Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Ingus


__ADS_3

...213πŸ’›...


"Tapi aku tidak seberani diri mu Lix. Kamu mengata kan semua perasaan mu, sehingga kamu tidak memiliki rahasia atau pun perasaan yang harus kamu pendam.. Tapi aku, aku sangat tersiksa dengan perasaan ini.. Ingin rasa nya aku mengutara kan perasaan ku. Hanya saja aku tidak memiliki keberanian... Ego ku terlalu tinggi... Dan sekarang rasa sakit yang ku rasa kan jauh lebih besar dan berat dari mu.. Jadi aku berpikir kamu tidak perlu menyesal karna sudah mengata kan perasaan mu pada Raehan..."


Dion menjeda kalimat nya, menarik nafas nya dalam, di mana dada nya terasa sesak dengan ulu hati yang terasa nyeri.


"Setidak nya kau sudah membuat hati mu merasa puas, sedang kan hati ku masih terasa terjepit..."


Felix menatap iba ke arah Dion, ia cukup kasihan dengan luka yang sedang Dion tahan.


Apa yang Dion kata kan memang benar.


Ia beruntung sudah mengutara kan perasaan nya pada Raehan, meski Raehan menolak nya. Setidak nya hati nya merasa jauh lebih plong.


Sedang kan rival di samping nya, bahkan belum memiliki kesempatan untuk mengungkap kan perasaan nya.


"Aku tahu ini sulit..." Felix menepuk bahu Dion, seolah memberi kekuatan untuk Dion.


Dion lagi- lagi terkekeh karna pasti nya ia terlihat seperti pecundang di hadapan Felix.


Tapi memang seperti itu ada nya. Diri nya bahkan tidak memiliki keberanian untuk melihat Raehan menjauh dari nya.


"Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan Ion ? Aku sempat berpikir untuk membuat diri ku kembali membenci Raehan, menepis perasaan laknat ini dari dalam hati ku.. Seperti nya hubungan ku dan Raehan menjadi musuh lebih baik dari pada ini..." Lanjut Felix yang mulai mengutara kan apa yang sedang ia pikir kan.


"Jika membuat diri mu benci pada nya, itu hanya cara untuk membalut luka mu.. Bukan untuk menyembuh kan nya..." Jawab Dion. Di mana Felix penasaran dengan maksud dari perkataan Dion.


"Maksud mu?" Tanya Felix yang semakin tertarik untuk mendengar sudut pandang Dion.


"Iya, Benci dan cinta adalah dua rasa yang hanya di halangi oleh garis yang sangat tipis dan rapuh... Jika kau ingin membenci Raehan sama saja kau hanya membalut patah hati mu dengan melempar kebencian kepada nya, sedang kan hati mu akan tetap merasa sakit... Dan hati mu tidak akan sembuh..." Dion terdiam sejenak, mengedar kan pandangan nya di mana ia begitu menikmati angin laut yang menerpa tubuh nya.


"Level tertinggi dalam mencintai adalah mengihlas kan dia bahagia bersama pilihan nya , bukan malah membenci nya... Memang nya salah nya apa? Karna dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan kita?. Tentu tidak. Hati nya berhak memilih kepada siapa dia berlabuh... Aku mungkin terlihat konyol di mata mu.. Tapi bagi ku apa yang membuat Raehan bahagia, juga cukup membuat ku bahagia... Meski terkadang hati ku di patah kan berulang kali oleh sebuah kenyataan...


Tapi setidak nya aku masih bisa berada di sisi nya, masih bisa menyentuh nya, masih bisa membuat nya tertawa, masih bisa bercanda, dan masih bisa menjadi pelindung untuk nya.


Hal itu yang membuat diri ku tidak mampu untuk mengutara kan dan mengungkap kan perasaan ku pada nya.


Karna aku takut, jika dia menjauh dari ku.

__ADS_1


Berada di sisi nya sudah cukup bagi ku, meski aku bukan orang yang terpilih untuk bertahta di hati nya." Dion menyelesai kan perkataan nya dengan mengulas senyum tulus namun terkesan menyakit kan.


"Hmmmm... Hua... Hiks... Hiks... Hiks....." Tangis Felix tiba- tiba pecah di mana Felix langsung memeluk tubuh Dion, yang langsung membuat Dion kaget bukan kepalang.


Astaga apa yang akan di pikir kan orang lain, melihat dua pria yang tengah berpelukan.?


Tubuh Dion langsung merinding dengan bulu roma yang berdiri, dengan cepat Dion mendorong tubuh Felix.


Namun sayang Felix memeluk nya cukup erat, hingga membuat Dion kesulitan melepas kan pelukan Felix.


Beberapa orang yang melihat ke dua nya, menatap Dion dan Felix dengan tatapan aneh.


"Lepas kan aku Felix.. Apa - apaan kau berani memeluk ku...!" Geram Dion kesal di mana ia masih memberontak.


"Hiks... Hiks... Kata- kata mu sangat menyentuh Ion, aku sangat tersentuh... Bagaimana bisa aku memikir kan untuk membenci Raehan... Kau sungguh bijak..." Ujar Felix dengan isak tangis, sementara ia semakin mengerat kan pelukan nya kepada Dion.


"Felix hentikan...! Lepas kan aku....!" Teriak marah Dion, di mana ia salah tingkah saat melihat tatapan horor orang- orang yang tengah melihat mereka.


Namun seperti nya Felix tidak mau melepas kan pelukan nya, di mana dia begitu terlarut dalam kata- kata Dion yang begitu menyentuh titik sensitif dalam hati nya.


"Felix lepas kan aku... Aku tidak mau di kira pria menyimpang...?" Sentak Dion dengan mencubit perut Felix yang terasa berotot.


Pasti semua orang berpikir jika diri nya adalah Gay, penyuka sesama jenis.


"Felix brengsek...!" Umpat Dion dalam hati karna saking kesal nya dengan perbuatan Felix yang sudah menghancur kan image nya sebagai seorang laki- laki sempurna.


Felix mengangkat wajah nya, saat merasa kan perut nya di cubit dengan keras.


Rasa nya sangat perih.


Namu lagi- lagi Dion mengeram marah, saat melihat benda lengket putih bersambung dengan hidung Felix menempel di baju nya.


Sangat menjijik kan.


"Brengsek.. Ingus mu menempel di baju ku..." Geram Dion menahan amarah nya yang sudah mencapai ubun- ubun.


Felix segera mengusap ujung hidung nya, di mana pandangan nya menunduk.

__ADS_1


"Aishhh aku terlalu bersikap emosional... " Batin Felix dengan mengembung kan pipi nya.


"Hah... Kau sangat menjijik kan..." Umpat Dion lalu berjalan menjauhi Felix dengan menghentak kan kaki nya kesal.


Di mana Dion menatap tajam pada orang yang sejak tadi memperhati kan diri nya dan Felix.


" Seperti nya aku harus mandi kembang tujuh rupa... Badan ku sangat geli.. Cih... Kenapa aku bertemu dengan nya....!" Dumel Dion yang terus mengoceh karna merasa sangat kesal.


Sementara Felix, hanya bisa melipat wajah nya , sambil memandangi punggung Dion yang semakin mengecil di ke dua netra nya.


Setidak nya sekarang ia mengerti, bagaimana untuk menghadapi rasa tak terbalas ini.


Ia sangat berterimakasih kepada Dion, karna telah memberi kan diri nya sebuah arahan yang tepat.


"Ternyata berbagi kisah dengan orang lain bukan lah sesuatu yang buruk... Setidak nya hati ku menjadi lebih lega, walau berbagi cerita dengan pria resek itu... Hah tapi dia sudah mendapat kan ganjaran nya.. Ingus ku nempel di baju nya... He.. he.." Tawa jahil Felix, di mana ingatan nya terbayang oleh wajah merah padam Dion.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2