Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Aku ingin ke pertunangan


__ADS_3

...260πŸ’›...


Dion menatap Raehan dengan khawatir, di mana terlihat banyak luka dan lebam yang ada di tubuh Dion.


Sementara diri nya hampir saja mati di pukul jika saja Raehan tidak menyelamat kan diri nya.


"Kamu baik- baik saja Rae..?"


Sluup..


"Akhhh..."


Tubuh Raehan tersentak di mana ke dua mata nya melotot saat sesuatu menusuk pinggang nya.


"Rasa kan...!"


Sluuppp...


Penculik itu semakin menekan pisau masuk semakin dalam pada pinggang Raehan.


Di mana Raehan semakin mendesis kesakitan.


Dion menatap wajah kesakitan Raehan. Di mana di pinggang ramping gadis di hadapan nya penculik itu menancap kan pisau, hingga darah mulai mengucur dari pinggang Raehan.


Kabut amarah meliputi Dion, di mana Dion langsung menarik kerah penculik itu dan menghujani wajah penculik itu dengan pukulan tanpa jeda.


Dion sama sekali tidak memberi kesempatan untuk penculik itu memberi kan serangan.


Ia benar- benar sangat marah melihat penculik ini menusuk Raehan.


"Kenapa kamu menusuk nya..? Dasar brengsek bajingan..." Teriak Dion mengumpat dengan menginjak keras dada penculik itu yang sudah terkapar di lantai.


Raehan memegangi pisau yang menancap di pinggang nya.


Di mana rasa sakit menjalar di area perut nya.


Dapat diri nya rasa kan dengan jelas pisau itu menusuk masuk ke dalan perut nya.


Bruk...


Raehan jatuh berlutut di lantai. Di mana tangan nya terus menekan luka di pinggang nya agar tidak mengeluar kan darah yang banyak.


Kazuya yang melihat Raehan berlutut langsung berlari dengan cepat, tidak menghirau kan rasa sakit di kaki nya.


Ia sudah berhasil mengambil kunci yang ada di pinggang pria gempal dan gendut itu. Meski ia harus membuat pria gempal itu pingsan dengan memukul bagian tengkuk nya.


"Aaassshhhh..." Ringgis Raehan menahan rasa sakit di perut nya. Di mana wajah Raehan mulai memucat.


"Astaga Rae kau terluka..." Ucap Kazuya dengan panik di mana ia melihat darah Raehan mengalir dengan cukup deras.

__ADS_1


Sementara Dion langsung mendekat ke arah Raehan.


Gadis yang sudah menyelamat kan diri nya, namun tak bisa ia selamat kan dari tikaman penculik itu.


"Raehan kamu baik- baik saja..? Astaga luka mu mengeluar kan banyak darah.. " Ucap Dion yang tak kalah panik dan kalut.


"Aku baik- baik saja... Kalian tidak perlu panik..." Timpal Raehan.


"Bagaimana bisa kamu baik- baik saja.. Jika kamu sedang terluka...!!" Bentak Dion yang sudah kalang kabut.


Bagaimana bisa Raehan mengata kan jika diri nya baik- baik saja sementara perut gadis itu sekarang berlubang karna luka tusuk ?


Mahkluk macam apa yang sedang berada di hadapan nya?


Terus mengata kan ia baik- baik saja padahal tubuh nya sudah hampir remuk berkeping- keping.


Dion menyugar rambut nya ke belakang ia masih tak habis pikir dengan Raehan.


Melihat kemarahan Dion yang begitu mengkhawatir kan diri nya. Membuat Raehan kembali membuka suara.


"Aku tahu aku terluka tapi aku tidak akan mati karna luka tusuk ini..." Raehan menenang kan ke dua pria yang terlihat sangat khawatir di hadapan nya.


"Hiks... Maaf kan aku Rae aku sama sekali tidak bisa menjaga mu dengan baik... Bukan nya aku yang melindungi mu malah kamu yang terus melindungi diri ku... Hiks..." Dion menangis dengan menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.


Rasa nya ia benar- benar tidak berguna.


Raehan berharap apa yang di kata kan nya membuat Dion berhenti untuk merasa bersalah.


Karna memang benar jika tidak ada yang bisa di salah kan di sini.


Semua nya berusaha melindungi satu sama lain, meski kini diri nya harus menanggung luka yang cukup menyakit kan.


Tapi setidak nya Kazuya dan Dion baik- baik saja meski ada banyak luka dan lebam di sekujur tubuh mereka.


"Terserah apa yang ingin kamu kata kan.. Tapi kita harus segera ke rumah sakit... Kamu harus segera di tangani.." Sela Dion yang merasa jika mereka tetap berdebat di sini maka tidak akan ada guna nya.


Nyawa Raehan lebih penting sekarang.


Dion hendak menggendong tubuh Raehan, namun Raehan menahan tangan Dion.


Dion mengerjit bingung. Sekarang apa lagi?


"Aku tidak ingin ke rumah sakit.. Bawa aku ke acara pertunangan kak Aga..." Ucap Raehan dengan tatapan memohon yang di tujukan pada Dion.


Dion mengeram kesal. Lagi- lagi Agara dan terus saja Agara.


Padahal dia dalam keadaan terluka tapi lihat lah gadis itu malah meminta diri nya untuk lebih dulu mengantar nya ke acara pertunangan pecundang itu.


Kemarahan Dion benar- benar mencapai ubun- ubun.

__ADS_1


"Selalu saja tentang Agara... Apa kamu tidak lihat kondisi mu Rae..? Kau sedang tertusuk pisau di bagian perut mu.. Dan perut mu mengeluar kan darah yang cukup banyak.. Tapi aku tidak habis pikir dengan mu, yang meminta untuk di bawa ke acara pertunangan Agara. Kau sudah gila atau gimana Rae... Pakai otak mu yang cerdas itu..." Bentak Dion dengan suara nya yang tinggi.


Sementara Kazuya sejak tadi hanya diam, karna ia tidak tahu sama sekali apa yang sedang di bicara kan Raehan dan Dion.


Tapi ia semakin khawatir pada kondisi Raehan di mana wajah mungil itu semakin memucat.


"Aku mohon.. Aku harus menghenti kan pertunangan itu kak Dion.. Raga ku bisa terluka tapi jika hati ku yang hancur aku tidak akan sanggup..." Renggek Raehan dengan isakan tangis. Berharap Dion luluh dan mau mengantar kan diri nya.


Selama ini Dion selalu mengabul kan keinginan nya saat ia meringgis dan menangis.


Kali ini ia berharap Dion akan luluh dengan isakan tangis nya.


Dion mengacak rambut nya frsutasi.


"Apa nyawa mu tidak lebih penting dari pertunangan itu... Aku tidak mau tahu kamu harus ke rumah sakit.. Aku tidak akan mengantar mu pada pemuda pecundang itu.." Dion masih menolak dengan tegas permintaan Raehan.


Raehan mendengus.


" Aku mohon kak Dion tolong aku sekali ini saja.. Setelah kamu mengantar kan ku ke acara pertunangan itu aku janji akan menurut untuk pergi ke rumah sakit.. Tapi aku tidak rela melihat kekasih ku bertunangan dengan gadis lain..." Kekeh Raehan yang masih membujuk Dion untuk mengantar nya ke acara pertunangan itu.


"Di saat nyawa mu dalam bahaya pun kamu masih mementing kan Agara yang akan bertunangan dengan Lessia... Kenapa bisa kamu mencintai Agara sedalam itu..." Batin Dion di mana hati nya saat ini patah berkeping- keping melihat kenyataan Raehan yang sangat mencintai Agara.


"Dion turuti apa yang di ingin kan Raehan.. Jika kita terus berdebat di sini maka Raehan bisa kehilangan banyak darah... Apa kau tidak lihat wajah nya semakin memucat..?" Beo Kazuya yang akhir nya menyela pembicaraan Dion dan Raehan..


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2