Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Agara meet Dion !


__ADS_3

...97...


Agara menghempas kan bokong nya di sofa ruangan milik nya dengan kasar.


Tentu saja ia punya ruangan sendiri di sekolah ini. Mana berani pihak sekolah tidak menyedia kan ruangan pribadi untuk seorang Agara yang menjadi idola sekolah selama tiga tahun beruntun.


Menjadi siswa berbakat dengan sejuta penggemar. Karna kehadiran nya juga di sekolah ini, juga termasuk unsur mengapa pendaftaran murid baru di sekolah ini melejit selama tiga tahun ini.


Ruangan yang begitu kontras dengan perpaduan warna cerah dengan warna gelap.


Benar- benar terlihat begitu gentelman dan macco.


Ruang pribadi milik nya memang mirip dengan ruangan milik Dion yang notabene nya adalah ketua osis Milver.


Pihak sekolah menyedia kan dua ruangan pribadi untuk ketua osis dan juga untuk siswa berprestasi.


Dan sekarang di sini lah diri nya, di ruangan yang selama tiga tahun menjadi saksi bisu perjalanan sekolah nya yang terkesan membosan kan.


Bahkan diri nya tidak terlalu sering untuk berkunjung ke ruangan ini.


Di depan nya, ada ranjang ukuran kingsize dengan dua meja nakas di samping ke dua sisi nya.


Lalu di samping nya ada meja belajar dengan deretan rak buku yang menggantung di tembok dengan kuat.


Lalu di sebelah nya lagi ada lemari satu pintu yang Agara gunakan untuk menyimpan perlengkapan sekolah cadangan.


Sedang kan di samping kiri ada pendingin minuman dan beberapa perabot yang mempercantik ruangan.


Pihak sekolah benar- benar mengatur semua nya untuk membuat diri nya nyaman. Memang sangat pantas jika Milver High School di nobat kan menjadi sekolah termewah dan termegah.


Agara menggeram kuat, hingga terdengar gemelatuk gigi nya di tengah hening nya ruangan.


Tangan nya yang mengepal erat dengan tonjolan urat- urat yang sudah mengeras.


Dengan satu kali sapuan tangan nya, sebuah vas bunga di atas meja di depan nya langsung melayang terjatuh ke lantai.


Prang....


"Kenapa hati ku tidak terima !!! " Teriak Agara kesal sambil memukul dada nya dengan keras.


Ia tidak habis pikir, kenapa hati nya begitu tidak nyaman hanya dengan melihat gadis sial itu meladeni pria lain hingga tidak menyadari kehadiran nya.


Diri nya sudah berusaha dengan begitu keras untuk menutupi lubang hati nya yang sudah berhasil di gali sedikit demi sedikit oleh Raehan.


Dengan tekad gadis sial itu yang terus menempel pada nya, membuat diri nya sedikit terbiasa dengan kehadiran gadis pendek itu.


Tapi ia juga tidak suka jika gadis sial itu bersikap ramah dengan pria lain. Hati nya tidak terima dan ingin rasa nya ia mengatakan jika gadis sial itu hanya boleh bersikap ramah pada diri nya.

__ADS_1


Tapi kembali lagi harga diri dan juga luka menghantui Agara.


Seandai nya ia bisa menyingkir kan luka yang di toreh kan oleh dua orang yang sangat penting dalam hidup nya begitu dalam. Hingga seluruh hidup nya dia jalani bergandengan dengan rasa takut itu.


"Tidak... Ini belum saat nya aku memikir kan masalah hati. Ada hal yang lebih penting yang harus ku lakukan. Yaitu membalas pria busuk itu.. Perlahan tapi pasti.." Ujar Agara dengan menghela nafas nya panjang.


"Pembalasan apa yang ingin kamu lakukan.?" Suara bariton yang begitu tajam langsung membuat Agara bangkit dan membalik kan tubuh nya.


Di ambang pintu, terlihat berdiri tubuh yang cukup kekar dan tinggi yang sedang menatap Agara dengan penuh selidik. Sembari di tangan nya ada beberapa berkas yang terselip.


"Kau...???" Kening Agara berkerut saat melihat Dion yang sedang menatap nya tajam.


"Iya aku, apa kamu ingin mengusir ku seperti terakhir kali nya?" Ejek Dion dengan smirk nya.


Agara berdecak kesal, belum tuntas satu perkara yang membuat nya kesal. Sekarang di depan nya sudah di hadir kan sosok yang sangat menyebal kan bagi nya.


"Apa kamu belum puas untuk memerintah ku.? Hal konyol apa lagi yang kamu ingin aku lakukan?" Tanya Agara dengan sarkas.


"Aku tidak menyuruh mu dengan semena- mena. Ingat ini adalah kewajiban mu Agara. Sekali saja buang ego mu dan lakukan kewajiban mu..."


"Hhhhh..." Agara mendengus mendengar ceramah Dion.


Dion melangkah masuk ke dalam, rasa sakit dan iri yang tumbuh saat bertatapan dengan Agara membuat diri nya benar- benar tidak nyaman.


Tapi saat ini ia tidak boleh terpengaruh dengan perasaan nya dan mengabai kan tugas nya.


"Kamu adalah CO Husos, kamu sudah tahu apa tanggung jawab mu.. Aku tidak perlu lagi mengatakan apa pun..." Ujar Dion dengan rahang mengeras sempurna.


Hati nya benar- benar sakit, saat memori Raehan dan Agara menubruk ingatan nya.


Ingin rasa nya saat ini ia mencaci maki Agara dan mengatakan untuk menjauhi Raehan.


Tapi tidak, ia tidak sekejam itu untuk merampas kebahagian gadis bodoh nya.


Setidak nya untuk beberapa minggu ke depan ia tidak akan bertemu dengan Raehan, karna kesibukan urusan osis merekrut anggota baru. Dion sangat bersyukur atas hal itu. Meski di lain waktu yang bersamaan ia tidak bisa menahan rindu untuk bertemu dengan Raehan.


"Kau sudah selesai dengan urusan mu bukan.. Sekarang pergi lah dari ruangan ku.. Aku pikir kamu tidak akan lupa di mana letak pintu..." Ujar Agara dengan sinis.


Dion mengerjap beberapa kali, mengontrol amarah yang sudah ingin lepas dan menghujam ke arah Agara.


Tapi ada satu hal yang membuat nya sedikit penasaran, tentang pembalasan yang di katakan Agara.


Ia tidak peduli akan semua itu. Tapi ia khawatir jika Agara sampai menyeret Raehan masuk dalam dendam yang akan membahayakan gadis kecil itu.


"Aku akan pergi, tapi katakan pembalasan apa yang kamu maksud...?" Tanya Dion dengan tajam, bahkan tubuh nya satu langkah mendekat pada Agara. Mengeluar kan aura dominan untuk menekan pria yang menjadi rival nya dalam kisah cinta nya yang berakhir tragis.


Agara menelan saliva nya paksa. Dion ternyata mendengar apa yang ia katakan.

__ADS_1


"Apa urusan mu mencampuri urusan ku Dion...? Pembalasan apa pun yang aku maksud itu bukan urusan mu..." Timpal Agara dengan menatap Dion tajam, seakan siap membelah tubuh Dion menjadi dua.


"Tentu saja itu urusan ku Agara.. Karna aku tidak ingin kamu menyeret Raehan dalam pembalasan mu..." Sahut Dion tidak kalah tajam.


Blarrrr.....


Bagai di sambar ribuan petir, hati Agara berdenyut perih.


Apa ini?.


Dion dan Raehan saling mengenal? Bahkan Dion begitu melindungi nya?.


Gadis semacam apa Raehan hingga begitu banyak pria yang dekat dengan nya.?


Agara pikir hanya diri nya satu- satu nya pria yang dekat dengan gadis sial itu? Tapi ini semua sekali lagi menghancur kan hati Agara.


"Tidak pernah ku sangka jika gadis sial itu begitu banyak memiliki pria di sisi nya. Ternyata dia tidak lebih dari Gadis murahan seperti yang lain nya. " Batin Agara yang sudah terselubungi asap amarah.


Agara menyeringgai ke arah Dion, menampil kan wajah devil nya yang terlihat mengerikan.


"Siapa diri mu hingga menyangkut paut kan semua nya dengan Gadis sial itu, siapa nama nya Raehan?. Apa hubungan mu dengan gadis itu...?" Tanya Agara dengan membabi buta bahkan kini mencengkram kerah baju Dion.


...----------------...


...****************...


Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2