
...99...
Lessia, Kiara dan dua antek- antek nya berjalan masuk ke dalam kantin sekolah.
Gaya arrogant, dengan kepala terangkat ke atas membuat aura kesombongan keempat gadis tersebut langsung menyeruak ke seluruh kantin.
Suasana di kantin cukup ramai, ratusan murid- murid berlalu lalang membawa makanan masing- masing.
Namun sejenak aktifitas mereka terhenti, karna ada aura atmosfer yang begitu memikat dan itu berasal dari Lessia.
Lessia tersenyum miring, saat menjadi pusat perhatian seluruh orang.
Ia sengaja datang ke tempat terkutuk seperti kantin. Hanya untuk sedikit mengambil simpati dan mengembalikan ketenaran nya yang sempat teralih kan karna keberadaan Raehan.
Selama beberapa hari menjadi murid di sekolah favorit ini, diri nya hanya mendatangi kantin VVIP yang berada di lantai tiga.
Berbeda dengan kantin ini, yang berada di lantai dasar. Kantin yang bisa siapa saja bisa memasuki nya. Entah dari kalangan siswa miskin yang bernasib beruntung sekolah di sini dengan mengatas nama kan beasiswa. Atau dari kalangan menengah bahkan kalangan atas juga bisa ada di sini.
Tapi tentu selera seorang Lessia sangat tinggi, jadi diri nya selalu masuk dalam kantin VVIP dengan menu mewah dan sehat.
"Kak Lessia di sini sangat gerah, kita ke kantin atas saja..." Bisik Kiara yang langsung mendapat tatapan tajam dari Lessia.
"Jangan panggil aku kak Lessia.. Aku bukan kakak mu.. Mulai sekarang panggil aku Queen Lessia.. Paham?!" Jawab Lessia sinis.
"Bahkan nama itu tidak cocok untuk mu.. Lihat saja setelah aku menjadi lebih terkenal dari mu.. Aku akan menjadi kan mu pelayan ku jauh lebih buruk dari saat ini..." Batin Kiara kesal dengan mata bermusuhan.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" Sosor Lessia cepat, saat melihat tatapan Kiara yang siap menguliti diri nya.
Kiara sedikit tersentak, dan langsung menormal kan ekspresi wajah nya.
Jika Lessia curiga, maka apa yang ia ingin kan tidak akan pernah terwujud.
Pelan tapi pasti diri nya akan membuat Lessia jatuh dan akan menggantikan posisi itu.
"Ahhh tidak.. Aku hanya kagum dengan kecantikan mu Queen..." Bela Kiara dengan sebuah pujian.
"Tapi kenapa kita datang kemari?" Lanjut Kiara dengan pertanyaan.
Saat ini kaki nya sudah sangat gatal, untuk pergi dan keluar dari kantin yang penuh dengan bau keringat orang miskin dan menengah.
Tapi apa daya, ia tidak bisa melakukan hal itu. Atau Lessia akan menendang nya dari kantor pemodelan yang tengah mendidik nya menjadi model terkenal seperti Lessia.
"Bukan nya hanya tidak cantik, tapi kamu juga sangat bodoh... Sesekali jangan tinggal kan kepala mu dalam kotak rias..." Ejek Lessia lalu melenggang pergi ke area tengah- tengah kantin.
Darah Kiara mendidih dan menumpuk pada ubun- ubun. Ejekan Lessia benar- benar tajam melebihi pedang samurai.
__ADS_1
Ingin rasa nya saat ini Kiara merusak wajah cantik dan sombong Lessia hingga Lessia tidak akan pernah mampu untuk menghadapi publik.
Rasa benci dan tidak suka pada Lessia, kini semakin menumpuk dan membesar. Entah kapan Kiara akan meledak kan rasa itu dan membalas semua hinaan Lessia.
Kiara hanya mampu menahan semua nya, dengan tatapan tak lepas dari Lessia.
"Hai... Semua aku Lessia Ledgar, hari ini aku mendapat job baru sebagai model kecantikan.. Karna itu hari ini aku akan mentraktir kalian semua... Silah kan nikmati setiap menu makanan yang tersedia.. Aku yang akan membayar nya... Bibi kantin mohon layani semua nya dengan baik... Untuk tagihan nya silah kan bibi berikan kepada ku..." Lessia menutup pengumuman nya dengan senyum termanis lalu menunduk hormat.
Seluruh murid- murid langsung bergemuruh ria, mendengar apa yang di katakan Lessia.
Tentu saja, siapa yang tidak akan senang jika di traktir seperti itu.
Kehadiran Lessia seperti gudang emas bagi mereka. Menjadi dewi dermawan yang tidak khawatir jika harta nya akan habis.
Seluruh murid mulai semakin mengagung- agung kan Lessia.
"Lessia memang yang terbaik.. Dia rela kemari untuk mentraktir kita semua..."
"Dia sangat dermawan..."
"Bahkan dia tidak jijik untuk datang ke kantin di lantai dasar.. Dia benar- benar rendah hati..."
"Semoga karir nya semakin melejit..."
Lantunan puji- pujian langsung memanjakan telinga Lessia.
Senyum puas terulas dengan sempurna di bibir nya. Hanya menggunakan uang ia bisa mendapat simpati banyak orang.
Dan kini banyak murid yang akan mengagung- agung kan nya dan melupakan kehadiran Raehan.
Karna di sekolah ini hanya boleh diri nya saja yang di agung- agung kan sebagai dewi dengan kecantikan abadi.
Tapi Lessia sedikit tertarik akan perkataan terakhir seorang murid yang berada di ujung sisi nya.
Perkataan yang membanding kan diri nya dengan Raehan. Lessia menajam kan pendengaran nya. Ia ingin mengetahui apa yang murid gadis- gadis itu sedang bicarakan.
"Tapi apa iya,? tadi aku melihat dua orang di belakang Kiara memegang ke dua tangan Raehan. Bahkan Lessia menatap nya dengan benci... Apa iya aku salah lihat?" Bantah sang rekan yang sempat hadir saat insident tadi pagi.
"Kamu hanya salah paham..!" Sosor Kiara yang sudah berdiri di depan gadis- gadis tersebut.
Gadis - gadis tersebut langsung menunduk, saat melihat Kiara yang tiba- tiba menghampiri mereka.
Tentu saja mereka tidak memiliki nyali untuk menggosip kan orang kaya seperti Kiara. Sementara mereka hanya anak dari kalangan menengah.
"Kami hanya ingin mengetahui siapa dia tadi, karna Raehan menutupi wajah nya.. Tapi dia berlagak sok misterius dan sombong. Bahkan menghina Kak Lessia dengan mengatakan jika Kak Lessia tidak akan bisa melakukan apa pun tanpa kekuasan.. Dia juga mengatai kami para penjilat... Tentu saja kak Lessia tidak terima karna sahabat nya di hina. Karna itu kak Lessia marah.. Tapi kalian malah mengagumi muka polos Raehan..." Ujar Kiara dengan mulut beracun nya yang membalik kan semua kenyataan nya.
__ADS_1
Tidak sulit untuk mempermain kan pikiran mereka. Bahkan Kini mereka semua sedikit menaruh rasa benci dan tidak suka pada Raehan.
"Ck... ck... aku sudah salah menjadi penggemar Raehan..."
"Dia juga gadis yang kasar.. Aku masih ingat saat dia membantah omongan kak Felix saat masa orientasi..."
"Percuma imut tapi kelakuan nya Nol besar..."
Begitulah kutukan dan umpatan yang kini terdengar untuk Raehan.
Bahkan beberapa orang yang beberapa waktu lalu bersedia mengantri untuk mendapat foto bersama Raehan. Kini mulai mengumpat dan menjelek- jelek kan Raehan.
Kiara dan Lessia tersenyum senang. Ini lah yang mereka ingin kan.
Membuat semua orang tidak menyukai Raehan. Dan semua nya terjadi dengan begitu mudah.
Berakting dengan lugu, lalu menyajikan cerita tak berdaya maka semua simpati akan tertuju pada mu.
"Jangan mudah percaya dengan perkataan seseorang... !!" Pekik Suara seorang gadis yang berdiri tidak jauh dari Kiara dan gadis- gadis yang baru saja membicarakan Raehan.
...----------------...
...****************...
Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥
Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???
__ADS_1