
...105โฃ...
"Aku memutus kan jika senior akan menjadi pembantu ku..!"
What..!
Mulut Felix langsung terbuka lebar, rahang bawah nya jatuh begitu saja seperti adegan kaget sebuah boneka kayu yang kaku.
Jika saja rahang nya tidak menyatu dengan wajah nya. Mungkin saat ini rahang nya sudah jatuh ke lantai karna terlalu kaget dengan ucapan Raehan.
Pembantu ?
Raehan menahan tawa nya, melihat ekpresi Felix di depan nya.
Sungguh sangat jelek dan tidak ada apa- apa nya di banding kan dengan ekspresi wajah Agara yang selalu membuat Raehan jatuh cinta berkali- kali.
"Pembantu?" Celetuk Felix tidak yakin dengan apa yang diri nya dengar.
Raehan mengangguk mantap. Ia yakin jika Felix akan menolak dengan keras dan akan menunjuk kan taring nya.
Raehan sangat yakin jika Felix akan marah dan melontar kan kata- kata beracun. Tapi ia adalah Raehan dan tentu saja ia tidak akan terpengaruh dengan ucapan Felix.
"Baik lah aku bersedia..."
Booommmmm....
Duarrrr....
Pikiran Raehan langsung meledak, saat mendengar jawaban dari bibir Felix.
Seorang Felix menyetujui penawaran nya.
Bahkan bersedia menjadi pembantu nya.
Astaga ia tidak salah dengar bukan?
Bagaimana bisa seorang pria dengan tingkat kesombongan di atas rata- rata ingin jadi pembantu nya.
"Ini pasti tidak nyata..." Batin Raehan dengan ke dua mata melebar dan melotot hampir menjuntai keluar.
Kali ini diri nya sangat kaget, sangat mengejut kan. Bahkan darah nya rasa nya berhenti mengalir dan berkumpul di ujung kaki nya.
Ini keberuntungan atau sebuah kutukan ?
"A... apa aaa.. apa kau serius?" Sela Raehan dengan wajah tak percaya.
Kini situasi ke dua nya benar- benar terbalik, sebelum nya Felix yang tak percaya dengan diri nya yang di tolak.
Dan kini Raehan yang termanggu sangat tidak percaya jika Felix menyetujui menjadi pembantu nya.
Demi apa pun, perkataan yang ia lontar kan tadi untuk menjadi pembantu nya. Adalah perkataan yang random.
Perkataan yang keluar asal dari bibir nya untuk menyulut api kemarahan dalam diri Felix.
Namun siapa sangka jika hasil nya tak sesuai dengan ekspektasi Raehan.
__ADS_1
Bahkan Felix menyetujui dengan mantap dan sangat yakin.
"Aku serius... Aku pikir tidak terlalu buruk menjadi pembantu mu.. Bahkan aku akan sangat bahagia menjadi orang yang akan selalu kau butuh kan..."
Raehan lagi- lagi melongo tidak percaya. Ia yakin jika Felix sebelum nya mengalami kecelakaan dan kepala nya memang terbentur, hingga membuat nya menjadi gila seperti ini. Pikir Raehan Asal.
"Sekarang kamu adalah Nona ku..." Sambung Felix.
"Seperti nya kamu sudah tidak waras..."
"Aku masih waras Nona.. Aku menyanggupi untuk menjadi pembantu mu dengan kesadaran yang penuh..."
"Meski aku adalah Raehan gadis yang sangat kamu benci?? Kau mungkin tidak mengenali ku karna rambut ku yang pendek.. Tapi sekarang kamu sudah tahu. Jadi aku rasa pembicaraan kita hanya sebuah candaan... Sekarang kamu sudah tahu jika aku Raehan jadi lupakan saja semua yang barusan aku katakan... Aku permisi..." Jelas Raehan dengan perasaan kikuk, ia segera melangkah berlalu meninggal kan Felix yang langsung berubah pucat pasi dengan posisi berlutut.
Ia hanya ingin menjahili Felix, kenapa semua nya berubah menjadi serius.
Raehan mengendik kan bahu nya menyesal.
Sementara Felix yang masih terdiam seribu bahasa, dengan keterkejutan yang semakin melanda diri nya.
Satu paragraf yang terlontar dengan kecepatan bak kereta api dari bibir gadis yang di puja nya.
Benar- benar membuat diri nya kaget bahkan pingsan berdiri dengan mata terbuka.
Bagaimana bisa gadis cebol yang sangat di benci nya, berubah menjadi gadis imut dan mungil?
Dan yang lebih tidak masuk akal, bagaimana bisa ia jatuh hati dan tertarik hanya dalam satu kali pandangan ?
Ada apa dengan diri nya.?
Gadis yang sangat di benci nya melebihi apa pun. Kini ia sangat tertarik dan menyukai nya.
Dunia nya memang sudah terbalik, dari benci menjadi cinta yang tak terduga.
Felix mengangkat tangan nya menyentuh dada kiri nya, merasakan detakan jantung nya yang bertalu seperti genderang perang yang di tabuh.
Deg.. deg..
Deg..
Deg...degg.. deg..
Bahkan detak jantung nya tidak berhenti berdetak dengan normal, meski Raehan sudah menghilang dari sekitar nya.
"Ini sangat berbeda, kisah ku ini sangat menarik.. Berawal dari benci berujung jatuh cinta..." Lirih Felix dengan tatapan kosong ke depan.
"Astaga ternyata kamu ada di sini....!!!" Sergap Hanson dengan gaya keki.
"Woiii ngapain ngelamun di sini pake acara berlutut sambil tangan di dada lagi.. Kalau mau ngemis di sini tangan nya begini donk.." Sahut Calvin dengan menengadah kan tangan nya dengan gaya pengemis.
"Iii kok diem terus... Kesambet kali ni anak..." Hanson menepuk bahu Felix dengan keras.
Plak..
"Aduhhhh.... !!" Pekik Felix meringgis dengan tangan yang langsung mengusap pundak nya yang terasa panas karna ulah teman keparat nya.
__ADS_1
Calvin dan Hanson hanya bisa tertawa cengegesan.
Felix bangkit dan mengibas celana nya dengan cepat.
"Kalian percaya ngak kalau gadis imut tadi pagi yang kita lihat adalah si cewek cebol.. Ehh maksud ku Raehan?" Tanya Felix dengan tergesa- gesa.
"Percaya sih.. Ehhh ntar dulu ngak salah kayak nya cewek imut itu Raehan deh.. Gila Man....!" Selosor Calvin dengan mata berbinar.
"Kalau gini mah aku yakin bisa deketin Raehan.. Ha.. Ha.. Biar pun tubuh nya kecil tapi manis banget..." Celetuk Hanson yang tak mau kalah.
Puk...
Plak...
"Aaahhhh Sialll...." Ringgis Hanson dan Calvin bersamaan. Sembari tangan nya memegang kepala nya yang di pukul oleh Felix.
"Raehan bagian ku.. Jangan berani deketin atau godain dia.. Mulai sekarang jangan panggil dia boncel atau apa lah.. Panggil dia nona..." Ucap Felix memerintah.
"Nona?" Tanya Calvin dan Hanson bersamaan, di iringi dengan ke dua nya yang saling melontar kan tatapan bingung satu sama lain.
"Mulai sekarang dia adalah majikan kita.. Dan jangan ada yang membantah.. Jangan banyak tanya lakukan aja apa yang aku minta... Karna sekarang aku sudah menemukan pawang hati ku..." Felix tersenyum lebar, lalu melangkah pergi meninggal kan ke dua teman nya yang masih melongo tidak percaya, terkejut bahkan bingung.
"Raehan adalah bos kita..? Bagimana bisa ?" Cicit Calvin memandang ke arah Hanson yang sama terkejut nya.
"Aku juga ngak ngerti.. Tapi kayak nya cewek pendek itu berhasil ngambil hati Felix deh..." Jawab Hanson menatap punggung Felix yang semakin mengecil.
"Aku rasa Felix udah gila..."
"Gila karna jatuh cinta..."
"Pupus sudah harapan ku untuk mendekati Raehan..."
"Jangan berani berpikir seperti itu jika kamu masih ingin menikmati makan di kantin VVIP.."
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???