Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tukang ojek !


__ADS_3

...182โฃ...


Raehan menatap tidak percaya dengan pria yang yang ada di hadapan nya.


Agara terlihat mengguna akan helm dan berdiri dengan tersenyum di samping vespa orange kesayangan Raehan.


Kejutan apa lagi ini?


Pekik Raehan yang selalu saja berhasil di kejut kan dengan sikap Agara yang benar- benar tidak sesuai dengan sikap dingin nya.


Mulai dari mengecup kening nya, lalu datang ke kontrakan nya di malam hari, belum lagi dengan pelukan tiba- tiba yang rasa nya membuat jantung Raehan berkali - kali berdebar dengan tidak normal.


Sungguh berada di samping Agara membuat kesehatan jantung Raehan memburuk.


Mungkin ini terjadi pada semua orang yang sedang jatuh cinta, pikir Raehan tanpa memaling kan tatapan nya dari Agara.


"Kenapa masih diam di situ?" Celetuk Agara yang sudah siap dengan helm nya, membuat Raehan tersentak.


"Aaa--- Apa kak Aga yakin akan mengguna kan motor vespa ku? Apa tidak sebaik nya mengguna kan mobil kak Aga saja.?" Balas Raehan dengan sedikit terbata- bata sambil tangan nya menunjuk mobil mewah Agara yang sedang terparkir dengan nyaman di depan kontrakan nya.


"Kenapa? aku rasa naik motor mini juga asik. Apa lagi bisa merasa kan udara malam... Atau kamu yang malu naik vespa ini bersama ku?" Selidik Agara dengan menajam kan tatapan nya pada Raehan.


Raehan menggeleng- geleng dengan cepat. Bagaimana bisa Agara mengata kan opini buruk itu.


"Ahhhh tidak... Tidak... Aku tidak mungkin malu menaiki vespa itu, lagian aku selalu menggunakan vespa orange ini untuk pergi ke sekolah. Untuk apa aku malu..?" Sanggah Raehan berjalan mendekati sang motor kesayangan keluarga nya itu.


Mengelus motor vespa nya dengan kasih sayang.


Bagaimana bisa ia malu untuk menaiki vespa kesayangan nya. Itu tidak mungkin, mungkin di mata orang lain ini hanya lah sebuah motor jadul rongsokan. Tapi bagi Raehan Vespa nya sudah seperti teman nya. Yang selalu bersedia mengantar nya kemana pun tujuan nya pergi.


Memang diri nya sangat mendramatisir, tapi bagaimana lagi, hati nya memang sangat lembut seperti kapas.


Agara tersenyum tipis, melihat tingkah Raehan yang mengelus motor kesayangan nya.


"Motor butut nya saja sangat di sayang, bagaimana dengan kekasih nya... Malam ini aku akan membuat semua jelas..." Batin Agara dengan melepas kan jaket nya, dan memasang kan nya pada Raehan.


"Lo... Kok jaket nya di pasangin ke aku sih kak?" Seru Raehan dengan menatap Agara heran.


"Tentu saja.. Karna aku tidak ingin tubuh mu yang tipis kayak penggaris itu di lihat oleh orang lain... Ntar aku di kira jalan sama sapu lidi lagi..." Ledek Agara jahil.


Puk...


Satu pukulan tanpa tenaga mendarat di lengan Agara.


"Yey... Gini- gini banyak yang naksir tahu... Huh..." Dengus Raehan sedikit kesal.

__ADS_1


Lihat lah sekarang bahkan Agara berani meledek diri nya.


Bukan kah ini sangat bertolak belakang dengan sikap dingin pria itu ?


Tapi ya sudah lah mungkin sifat asli Agara memang seperti itu, di mana sebenar nya dia adalah sosok yang ceria namun karna trauma membuat sifat dan sikap nya berubah total.


"Ayo Rae semangat, kamu harus mengeluar kan Kak Aga dari trauma nya.. Bukan kah ini kemajuan yang cukup bagus...?" Batin Raehan dengan menyala kan semangat juang nya.


" Tapi seperti nya tidak perlu deh kak.. Mending kakak aja yang pakai jaket, ntar kak Aga kedinginan lagi..." Tolak Raehan sambil hendak membuka jaket yang di pasang kan Agara.


Namun sebelum jaket itu terlepas, Tangan besar Agara sudah mencekal tangan nakal Raehan.


"Kamu benar- benar sangat pembangkang... Kamu pikir aku selemah itu? Yang ada harga diri ku akan hilang karna tidak memberi kan jaket pada gadis yang hanya menggunakan mini dress tipis..." Mata Agara menelisik penampilan Raehan dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Di mana Raehan hanya memakai mini drees lengan pendek dengan panjang di atas lutut. Lalu ke dua kaki pendek putih gadis itu hanya memakai sandal jepit dengan icon boneka menyembul.


Sangat sederhana namun terkesan sangat manis.


"Baik lah jika kak Aga memaksa..." Pasrah Raehan, lalu meraih helm pink kesayangan nya lalu memasang nya dengan perlahan.


Ia sengaja memperlambat saat memasang tali helm, ia berharap Agara akan memasang kan nya untuk diri nya.


Bukan kah akan sangat romantis jika adegan dalam film korea itu terjadi pada diri nya?


Di saat tokoh wanita tidak bisa memasang tali helm, maka sang tokoh pria akan memasang kan nya.


Namun satu menit berlalu, Raehan masih memasang wajah lugu dengan tali helm yang belun terpasang.


"Ayolah bisa cepatan dikit gadis sial..!! Hanya memasang tali helm saja lama nya sampe dua tahun...!" Celetuk Agara tanpa perasaan yang langsung membuat Raehan memasang tali tersebut dalam satu kali tekan.


Sementara wajah Raehan sudah mengerucut persis seperti piramida, di mana bibir nya memanjang ke depan.


Halu nya yang sudah mencapai tingkat prefesional langsung di hancur kan oleh ketidak pekaan Agara.


Sangat menyebal kan, ringgis Raehan dengan berjalan memutar ke arah jok belakang.


"Dasar cowok ngak peka..!" Umpat Raehan dengan menepuk jok keras.


Plak..


"Kamu bilang apa tadi?" Tanya Agara yang hanya mendengar samar- samar ucapan Raehan.


"Ngak ada kok, ya udah ayo sekarang kita pergi cari makan...! Bukan nya kak Aga udah laper kan?. Ntar aku di kira pembunuh lagi karna menunda niat makan orang... Jaman sekarang kan semua nya sensitif... Huhhhhhh...." Dengus Raehan kasar, seperti dengusan seekor benteng yang siap menubruk kain merah di depan nya.


Agara menutup mulut nya yang sudah tidak tahan untuk tertawa.

__ADS_1


Rasa nya malam ini ia sangat bahagia, ia tidak pernah merasa kan kebahagian seperti ini.


Dan malam ini juga adalah malam pertama diri nya akan jalan berdua dengan seorang gadis.


Apa ini pantas di sebut kencan?


Tapi yang lebih membuat diri nya geli, adalah wajah Raehan yang cemberut yang terlihat begitu menggemas kan di mata nya.


Rasa nya hati nya meleleh melihat sikap manis gadis pendek di depan nya.


Ia sangat bersyukur atas kehadiran Raehan, di mana hidup nya tidak akan sesepi dan sesuram gelap.


Di mana kini ada tangan tulus yang mau menggenggam tangan nya, dan berjanji tidak akan meninggal kan nya.


Dan janji itu yang menjadi alasan mengapa bibir nya yang kaku akhir nya bisa tersenyum bebas.


"Kenapa bengong ?" Seru Raehan terdengar cukup sinis, sementara tangan nya di lipat di depan dada.


"Karna aku menunggu tukang ojek ku dan itu adalah kamu..." Tunjuk Agara dengan menaik turun kan alis nya.


"Hah?"


...----------------...


...****************...


Pengen cubit si Raehan deh๐Ÿ˜…


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2