
...143โฃ...
Tiga sekawan dengan beberapa paper bag berjalan menuju ke arah parkiran mobil.
"Pasti si nenek sihir itu, sangat malu sekarang... Vidio nya bahkan sudah tersebar ... Ha... Ha... Orang jahat seperti dia memang pantas untuk mendapat kan hal itu..." Tawa renyah Fir , memecah kan keheningan malam.
Sementara langkah ketiga nya terus melaju.
"Sok- sok an pake acara nuduh Raehan lagi... Padahal yang pencuri diri nya sendiri... Maling kok teriak maling..." Sahut Miya yang tak kalah senang nya melihat raut menderita Lessia.
Namun tidak dengan Raehan, sejak keluar dari mall wajah nya terlihat murung.
Ucapan- ucapan menggelikan yang di lontar kan Fir dan Miya tidak berpengaruh pada diri nya.
Raga nya mungkin memang ada disini, tapi tidak dengan hati nya.
Lagi- lagi ia harus meneguk kecewa, saat melihat Agara mengandeng tangan Lessia yang gemetar karna takut.
Mengatakan jika diri nya lah yang akan menyelesai kan masalah nenek sihir itu.
Siapa yang tidak terluka , melihat orang yang begitu di sukai masih membela gadis lain meski sudah terbukti bersalah.
Tapi ketika diri nya yang di tuduh dan di pojok kan.
Agara hanya diam, seolah ia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada diri nya.
Bahkan yang lebih parah nya lagi, pria tampan itu menumpah kan semua nya pada diri nya.
Namun dengan bodoh nya, setelah semua yang terjadi malam ini. Ia sama sekali tidak marah atau pun benci pada Agara.
Sebenar nya ada apa dengan hati nya?.
Kenapa ia begitu lemah saat berhadapan dengan Agara.
Di mana keberanian nya menghilang , kemana kekuatan nya pergi.
Meski sudah di patah kan dan di hancur kan berulang kali. Ia masih bisa menatap Agara dengan penuh cinta.
Apa hati nya sedang rusak, hingga tidak berfungsi lagi.?
Cinta apa yang sedang menerjang nya? Kenapa selemah ini.
Apa benar, yang di rasakan saat ini adalah sebuah cinta atau hanya obsesi pada pria tampan?.
Bahkan diri nya mulai ragu, jika perasaan ini adalah cinta.
Bukan kah cinta membuat mu menjadi kuat , di mana semua halangan bisa kamu lewati karna kekuatan cinta.
__ADS_1
Tapi ia juga tidak terima, jika Lessia mendapat kan Agara.
Apa perasaan ini karna permusuhan diri nya dan Lessia yang tidak ingin melihat Lessia menang.?
"Rae... Ayo masuk...!!" Ujar Miya dengan menarik tangan Raehan.
Raehan cukup tersentak kaget, saat tangan Miya menarik tangan nya hingga membuyar kan lamunan nya.
"Rae kok dari tadi diam aja... ??" Cicit Fir, dimana mereka sudah berada di dalam mobil, bahkan mobil Fir kini sudah melaju membelah jalanan yang sudah mulai senggang.
"Rae...!" Panggil Fir lagi dengan suara yang lebih tinggi, karna Raehan kembali terlihat melamun dan sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Fir menghela nafas panjang, saat panggilan nya seperti angin bagi Raehan.
Jangan kan menjawab, bahkan Raehan tidak menoleh pada Fir.
"Rae...!" Miya menepuk pundak Raehan dengan oktaf suara yang lebih tinggi.
"Ehh.. Iya.."Jawab Raehan dengan nada terkejut.
"Udah lah.. Kamu jangan sedih lagi Rae.. Kak Aga memang kurang ajar banget kali ini.. Dia masih belain Lessia meski Lessia udah terbukti salah..." Celoteh Miya dengan sendu, seakan diri nya juga merasakan luka Raehan dan mengerti apa yang membuat sahabat nya menjadi murung.
"Hiks... Hiks... Kenapa kak Aga bersikap terlalu manis pada Lessia.. Bukan kah mereka tidak memiliki hubungan apa pun.. Kak Aga yang mengatakan itu semua. Tapi kenapa sekarang dia begitu membela Lessia dan selalu membentak dan marah pada ku..." Tangis Raehan tumpah dengan suara hati yang sudah susah payah ia tahan.
Mungkin dengan bercerita suasana hati nya bisa menjadi lebih baik.
Miya langsung menarik tubuh Raehan yang menangis sesegukan dalam pelukan nya.
Sangat tragis dan benar- benar di luar nalar. Seharus nya seorang pria yang mengejar- ngejar seorang gadis.
Tapi ini, malah kebalikan nya. Di mana seorang gadis yang mengejar- ngejar pria.
Terdengar memalukan namun siapa yang bisa melarang perasaan dan cinta untuk tumbuh.
Hanya saja sahabat nya ini sedikit gila karna cinta, meski sudah berkali- kali di tolak namun tetap kekeh dengan perjuangan nya.
Jika diri nya yang berada di posisi Raehan, sudah pasti ia akan membuang pria tersebut seperti sampah. Karna di dunia ini masih banyak pria yang bahkan jauh lebih tampan dari Agara, contoh nya seperti Kazuya.
Miya terhenyak dengan pikiran nya, saat memori wajah Kazuya melintas.
Ia segera menepis pikiran nya. Dan membuang jauh- jauh bayangan wajah Kazuya yang entah dari mana datang dan menyelinap ke dalam kepala nya.
"Cup... Cup.. Jangan menangis lagi,,, aku juga tidak mengerti dengan pikiran Kak Aga .. Tapi kamu jangan menangis dia bukan pria yang pantas untuk kamu tangisi.." Bujuk Miya yang mencoba menghibur Raehan yang masih menangis.
"Pak... Stop.. Berhenti..." Pekik Fir pada sopir nya, yang langsung mengerem mendadak karna mendengar perintah tuan nya.
Cciiiiitt....
__ADS_1
Tubuh Miya dan Raehan langsung terdorong ke depan, karna mobil yang mengerem mendadak.
Untung saja kepala mereka tidak terbentur dengan jok depan.
"Firrr....!!!" Teriak Miya yang sudah ingin menyembur kan lahar.
"Lihat..."
Namun sebelum Miya melakukan itu, Fir sudah menunjuk ke area taman di mana beberapa bangku panjang berjejer dengan rapi, di ikuti oleh deretan lampu- lampu jalanan.
Miya memicing kan mata nya, mencoba menebak apa yang di pikir kan sahabat abnormal nya ini.
Namun seketika senyum Miya mengembang, dengan anggukan kepala.
"Kok Berhenti..?" Tanya Raehan dengan ke dua mata yang sudah sembab dan juga hidung memerah.
"Seperti nya kamu butuh waktu untuk menenang kan diri deh Rae..." Jawab Miya dengan senyum lembut yang tersungging di bibir nya , yang mampu membuat hati Raehan melembut melihat senyum tulus sahabat perempuan satu- satu nya yang ia miliki.
"Mungkin kita bisa ke taman dulu, lagi pula ini belum terlalu malam... Jangan menolak..." Sambung Fir dengan ancaman di akhir kalimat nya.
Seperti kalimat perintah, yang harus di lakukan dan tidak boleh untuk di bantah atau di tolak, belum lagi mata Fir yang melotot mengintimidasi seolah mengatakan jika tidak ada penolakan.
"Seperti nya aku memang butuh taman untuk menenang kan diri..." Cicit Raehan dengan mengusap air mata nya yang tak kunjung berhenti, karna hati nya masih terasa sakit dan tidak terima.
Ia juga tidak seberani itu, untuk menolak ajakan Fir.
Ia tidak ingin membuat Fir kecewa, setelah membuat pria tampan itu emosi karna diri nya membela Agara.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???