Dion menganggap diri nya begitu menyukai kehadiran Raehan di sisi nya.


Tatapan Dion seakan mengatakan jika diri nya adalah pria lemah dan pantas untuk di kasihani. Dan hal itu membuat Agara membangun tembok tinggi untuk tidak membiar kan Dion menganggap diri menyukai Raehan.


Meski separuh hati nya sedikit merasakan beberapa sayatan belati yang mengiris- iris setiap jengkal hati nya ketika perkataan itu meluncur bebas dari mulut nya.


Dion menatap tidak percaya pada Agara. Ia bahkan menggeleng - geleng kan kepala tidak mengerti.


Apa Agara sedang membodohi diri nya?.


Terlihat jelas jika pria yang berdiri di depan nya memiliki perasaan dengan gadis yang ia sukai.


Tapi lihat lah Agara begitu keras menyangkal hal itu, bahkan mengatakan jika diri nya tidak mengingin kan Raehan.


Atau diri nya yang salah karna salah mengira jika tatapan Agara pada Raehan waktu itu adalah tatapan cinta ?.


Entah ia pun tidak tahu, tapi perkataan Agara sedikit membuat rasa patah hati Dion sedikit terjahit kembali. Hanya sedikit karna ia tidak berani untuk berharap yang pada akhir nya diri nya akan terluka.


Di satu sisi juga Dion merasa miris, bagaimana bisa gadis manis seperti Raehan menyukai dan memperjuang kan pria egois dan berkepala besar seperti Agara.


"Ck.. Dia memang gadis teraneh yang pernah aku temui.. Jika di banding kan dengan Agara sudah tentu aku lebih baik dari pria egois ini.. Tapi Gadis bodoh itu terus menempel dan mengejar nya..." Batin Dion menilai sikap Raehan yang terasa bodoh bagi nya.

__ADS_1


"Aku benar- benar tidak tahu, apa amarah ini hanya amarah diri mu yang tidak suka pada Raehan. Atau karna amarah cemburu terhadap diri ku..." Ujar Dion yang semakin memancing ardelin Agara.


"He.. he .. Cemburu? apa sekarang kamu juga sangat senang bermimpi seperti gadis sial itu...? Ckk... Dari tadi kamu hanya berkoar dan mengatakan omong kosong. Apa kamu menyukai gadis sial itu?" Tanya Agara dengan menampilkan ekspresi wajah yang sulit tertebak oleh Dion.


Jujur, saat ini Agara berharap jika Dion tidak memiliki perasaan apa pun pada Raehan. Setengah hati nya benar- benar tidak ingin mengetahui kenyataan itu.


"Yah, aku menyukai Raehan.. Aku mencintai nya melebihi cinta mu pada nya. Aku tidak tahu kamu sedang menyangkal perasaan mu atau ini adalah kebenaran. Tapi aku tidak ingin melihat Raehan sedih dan menangis. Dan kamu jangan coba- coba membuat nya bersedih Aga. Ini bukan ancaman tapi ini adalah janji ku... Raehan begitu menyukai mu.. Aku harap kamu tidak menyia- nyiakan perasaan tulus nya..."


Tangan Agara semakin mengepal dengan erat, bahkan buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.


Amarah nya terasa naik ke ubun- ubun dengan darah yang mendidih.


Ingin rasa nya saat ini Agara menghancur kan Dion hingga berkeping- keping.


Hati nya sakit dan tidak terima. Tapi ada rasa marah pada ujung hati nya pada Raehan. Karna gadis itu sudah berani membuat para pria memuja nya. Tapi hal itu tidak akan pernah terjadi pada diri nya.


"Kalau begitu bawa gadis itu bersama mu.. Aku tidak pernah menyukai nya meski hanya seujung kuku sekalipun.." Tekan Agara dengan kerongkongan yang terasa tercekat. Bahkan ke dua mata nya mulai berkaca- kaca.


"Tentu aku akan membawa nya. Di saat kamu menyakiti diri nya. Maka aku dengan senang hati akan membawa nya pergi dari mu.. Jangan pernah menyesal dengan apa yang kamu katakan Agara. Ingat lah ini aku berdiri di belakang Raehan untuk menjadi pelindung nya. Camkan itu..." Dion menyelesai kan ucapan nya. Lalu segera melenggos pergi dari hadapan Agara yang masih mematung diam dengan tangan mengepal erat.


"Aaaaaaaaaa.....!!!!" Teriak Agara keras. Hingga suara nya memantul di ruangan tersebut.


...----------------...


Dengan sekali terjang, Semua siswa dan siswi melangkah menuju kantin.


Berbeda dengan Raehan yang sedang menatap meja di depan nya.


Di atas meja nya kini, beberapa makanan ringan serta minuman bahkan bunga mawar juga ada di atas meja nya.


Siapa lagi jika bukan dari teman sekelas nya yang memberikan semua itu, bahkan murid dari kelas lain pun dengan berani mengirim kan hal itu kepada nya. Meski di dalam kelas masih ada guru yang mengajar. Namun hal itu tidak membuat mereka gentar.


Bahkan guru- guru yang mengajar hanya bisa menggeleng kan kepala nya pasrah. Yang di respon dengan cengiran ala kuda dari Raehan.


"Woahhh kayak nya mulai sekarang aku ngak perlu ngeluarin uang jajan lagi..." Seru Fir yang langsung menuntas kan kondisi sepi di dalam kelas. Sembari tangan nya mencapai beberapa makanan dan minuman.


"Ck..ck.. Ngak perlu di raguin lagi Rae kamu jadi terkenal dalam waktu singkat.. Hebat kamu Rae.. Enak ya punya penggemar jadi ngak perlu susah buat ke kantin udah di kasi di atas meja.. Ini mah aku bakal betah jadi manager kamu Rae..." Sahut Miya yang langsung mengunyah sebuah keripik.


"Emang ya kalian berdua.. Memanfaat kan aku untuk menjaga kantong duit kalian..." Cicit Raehan lesu.

__ADS_1


"Yee.. itu lah teman..." Jawab Fir tanpa berdosa.


"Ehh tapi kita cuma kecipratan kok Rae.. Kamu tetap yang paling di untung kan di sini.. Kamu ngak perlu repot- repot ngeluarin uang buat membeli makanan. Ini makanan bisa buat tiga hari ke depan lo... Jadi uang kamu bisa di tabung buat keperluan lain..." Jelas Miya bijak.


"Bener juga ya.. Nikmati ajalah ya.. Miya tumben bijak banget.. kek nya ketularan otak plus dari aku deh..." Balas Raehan dengan tersenyum lebar , bahkan kini diri nya ikut memakan makanan tersebut.


"Tapi ya Rae.. Ini adalah awal untuk membalas Lessia lo.. Sekarang kamu juga sama terkenal nya dengan dia di sekolah ini. Apa lagi Kiara sejak tadi udah kebakaran jenggot karna lihat kepopuleran kamu..." Ujar Fir dengan gaya bicara mengompori Raehan. Sembari melirik ke arah Kiara yang sedang menatap mereka tajam.


"Tapi kayak nya, aku hanya terkenal satu hari aja deh Fir.. Paling kalau murid- murid udah pada bosen lihat aku nanti juga pada menjauh..." Raehan.


"Udah ahhh.. Ngapaian mikirin hal begituan. Mending kita mikirin cara menghabis kan makanan ini nih..." Sela Miya dengan wajah antusias.


"Dasar perut karung. ...!!!" Tukas Raehan dan Fir bersamaan yang langsung membuat mereka tertawa bersamaan.


...----------------...


...****************...


Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2