
...226π...
Seperti yang di kata kan Agara, jika ia akan membawa Raehan untuk menemui wanita yang sudah melahir kan diri nya ke dunia ini, yang tak lain adalah ibu nya.
Sosok wanita pertama yang menjadi cinta pertama nya dan juga selagius wanita pertama yang ia benci dalam hidup nya.
Sudah sangat lama diri nya tidak bertemu dengan wajah cantik sang ibu, di saat ia di tinggal kan pergi dan di telantar kan begitu saja. Seperti rongsokan yang tidak berharga.
Mengingat masa lalu , membuat hati kecil Agara teremas dengan kuat.
Masa lalu yang begitu kelam, yang berusaha untuk di singkir kan namun tidak akan pernah bisa, karna diri nya pernah hidup di masa itu.
Namun terkurung dalam masa lalu juga bukan lah hal yang baik, ia merasa semua apa yang di kata kan oleh Raehan memang benar.
Memaaf kan memang sulit, namun bukan lah hal yang mustahil.
Namun di hati nya masih saja tetap ragu. Ia takut jika kekasih nya yang sangat baik hati ini di perlakukan dengan tidak baik.
Cukup sebagai pelajaran saat ia mengajak Raehan untuk menemui Mr. Vinsion dan ia menyesali keputusan nya itu.
Raehan yang melihat ketakutan dan kewaspadaan Agara, cukup mengerti akan hal itu.
"Yakin lah.. Semua nya akan baik- baik saja.. Aku yakin mama kak Aga tidak akan melakukan hal yang sama seperti Mr. Vinsion.." Ucap Raehan menenang kan Agara, lalu mengerat kan genggaman nya pada tangan Agara.
"Ck.. Jangan menjadi cenayang dengan syok tahu apa yang akan terjadi..." Agara mengeras kan rahang nya.
Tetap saja ia khawatir, ada dua buah kemungkinan di sini.
Pertama mereka akan di terima dengan baik, dan yang ke dua mereka hanya mendapat kan penghinaan.
Agara tidak masalah jika ia datang sendiri, dan menerima hal buruk yang akan terjadi. Namun kini Raehan bersama nya, ia tidak terima jika orang lain menghina atau pun memaki Raehan.
"Ck.. Percaya lah pada ku.. Aku sudah menerawang apa yang terjadi..." Kekeh Raehan melempar lelucon.
Ayo lah jika terus berada dalam ketegangan ini, ia sama sekali tidak bisa bernafas.
"Kau juga mengata kan nya saat kita bertemu dengan papa durhaka ku itu.. Dan akhir nya kita mendapat kan penghinaan.. Jika hari ini wanita itu menghina mu... Aku pasti kan rumah nya akan terbakar..." Kecam Agara dengan nada suara yang begitu serius, bahkan Raehan sampai bergidik ngeri.
Tapi di saat yang bersamaan ia juga merasa bahagia, karna Agara begitu melindungi diri nya.
Ohhh,, Pacar nya memang yang terbaik.
"Ck.. Itu kemarin karna salah mantra.. Sudah lah jika kita berdebat terus.. Kapan kita akan mengetuk pintu dan masuk.." Decak Raehan yang sudah merasa kan ke dua tungkai nya terasa pegal, karna sejak tadi mereka asik berdebat di depan rumah mama Agara.
Rumah yang cukup besar dengan nuansa warna putih, namun terlihat begitu elegant.
Sungguh Raehan kagum dengan ke dua orang tua Agara yang begitu kaya raya.
__ADS_1
Agara hanya menggeleng kan kepala nya pasrah.
Mereka berjalan mendekati pintu. Merasa kan detak jantung masing- masing yang berdetak sedikit cepat, dengan kegugupan.
Hari ini Agara akan bertemu dengan ibu nya setengah sekian lama.
Sedang kan Raehan sedang gugup karna ia akan bertemu dengan calon mertua nya.
Memang menyenang kan, tapi ia juga berharap jika ia bisa mendapat restu. Tidak apa jika Mr. Vinsion tidak merestui, tapi mama Agara harus merestui dan entah kenapa Raehan yakin akan hal itu.
Tok...
Tok...
Tok...
Agara mengetuk pintu dengan bertenaga, membuat daun pintu itu mengeluar kan suara.
Sofia yang sedang menemani Nyonya Sabrina makan, sedikit mengerjit dengan suara ketukan pintu.
"Tumben ada tamu? Apa Tante mengundang teman tante ke sini.?" Tanya Sofia dengan mengerjit kan dahi nya.
Nyonya Sabrina membersih kan sisa makanan di bibir nya dengan tissu, lalu menatap Sofia.
"Tidak... Tante tidak mengundang siapa pun.. Bisa kah kamu membuka pintu Sofia.. Kebetulan asisten rumah tangga tante sedang tidak ada di rumah..." Pinta Nyonya Sabrina dengan menyungging kan senyum nya, yang terkesan kaku.
"Tante tunggu di sini, aku akan melihat siapa yang datang...!" Pesan Sofia sebelum melenggang pergi meninggal kan Nyonya Sabrina.
Sedang kan di depan pintu, terlihat pelipis Agara yang sedikit berkeringat. Membuat Raehan tertawa geli.
"Santai mas bro.. Kita mau ketemu mama kak Aga.. Bukan mau ketemu macan.." Ledek Raehan, yang sebenar nya bertujuan untuk mengurangi kegugupan Agara.
Di mana sebenar nya ia juga gugup, namun sengaja di sembunyi kan dengan rapi.
Agara melirik Raehan dengan sedikit kesal, di mana wajah kekasih nya itu malah tertawa sambil menjulur kan bibir bawah nya.
"Aku tidak gugup, hanya saja aku sedikit cemas.." Sangkal Agara.
"Aduhh sama aja kali.."
Ceklek..
Ke dua nya langsung terdiam, saat daun pintu di depan mereka mulai bergerak terbuka.
Sofia sangat terkejut saat melihat siapa yang sedang berdiri di hadapan nya.
Di mana ke dua mata nya membola, di mana rasa tidak percaya juga menyerubungi diri nya.
__ADS_1
Ia sangat tidak percaya, jika yang datang adalah Agara.
Laki- laki yang sudah lama di tunggu kedatangan nya ke rumah ini. Bahkan laki- laki yang terus ia bujuk tanpa kenal lelah namun hanya mendapat penolakan dan sikap kasar yang begitu menyakit kan kini berdiri di hadapan nya.
"Aga..!" Lirih Sofia yang masih terpaku.
Sementara Agara hanya menatap Sofia biasa saja, karna ia tahu gadis dengan rambut bergelombang di hadapan nya pasti ada di sini.
"Hai kak Sofi.." Celetuk Raehan dengan suara riang nya sambil melambai kan tangan menyapa Sofia yang terlihat begitu kaget.
Sofia yang mendengar suara Raehan langsung terhenyak dan melirik pada gadis mungil di samping Agara.
Wajah Sofia berubah sedikit pias saat melihat tangan Agara dan Raehan bertaut dengan sangat erat.
Ia sempat mendengar rumor jika Raehan sedang dekat dengan Agara , namun ia tidak ingin mempercayai hal itu karna perasaan nya pada Agara yang masih bersemi.
Namun kini setelah melihat apa yang ada di depan mata nya, rasa nya harapan nya kembali di patah kan lagi.
"Hai Rae..!" Sapa Sofia dengan menyungging kan senyum yang terkesan di paksa kan.
"Ternyata kak Sofi ada di sini juga.." Cicit Raehan dengan mulut cerewet nya. Yang hanya di balas dengan senyuman oleh Sofia.
"Apa wanita itu ada di rumah ?"
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1