
...136โฃ...
Netra Agara berhenti pada sebuah jepitan rambut dengan bentuk seperti angsa.
Tangan nya terulur mengambil jepitan tersebut dan menjepit kan nya pada rambut pendek Raehan.
"Seperti nya jepitan ini sangat manis jika kamu yang memakai nya..."
Deg....
Blush...
Wajah Raehan langsung merona, dengan ke dua pipi yang memerah bak tomat matang.
Astaga, jantung nya rasa nya terlempar ke luar bumi , dengan perlakuan Agara yang begitu manis.
Yah, meskipun saat mengatakan hal itu wajah nya tidak tersenyum atau pun berekspresi.
Tapi bagi Raehan, rasa nya saat ini ia di lambung kan ke langit begitu tinggi, lalu di rengkuh oleh malaikat tampan.
Oksigen lagi- lagi terasa begitu tipis di sekitar Raehan, membuat diri nya sedikit sesak karna rasa terkejut.
Agara membuang wajah nya, memaling kan wajah nya yang sudah bersemu merah seperti kepiting terbakar.
Apa yang diri nya lakukan? Pekik nya dalam hati.
Tangan sialan nya benar- benar tidak terkontrol tadi, bahkan pikiran nya tidak bekerja saat melihat jepitan indah di depan nya.
Lalu bibir lebar nya ini malah mengatakan hal lebay seperti itu.
Lihat lah sekarang wajah Raehan tersipu malu.
Pasti gadis ini akan semakin mengejar diri nya , karna menganggap diri nya juga menyukai gadis itu.
"Dasar bodoh..." Umpat Agara dalam hati pada diri nya.
Agara menarik lengan nya dari pelukan tangan Raehan.
Raehan yang masih melongo mencerna kejadian tadi hanya berdiri diam, tanpa menyadari kini Agara sudah menghilang dari hadapan nya.
Pikiran cinta nya melayang- layang dengan debaran jantung nya yang kian meningkat.
Ingin rasa nya ia bersorak dan berteriak, memberitahu kan pada seisi gedung jika Agara memberi kan nya sebuah jepitan rambut yang sangat indah, dan diri nya sangat bahagia.
Bugh...
Tubuh Raehan langsung terhuyung saat tubuh seseorang menyenggol bahu nya.
__ADS_1
Untung saja ia dengan sikap memegang pegangan rak toko di samping nya.
Hingga tubuh mungil nya tidak jatuh menyentuh lantai marmer di bawah nya.
Di toko ini juga tidak ada Kazuya si pria tampan yang bisa menangkap tubuh nya saat terjatuh.
Raehan langsung mengendikkan bahu nya, saat memikir kan pria dengan wajah jepang itu.
Lagi- lagi pikiran nya terbang menuju batas keanehan.
"Aduh.. Rae maaf aku tidak sengaja, lagian kamu kenapa melamun seperti itu..." Celetuk Lessia sembari memegang bahu Raehan.
"Waduh... Kak Aga kemana? Kok berubah jadi nenek sihir gini yah... Dasar bodoh, gara- gara jepitan ini aku kecolongan kelepasan kak Aga kan... Nih juga si nenek sihir pake acara nambrak... Tubuh ku kan ngak kecil- kecil banget, sampe ngak bisa di lihat..." Umpat Raehan dengan menatap Lessia kesal.
"Kamu ngak papa kan Rae.?.." Seru Lessia lagi dengan sandiwara gadis baik dan lugu nya, meski kini Agara sudah tidak ada di sekitar mereka.
Raehan menghempas tangan Lessia yang menyentuh bahu nya.
Lalu mengusap kasar bahu nya, seolah baru terkena kotoran yang menjijik kan.
"Kamu buta apa gimana sih, kira- kira ngak lihat tubuh segede gini.. Bilang aja kan sengaja..." Sungut Raehan dengan tatapan tidak suka dan bermusuhan.
"Aku sungguh tidak sengaja Rae, lagi pula aku sudah minta maaf kan.. Kenapa kamu berpikiran buruk seperti itu pada ku..." Ucap Lessia dengan kepala semakin menunduk dalam, menampil kan gaya gadis baik yang terzholimi.
"Rasa kan pembalasan ku gadis boncel..." Batin Lessia dengan smirk nya.
"Haduh... Kenapa kamu masih bersandiwara terus, kak Aga sudah tidak ada di sini.. Kenapa memasang wajah teraniaya seperti itu.. Menjijik kan..." Sarkas Raehan di ikuti oleh hinaan.
Tapi Raehan sedikit bingung, padahal di sekitar mereka tidak ada Agara tapi kenapa Lessia tetap memasang topeng sandiwara nya sebagai gadis baik- baik.
"Bersandiwara...? Apa maksud mu Rae.. Hiks... Hiks.. Hiks..." Lessia langsung melancar kan aksi nya dengan menumpah kan tangisan nya, Bahkan tangisan nya kini terdengar oleh orang- orang yang berada dalam toko. Yang langsung melempar tatapan mereka pada ke dua gadis yang sedang berdiri di hadapan mereka.
Di mana salah satu gadis itu sedang menangis sesenggukan, dan yang satu nya lagi melongo bingung.
"Apa- apa ini, kenapa nenek sihir ini pake acara nangis segala lagi, padahal kan aku ngak mukul dia...." Batin Raehan menatap Lessia dengan melotot.
"Hiks... Hiks... Rae kenapa kamu begitu kejam, aku hanya menabrak bahu mu tanpa sengaja , dan kamu langsung menghina ku dan bahkan mengatakan diri ku sedang bersandiwara..." Lanjut Lessia menggencarkan sandiwara nya yang semakin menjadi - jadi.
"Hah..."
Semua tatapan semua orang yang berada dalam toko semakin menajam.
Bahkan mereka menggeleng- geleng tidak percaya melihat seorang gadis kecil yang begitu angkuh dan arrogant.
"Ck..ck... apa kamu tidak bisa memaafkan gadis ini,,? dia kan sudah meminta maaf dan mengatakan jika dia tidak sengaja menyenggol bahu mu...!!!" Ujar salah satu wanita sosialita dengan umur berkisar tiga puluh dua tahun.
Wanita itu langsung mendekati Lessia dan mengusap punggung gadis itu yang menangis sesenggukan, dan berhasil mendapat simpati orang- orang yang berada dalam toko.
__ADS_1
Bahkan kini semua mata menatap Raehan dengan tatapan benci dan jijik.
Lessia memang aktris yang sangat hebat, bahkan dalam sekejap dia bisa meraih simpati semua orang.
Dasar gadis ular, nenek sihir, gadis topeng sialan. Pekik Raehan kesal dengan tangan mengepal dengan erat.
"Maaf Nyonya , tapi apa kamu percaya dengan gadis ular ini?. Ayo lah anda tidak begitu bodoh kan untuk percaya dengan sandiwara sampah nya ini..." Seru Raehan dengan tawa renyah, di mana tatapan semua orang semakin menusuk ke arah nya.
"Dasar gadis tidak punya sopan santun..." Sarkas seorang penjaga toko, yang langsung mendorong bahu Raehan.
"Sampai mengatai gadis ini gadis ular lagi.. Kamu tidak lihat dia sudah menangis sampai seperti itu, kenapa bisa gadis bar- bar dan tidak elegant seperti mu bisa masuk ke dalam mall besar ini..." Sarkas wanita yang lain nya, yang kini sudah menatap Raehan marah.
"Maaf nyonya, tapi di sini saya yang menjadi korban..." Jawab Raehan yang tidak terima dengan tuduhan ibu- ibu sosialita yang membela gadis ular dan licik seperti Lessia.
Demi apa pun, akting Lessia sudah mulai meracuni otak mereka.
"A-- Aku sungguh tidak sengaja Rae...Hiks.. Hiks..." Cicit Lessia terbata- bata karna tangis yang semakin menjadi- jadi.
"Kamu ini memang kejam ya, apa kamu tidak lihat dia sudah menangis seperti itu.. Dia sudah mengatakan jika dia tidak sengaja... Sok mengatakan jika kamu adalah korban.. Apa ke dua orang tua mu tidak mengajari mu tata krama dan cara bertingkah dengan baik..." Cela salah satu wanita dengan tangan terangkat ke udara dan siap melayang kan satu buah tamparan keras ke arah Raehan.
Raehan reflek memejam kan mata nya dan memaling kan wajah nya, saat melihat tangan besar wanita itu melayang ke arah nya.
Mampus, pekik Lessia dengan smirk senang, tentu saja tanpa di lihat oleh siapa pun.
Srak..
"Hah..."
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???