Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Rasa Sakit ?


__ADS_3

...32...


"Akan ku beri tahu , tapi berikan nomer ponsel mu dulu tampan... He he..." Kekeh Kiara manja.


Sabar !!


Sabar Dion !!


Batin Dion, menekan emosi nya. Menghadapi gadis centil di depan nya sungguh menyita tenaga.


Tapi ia tidak boleh menghidupkan mode on marah nya. Bisa- bisa bukan mendapatkan apa yang ia ingin kan. Gadis centil ini malah lari kocar kacir.


"Lihat saja Rubah betina... Aku akan membuat perhitungan dengan mu... Bisa- bisa nya kau membuat ku menggila hanya untuk mencari mu..." Sumpah Dion dalam hati, dengan rahang yang terus mengetat.


Dion meraih ponsel Kiara, mengetikkan beberapa angka lalu mengembalikan nya pada sang tuan.


Kiara merotasi mata nya penuh kemenangan. Entah kebaikan apa yang sudah ia lakukan. Hingga bisa mendapat kan nomer ponsel ketua osis sensasional seperti Dion.


Huhhh, seperti nya ia harus berpindah haluan, dari pengejar Agara sang idola sekolah menjadi pengejar Dion sang ketua osis tampan.


"Katakan sekarang di mana kau melihat Raehan??" Tanya Dion datar, meski dada nya sudah ingin meledak karna kesal.


Wajah sumringah Kiara langsung berubah kusut. Seperti sebuah kaset rusak.


"Raehan... Raehan lagi... Bisakah bibir seksi mu itu menyebut nama ku Kiara?" Batin Kiara sambil mencebikkan bibir nya.


Ia tidak habis pikir dengan ke dua pria tampan ini. Selalu mencari Raehan.


Apa sih yang di miliki gadis dengan tinggi di bawah rata- rata itu?


Cantik tidak, Cupu iya.


Tinggi tidak, boncel iya.


Kiara menghembuskan nafas nya kasar. Menatap Dion dengan malas.


"Tadi aku lihat dia di tarik sama kak Aga..." Jawab Kiara dengan nada tidak suka.


Seperti nya tingkat kebencian nya pada Raehan kini bertambah satu level lagi.


Rahang Dion melemas, mendengar penuturan Kiara. Sedang kan dahi nya berkerut.


"Agara?? Ck... Apa Agara mengenal rubah betina itu?.. " Batin Dion berpikir keras, rasa nya kepala nya akan pecah memikir kan nya.


"Aaaaarrrhhhhhhhh...." Teriak Dion frustasi sebelum melenggos pergi keluar dari kelas X A.


Fir menatap kepergian Dion dengan mata melotot. Untung saja jantung nya tidak keluar dari dada nya, karna terlejut dengan teriakan Dion yang tiba- tiba.


Sungguh Aneh.. Pikir Fir.


"Raehan Raehan kekacauan apa yang sudah kamu buat.. Seharus nya kamu tidak berurusan dengan dua cowok berbahaya itu..." Lirih Fir sambil mengelus- ngelus dagu mulus nya tanpa jenggot.


"Maka nya bilangin teman kamu itu.. Biar ngak genit- genit sama cowok..." Sosor Kiara persis di dekat telinga Fir.


Yang langsung membuat Fir menjauh kan wajah nya.


"Jangan ikut campur kamu mulut bebek... Sikat gigi noh.. Nafas kok bau terasi...!!" Pekik Fir melenggos pergi.


Kiara memanyunkan bibir nya. Dasar cowok ngak ada saringan, teriak Kiara dalam hati.


Lalu menguap dan mencium telapak tangan nya sendiri. Memastikan apa yang di katakan Fir tentang nafas nya benar atau tidak.

__ADS_1


"Menurut kalian nafas ku bau??" Tanya Kiara pada ke dua antek- antek nya dengan tatapan membunuh, yang langsung di jawab dengan gelengan kepala cepat oleh ke dua nya.


...----------------...


Dion melangkah kan kaki nya dengan cepat. Ia sangat penasaran kenapa Agara membawa Raehan bersama nya.


Apa mereka sudah sedekat itu?.


Lalu kenapa hati nya terasa seperti di remas- remas dengan keras?.


Ada apa dengan diri nya?.


Bukan kah ini bukan urusan nya, jika Raehan dekat dengan orang lain, lalu kenapa dia semarah ini.?


Ribuan pertanyaan terus melayang- layang di kepala Dion.


Ia tidak habis pikir dengan diri nya sendiri. Ia sudah menahan diri untuk tidak mencari rubah betina itu, tapi entah kenapa seluruh tubuh nya bergerak tanpa mengikuti perintah otak nya.


Ia sangat marah, ia terluka saat mendengar penuturan Kiara.


Rasa nya saat ini, ia ingin menghancurkan dunia dan segera menemukan Raehan.


Langkah Dion terus terayun menuju danau sekolah. Wajah nya merah padam seperti cabai yang matang.


Tangan nya mengepal sempurna dengan urat- urat yang tercetak jelas di bawah kulit nya.


Rahang nya mengetat sempurna dengan sorot mata penuh api kemarahan.


Ia sangat tahu, di mana pria introvert itu sering berada. Ia yakin pasti Agara membawa Raehan ke sana.


Tapi yang begitu membingungkan, kenapa pria jutek, pendiam, introvert , dan juga membenci makhluk yang bernama perempuan bisa membawa rubah betina nya?.


Langkah lebar Dion berhenti , dengan ke dua manik mata nya yang menatap lurus ke depan.


Di depan nya tampak dua pasang anak manusia sedang tertawa begitu bahagia.


Saling mengejar satu sama lain, seolah dunia ini hanya milik mereka.


Saling memercikkan air satu sama lain, seolah mereka layak nya sepasang kekasih yang sedang bermain.


Duar....


Rasa nya ada bom waktu yang meledak, menghempaskan tubuh nya hingga terpental jauh dan hancur berkeping- keping.


Ujung hati nya nyilu, melihat Agara dan Raehan tertawa bersama.


Ada rasa sakit yang diri nya tidak bisa jelas kan.


Dada nya seakan penuh dan terasa sesak. Seolah - olah ada sesuatu yang menindih nya.


Dion mengangkat tangan nya, lalu meletakkan nya di dada.


"Rasa sakit apa ini? kenapa begitu sakit saat aku melihat Raehan bersama laki- laki lain?.." Lirih Dion dengan tangan lain nya yang mengepal erat, hingga buku- buku tangan nya memutih sempurna.


Di sisi lain, dua orang lawan jenis, sedang asik saling mengejar, dan mencipratkan air. Dengan gelak tawa bahagia tanpa beban sedikit pun.


Dugh...


Bugh..


"Au.." Pekik Raehan saat ujung jari kaki nya menyandung sebuah batu.

__ADS_1


Agara langsung berlari ke arah Raehan, berjongkok melihat ujung jari Raehan yang sedikit berdarah.


"Kak Aga.. Sudah lah aku tidak apa- apa" Ujar Raehan, berusaha membuat Agara bangun.


Ia tidak ingin orang lain melihat posisi Agara yang seperti berlutut di depan nya.


Bisa- bisa ia jadi bulan- bulanan sekolah jika para fans club pria tampan ini melihat perlakuan manis sang idola.


"Tidak hanya sial kau juga ceroboh sekali... Apa perlu aku memanggil mu. Gadis sial dan ceroboh ck..." Decak Agara, sambil membersihkan kaki Raehan.


"Apa seberat itu kak Aga memanggil nama ku... Hingga memanggil ku gadis sial ?" Jawab Raehan dengan nada bicara yang di buat kesal.


"Aku memanggil mu sesuai dengan tingkah mu yang selalu membuat ku sial..."


"Lalu apa hari ini aku membuat mu menghadapi sebuah kesialan?"


"Tentu saja.."


Raehan mengerut kan dahi nya. Apa yang sudah di lakukan nya hari ini yang membuat pria ini sial, pikir Raehan.


"Apa?"


"Gara - gara kau, hari ini aku tidak memakai seragam. Itu lah kesialan ku..." Jawab Agara Enteng, yang membuat Raehan membulatkan bibir nya dengan sempurna.


Bagaimana bisa seperti itu?


Bukan kah dia sendiri yang menawarkan seragam nya untuk ia pakai.


Lalu apa ini?


Sekarang dia malah menyalahkan diri nya.


Raehan benar- benar tidak habis pikir.


"Tapi, tadi kak Aga yang menawarkan aku untuk pakai seragam ---"


Bruk...


Tubuh Agara ambruk ke tanah, saat sebuah tenaga mendorong tubuhnya.


Ke dua mata Raehan membola, melihat Agara tersungkur.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??


__ADS_2