
...262π...
Agara keluar dari kamar nya, di mana tubuh tegap dan kekar nya sudah di balut dengan setelan jas mahal yang begitu indah di tubuh nya.
Jas pertunangan nya dengan Lessia , yang sengaja di pesan langsung dari tangan desainer terkenal oleh tuan ledgar.
Wajah Agara terlihat begitu datar, tidak ada ekspresi yang terlihat di wajah nya.
Hanya ada tatapan kosong di ke dua mata nya.
Ia masih tidak percaya akan hal ini. Hari ini ia akan bertunangan dengan Lessia untuk menyelamat kan nyawa Raehan.
Ia rela mengorban kan apa pun demi Raehan termasuk diri nya.
Tapi jika Raehan tahu jika diri nya sudah mengingkari janji nya.
Apa Raehan akan marah?
Apa Raehan mau memaaf kan diri nya?
Tapi jika diri nya tidak melakukan ini, maka Mr. Vinsion akan membiar kan Raehan mati tenggelam.
Sementara Mr. Vinsion tersenyum senang melihat Agara keluar dari kamar nya dengan penampilan yang sangat luar biasa.
"Ckkk Tuan Ledgar begitu niat untuk pertunangan putri nya.. Bahkan ia membelikan pakaian yang sangat mahal untuk cecurut itu..." Gumam Mr. Vinsion yang masih berdecak kagum dengan pakaian yang di kena kan Agara.
Ia yakin harga jas yang sedang di kenakan Agara sebanding dengan harga batu berlian seberat satu kilo.
Mr. Vinsion segera bangkit dari duduk nya, mengancing kan dan merapikan jas nya.
Akhir nya ia bisa menakluk kan Agara setelah melewati drama percintaan anak muda yang sangat membosan kan.
Tapi setidak nya sekarang, buah kesabaran nya membuah kan buah yang manis dan tentu saja membuah kan keuntungan yang akan membuat diri nya hidup bergelimang harta.
"Baik lah kamu sudah siap putra ku... Mari kita berangkat sekarang.. Aku yakin saat kamu bertemu dengan Lessia kamu akan terpesona dengan kecantikan nya..." Ujar Mr. Vinsion dengan tersenyum, sembari tangan nya menepuk bahu Agara.
Agara menatap bahu nya yang di tepuk oleh Mr. Vinsion.
Ia mengusap bahu nya dengan jijik, seakan baru saja di timpa oleh kotoran.
Agara menatap ke arah Mr. Vinsion yang hendak melangkah keluar dari apartemen nya.
"Tungguh...!" Sanggah Agara yang langsung membuat langkah Mr. Vinsion berhenti.
Mr. Vinsion memutar tubuh nya kembali. Sekarang apa lagi? Kesal nya dalam hati.
"Ada apa Agara? Kamu tidak berubah pikiran bukan?" Cecar Mr. Vinsion dengan menatap Agara nyalang.
"Apa kau sudah mengeluar kan Raehan dari toram air? kamu tidak mencoba menipu ku bukan?" Jawab Agara dengan pertanyaan.
Bagi nya yang terpenting sekarang adalah Raehan yang harus aman.
Ia tidak ingin Mr. Vinsion mengecoh diri nya.
__ADS_1
Karna ia tahu jika Mr. Vinsion bukan lah orang yang bisa di percaya.
Bibir Mr. Vinsion tersenyum miring.
"Kamu tenang saja.. Selagi kamu menuruti semua perintah ku.. Maka gadis kecil itu akan aman... Jadi ayo sekarang kita berangkat... Semakin cepat kamu menyelesai kan pertunangan mu semakin cepat pula Raehan akan di lepas kan..."
Agara menatap dengan lekat wajah Mr. Vinsion yang mulai keriput.
Memasti kan jika apa yang di kata kan oleh pria licik itu adalah benar.
Tapi sekarang ia tidak punya pilihan selain percaya pada ayah durhaka nya itu.
"Maaf kan aku Rae...!" Batin Agara menghela nafas nya panjang lalu melangkah kan ke dua kaki nya mengikuti langkah kaki Mr. Vinsion.
Jujur hati nya sangat sakit saat ini, tapi ia tidak berdaya.
Rasa takut kehilangan orang yang begitu ia cintai membuat diri nya harus mengambil keputusan.
Ia tidak ingin melihat Raehan mati di depan mata nya.
Bukan nya ia tidak percaya dengan apa yang di ucap kan oleh Raehan.
Tapi di depan mata nya sendiri, orang- orang Mr. Vinsion memasuk kan tubuh Raehan ke dalam toran Air.
Rasa nya saat itu sekali lagi ia kehilangan hidup nya.
Raga nya mungkin terlihat baik - baik saja. Tapi hati dan pikiran nya sudah hancur berkeping - keping.
Langkah kaki Agara semakin berat saat Azam membuka kan pintu mobil untuk nya.
Agara menatap Azam sekilas , memantap kan hati nya jika apa yang di pilih nya memang tepat.
"Ini demi Raehan..." Batin Agara menyakin kan diri nya dan segera masuk ke dalam mobil.
Azam menutup pintu mobil dan berjalan menuju mobil di mana terdapat Mr. Vinsion.
Agara membuang tatapan nya pada jalanan di luar jendela mobil.
Saat dengan perlahan mobil tersebut membawa nya pergi meninggal kan apartemen nya.
Rasa bersalah , takut kehilangan, khawatir, dan gelisah bercampur aduk di dalam hati Agara.
"Maaf kan aku Rae.. Bukan nya aku ingin menyakiti mu.. Tapi aku tidak ingin melihat mu tiada.. Aku bisa mengorban kan apa pun untuk mu... Ini memang salah ku.. Seharus nya aku tidak membawa mu menemui Mr. Vinsion hingga dia mengguna kan diri mu untuk mengancam ku.. Aku benar- benar tidak berguna. Aku hanya bisa membuat hidup mu ada dalam bahaya.. Maaf kan aku Rae.. Maaf kan aku..." Lirih Agara menumpah kan keluh kesah yang ada di dalam hati nya.
Di mana bayangan wajah Raehan yang tersenyum manis di pelupuk mata nya semakin mengiris- ngiris sakit hati nya.
Bersamaan dengan itu, sekelebat ingatan menayang kan saat- saat kebersamaan mereka.
Mulai dari pertama kali mereka bertemu, hingga malam yang menjadi saksi bisu pertemuan mereka.
Tanpa di undang. Satu buliran bening menetes dari sudut mata Agara. Meluncur dengan mulus pada rahang tegas dan tampan itu.
Blarrrr...
__ADS_1
Cettarrr...
Tik
Tik..
Tik..
Suara gemuruh guntur dan kilat terdengar bersahutan di langit, di mana langit yang semula terang kini perlahan berubah menjadi mendung.
Suara tetesan air hujan mulai memenuhi bumi , menyirami setiap inci bumi tanpa terkecuali.
Agara menatap ponsel nya, menyala kan benda pipih itu.
Di mana terdapat foto diri nya bersama Raehan yang tengah tersenyum manis saat malam jadian mereka.
Foto yang Agara jadi kan sebagai wallfafer ponsel nya.
Ibu jari Agara mengusap lembut layar ponsel tepat pada wajah Raehan yang begitu bahagia.
"Aku mencintai mu... Aku mencintai mu..." Lirih Agara dengan suara nya yang tercekat.
Di mana rasa nya dada nya semakin bergemuruh dengan rasa sesak yang memenuhi rongga dada nya.
Sebuah keberdayaan sudah menakluk kan diri nya.
Memisah kan diri nya dengan cinta nya.
Bahkan bumi kini menurun kan hujan nya. Seolah mengerti bagaimana perasaan Agara yang sedang di hujam dan di tusuk ribuan kali.
Namun kembali lagi, ia hanya ingin melihat Raehan selamat tanpa ada satu pun kekurangan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.