Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Sidang


__ADS_3

...272πŸ’›...


Peluh keringat dingin terlihat terbentuk di kening Raehan.


Raehan terkesiap saat merasa kan sapuan halus di kening nya yang berkeringat.


Ia langsung menoleh ke arah samping nya di mana wajah yang begitu menenang kan tertangkap oleh ke dua netra nya.


"Momsy..!" Lirih Raehan.


Ke dua mata Nyonya Marissa langsung menitik kan air mata.


Akhir nya setelah semalaman, Raehan terbangun juga.


"Sayang...! Akhir nya kamu bangun... Hiks.." Isak Nyonya Marissa dengan suara nya yang tersendat.


Raehan mengedar kan pandangan nya dan melihat ayah nya dan adik nya Lion ternyata juga berada di sini.


Kapan mereka datang?


Pikir Raehan yang terlihat bingung dengan kehadiran semua anggota keluarga nya di sini.


Raehan kembali mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan.


Di mana ruangan yang ia tempati terlihat sangat asing.


Raehan lalu menatap pada tangan nya yang di pasang selang infus.


Lalu bagian pinggang nya yang terasa nyeri, pasti hal itu karna luka tusuk akibat perbuatan penjahat kurang ajar itu.


"Berhenti bergerak sayang...!" Seru Nyonya Marissa saat melihat putri nya yang berusaha untuk bangun.


Namun Raehan tidak mengubris ucapan Nyonya Marissa.


Pak Levi dan Lion segera mendekat untuk melihat keadaan gadis yang sangat mereka khawatir kan.


"Kakak.. Hiks.. Hiks..."Lion tiba- tiba menangis yang membuat Raehan menaut kan ke dua alis nya.


Ia tidak menyangka, jika adik laki- laki yang selalu mengganggu diri nya ternyata menangis melihat keadaan nya.


Aduh, Lion sangat manis.


"Lion berhenti lah menangis.. Aku sudah tidak apa- apa..." Ucap Raehan menenang kan Lion yang masih terisak, dengan mengusap air mata nya kasar.


"Aku kira kakak sudah mati.. Aku sedih... Hiks..." Beo Lia dengan mengontrol tangis nya.


Haduh, hati Raehan semakin terenyuh mendengar ungkapan adik nya.


Untuk kali pertama ia melihat adik nya yang sangat jahil itu menangis atas nama diri nya.


"Aku tidak akan mati secepat itu..." Timpal Raehan yang hampir ingin menangis.


"Itu yang membuat ku sedih.. Kenapa kakak tidak jadi mati aja.. Biar harta warisan popsy ngak perlu di bagi- bagi.." Balas Lion tanpa merasa berdosa.

__ADS_1


Yang membuat Pak Levi, Nyonya Marissa, dan Raehan langsung tersedak karna menelan air liur mereka.


"Adik sialan.. Berani kamu menyumpahi ku...?" Teriak Raehan kesal.


Berani sekali Lion mengata kan hal itu. Sebelum nya ia sangat terharu karna adik nya itu menangis. Tapi ternyata alasan Lion menangis karna diri nya tidak jadi mati.


Adik macam apa Lion.


"Hehe.. Peace.. Aku hanya bercanda..." Lion mengangkat dua jari nya membentuk huruf V di mana bibir nya menyengir.


Ayo lah diri nya hanya bercanda. Ya kali diri nya sejahat itu.


Pak Levi dan Nyonya Marissa menghela nafas nya lega , dengan mengusap dada mereka masing- masing.


Raehan menghembus kan nafas nya kasar. Adik nya memang adik sialan.


Ia baru bangun tapi sudah di goda seperti itu.


Lihat saja ia pasti akan membuat perhitungan pada Lion.


"Untung cuma bercanda.. Kamu ini bercanda kok kayak gitu..." Ketus Nyonya Marissa menatap nyalang pada putra bungsu nya.


Bisa- bisa Lion bercanda seperti itu, yang mampu membuat jantung nya merosot jatuh ke dasar perut.


"Ya lagian mom.. Aku bosan sejak tadi malam semua nya sedih- sedih semua.. Jadi aku becanda dikit.. Ya lagian masih untung kan aku cuma bercanda, kalau beneran kan brabe... He.. He..." Cengir Lion yang masih membela diri nya.


"Lion jangan bercanda seperti itu lagi. Kalau kamu masih ingin sekolah di sekolah umum.. Jika tidak popsy bisa mengirim mu ke asrama..." Sela Pak Levi yang ikut menegur Lion.


"Tapi kok kalian bisa ada di sini?" Cicit Raehan yang sudah penasaran setengah mati.


Karna banyak nya pertanyaan yang muncul di kepala nya ketika melihat seluruh anggota keluarga nya ada di sini.


Nyonya Marissa langsung menatap tajam pada Raehan.


Di mana tatapan nya siap mencincang tubuh putri nya itu.


"Kemarin malam jet pribadi menjemput Momsy, Popsy dan juga Lion.. Salah satu orang tersebut mengata kan jika kamu kecelakaan... Kamu tahu betapa kaget nya momsy?. Rasa nya dunia ini runtuh menimpa momsy.. Momsy tidak bisa membayang kan keadaan mu Rae.. Momsy sangat khawatir saat mendengar hal itu. Demi apa pun Momsy benar- benar syok.. Untung saja kamu selamat dan sekarang sudah sadar..." Omel Nyonya Marisa panjang lebar. Mengeluar kan unek- unek dalam hati nya yang sudah ia simpan sejak tadi malam.


Semalaman ia tidak bisa tidur sama sekali, karna terus mengkhawatir kan putri semata wayang nya.


Rasa nya nyawa nya ikut terangkat melihat kondisi Raehan tadi malam.


"Jet pribadi ?" Raehan semakin heran.


Dari semua omelan Nyonya Marissa ia hanya menangkap jet pribadi yang menjemput keluarga nya.


Siapa yang melakukan hal itu?


Ini memang sangat keren. Batin Raehan dengan ke dua mata berbinar.


Tapi ini sangat tidak adil, kenapa hanya keluarga nya yang bisa merasa kan naik jet. Sementara diri nya bahkan tidak pernah naik pesawat.


"Iya.. Itu jet kak Fir... Kak Fir benar- benar keren..." Sahut Lion dengan wajah nya yang kagum.

__ADS_1


Mulut Raehan membulat , mendengar hal itu.


Ternyata sahabat nya itu yang melakukan semua hal ini.


Ia sangat berterimakasih pada Fir, tapi sahabat nya itu tidak terlihat sama sekali.


"Sekarang kata kan Rae, Kenapa kamu bisa seperti ini? Kenapa bisa kamu mengalami luka tusuk?" Cecar pak Levi dengan menatap lekat dan tajam wajah putri nya yang masih memucat.


Glek...


Raehan menelan saliva nya paksa. Di mana bibir nya terasa kelu.


Ia tidak bisa lagi mengelak dan berbohong pada ke dua orang tua nya.


Ia harus menyiap kan diri untuk menerima kemarahan popsy dan momsy nya.


"Rae di culik oleh beberapa orang yang tidak Rae kenal..." Cicit Raehan dengan nafas yang berat.


Mengingat hal kemarin, membuat kepala nya menayang kan acara pertunangan Agara yang benar- benar menghancur kan hati nya.


Pak Levi dan Nyonya Marissa masih menatap lekat dan tajam ke arah Raehan. Menunggu kelanjutan cerita putri nya.


Di mana tanpa sepenglihatan Nyonya Marissa dan Raehan.


Tangan pak Levi sudah terkepal dengan sangat erat, di mana buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.


Raehan menatap sekilas pada ke dua orang tua nya yang menatap diri nya tajam. Rasa nya ia seperti kriminal yang sedang di introgasi.


...----------------...


...****************...


Maaf Typo bertebaran... 😁


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2