Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Final


__ADS_3

...184โฃ...


Tampak dari pintu yang menjulang tinggi, Mr. Vinsion serta sekertaris nya Azam terlihat memasuki ruangan.


Senyum Lessia mengembang dengan sempurna melihat orang yang di tunggu- tunggu akhir nya tiba.


"Paman Vinsion....!" Panggil Lessia dengan manja, yang langsung menghambur memeluk sang ayah mertua.


Tentu saja ia harus bersikap manis pada laki- laki tua ini.


Karna diri nya masih membutuh kan bantuan Mr. Vinsion untuk memaksa Agara agar mau bertunagan dengan nya.


"Uhhhh Lessia sayang..." Mr. Vinsion menyambut pelukan Lessia , yang akan diri nya pergunakan untuk membuat sang mentri bersedia menjadi investor dalam bisnis baru yang akan ia bangun.


Ke dua- dua nya saling memanfaat kan, dengan tujuan yang berbeda.


Namun ke dua nya sama- sama licik, di mana yang satu ingin menjadi yang terbaik , sedang kan yang satu nya ingin menjadi yang terkaya.


Lessia mengamit manja lengan Mr. Vinsion dan menggiring nya untuk duduk di sofa mahal rumah nya.


Sementara dua bola mata hitam pekat, terkesan begitu tajam sedang mengawasi gerak- gerik ke dua orang tersebut.


"Di mana papa mu Lessia ?" Tanya Mr. Vinsion dengan mengedar kan pandangan nya ke setiap penjuru ruangan.


"Papa akan segera turun... Oh ya paman bagaimana dengan masalah pertunangan ku... Pasti Agara menolak bukan..?" Raut wajah Lessia berubah menjadi di tekuk dalam, yang langsung membuat Mr. Vinsion panik.


Tentu saja untuk mendapat kan apa ia ingin kan, ia harus membuat Lessia tetap bahagia dan mengabul kan semua permintaan nya.


Karna selama Lessia bahagia, maka kunci keberhasilan dan kekayaan nya akan tetap aman.


"Kau tahu sifat Agara yang sangat keras kepala... Tapi paman akan menyakin kan dia bahkan akan memasti kan jika Agara akan bertunangan dengan mu... Kamu bisa memegang kata- kata paman..." Jawab Mr. Vinsion menyakin kan Lessia.


Di mana wajah sembraut Lessia berubah tersenyum penuh arti.


"Tunggu saja gadis boncel... Aku pasti kan kamu akan menangis beguling- guling saat melihat Agara memasang cincin di jari manis ku..." Batin Lessia dengan smirk licik di bibir nya.


"Wowww seperti nya putri ku dan calon mertua nya sedang berbincang seru..." Sarkas suara bariton yang begitu terdengar dengan tegas, yang langsung membuat Lessia dan Mr. Vinsion melempar pandangan nya ke arah sumber suara.


Di mana dari arah tangga, seorang pria tegap dengan wajah berwibawa di lengkapi dengan kumis melengkung di atas bibir nya , yang menambah kesan menyeram kan.


Ke dua sorot mata hitam nya menatap tajam pada Mr. Vinsion yang kini sudah berdiri dengan menyunging kan senyum kaku.


Bahkan bisa terlihat jika jakun Mr. Vinsion turun naik dengan cepat.


"Tuan Ledgar....!"

__ADS_1


"Papa...!"


Lirih Lessia dan Mr. Vinsion bersamaan saat pria yang di panggil tuan Ledgar itu menduduk kan diri nya di depan Mr. Vinsion dan Lessia, dengan kaki yang di silang kan pada kaki lain nya.


"Senang bertemu dengan mu Tuan Ledgar... Akhir nya kita bisa bertemu kembali...." Ucap ramah Mr. Vinsion dengan nada akrab.


Bukan kah ia harus bersikap ramah dengan calon besan nya, yang akan menjadi tambang emas nya.?


Dada Mr. Vinsion bergemuruh ria dengan pemandangan helaian uang yang berhamburan.


"Silah kan duduk Mr. Vinsion..." Balas Tuan Ledgar dengan merentang kan tangan nya, mengisyarat kan mempersilah kan sang calon besan untuk duduk kembali.


"Papa..." Cicit manja Lessia, yang langsung mendapat elusan lembut dari sang ayah.


"Terimakasih tuan... Saya datang berkunjung kemari untuk membahas masalah pertunangan anak- anak kita..." Mr. Vinsion mulai melancar kan rencana nya.


"Tentu saja , aku sudah melihat bagaimana cara putra mu membuat putri ku tersenyum bahagia... Kata kan apa yang ingin kau sampai kan..."


Gejolak kekayaan semakin menari- nari di mata Mr. Vinsion, saat melihat lampu hijau yang sedang menyala untuk nya.


Hanya perlu berjalan terus maka apa yang di ingin kan nya pasti akan tercapai.


Memang nasib nya selalu mujur dan beruntung.


Sebentar lagi kekayaan nya akan bertambah.


"Tentu saja papa melihat mu dengan nya pergi jalan berdua malam itu..."


Pipi Lessia langsung merona karna malu, saat mengingat kencan nya dengan Agara. Meski kencan tersebut di kacau kan oleh Raehan bahkan ia berakhir di tinggal kan di tepi jalan oleh Agara.


"Jadi begini tuan, rencana pertunangan anak- anak kita seharus nya bukan lah sebuah rencana atau omong kosong belaka, mereka saling menyukai satu sama lain bagaimana jika kita mengambil tindakan dan benar- benar mengikat mereka berdua..." Ucap Mr. Vinsion dengan seribu kebohongan yang benar- benar terdengar sangat manis.


Meski kenyataan nya semua yang di kata kan adalah sebuah omong kosong.


Ia begitu handal memainkan lidah nya untuk membuat kebohongan yang sangat apik.


Membuat lawan dengan mudah terperangkap dalam kata- kata manis nya.


"Aku rasa aku setuju dengan itu semua... Selama putri ku bahagia maka aku akan melakukan apa pun untuk nya..." Tuan Ledgar langsung menyetujui perkataan Mr. Vinsion dengan gamblang nya.


"Hmmm papa..." Cicit Lessia dengan manja, melihat sang ayah yang lagi- lagi memenuhi keinginan nya.


"Kau bahagia dengan pertunangan ini kan sayang?" Kini pertanyaan di lempar kan pada Lessia.


"Iya..." Jawab Lessia dengan mantap, meski tujuan sebenar nya ia ingin mengikat Agara adalah hanya untuk membuat Raehan kalah.

__ADS_1


"Ohhh ya Tuan.. Aku juga datang ke sini dengan sebuah pengajuan kerja sama..." Mr. Vinsion menyodor kan sebuah berkas pada Tuan Ledgar.


Tuan Ledgar mengerjit melihat berkas di atas meja, ia sangat tahu apa yang di ingin kan calon besan nya.


"Ternyata semua nya sama saja..." Batin Tuan Ledgar yang tetap meraih dan membaca isi berkas tersebut.


Tanpa basa- basi, Tuan Ledgar meraih boilpoin yang selalu bertengger di saku kemeja nya.


Lalu mencoret kan tanda khas di atas kertas putih tersebut.


"Aku setuju untuk menjadi investor pada bisnis baru mu... Ini sebagai hadiah pertunangan putri ku..." Tuan Ledgar meletak kan kembali berkas tersebut di atas meja, lalu mendorong nya ke arah Mr. Vinsion.


Mata Mr. Vinsion melebar, melihat berkas kerja sama nya langsung di tanda tangani dengan mudah.


Ia sungguh sangat bahagia, rencana nya di mulai dengan sangat lancar.


"Tapi paman harus memasti kan jika Agara mau bertunagan dengan ku, jika tidak aku akan meminta papa untuk memutus kan kerja sama ini..." Bisik Lessia di telinga Mr. Vinsion.


Mata lebar Mr. Vinsion langsung mengecil , saat mendengar ancaman dari Lessia.


Sial seorang gadis ingusan berani mengancam diri nya. Pekik Mr. Vinsion kesal. Lalu menatap pada Lessia yang sedang tersenyum ramah ke arah nya.


"Gadis licik..." Umpat Mr. Vinsion yang juga memasang senyum kepura- puraan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2