Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Pencuri 2


__ADS_3

...141โฃ...


Kini kelima remaja yang memasang wajah bingung, karna di tuduh sebagai seorang pencuri tengah di kerubungi oleh banyak orang.


Baru beberapa detik setelah kejadian perkelahian antar kubu mereka, namun kini datang lagi masalah yang tidak terduga.


Agara menatap curiga dengan ke dua mata yang menelisik setiap di antara mereka berlima.


Tentu saja bukan diri nya yang mencuri, untuk apa ia mencuri jika ia bisa membeli barang- barang ini.


Agara melempar pandangan curiga nya kepala Miya yang masih melongo mencerna kejadian yang membuat nya Shock.


Merasa mendapat tatapan kecurigaan dari Agara, Miya dengan spontan menggeleng cepat.


Ayolah, diri nya datang ke sini untuk menghabis kan uang Fir bukan untuk mencuri. Lagi pula dia baru saja datang untuk menyelamat kan Raehan, bukan untuk mencuri. Batin Miya dengan perasaan yang semakin kalut.


Agara mencoba mencari kebenaran pada ke dua tatapan Miya, tapi memang seperti nya gadis dengan tubuh berisi itu bukan pelaku nya.


Agara kembali melempar pandangan nya ke arah Fir yang juga masih menganga terkejut.


"Ke... Kenapa menatap ku seperti itu?" Gugup Fir yang tidak terima dengan tatapan merah darah yang mencurigai nya.


"Kamu jangan berani- berani menuduh ku ya, Jika mau aku bisa membeli semua barang di sini.. Tidak seperti mu..." Celetuk Fir kembali dengan nada mengejek yang kembali membuat Agara jenggel dengan tingkah abnormal Fir.


"Maaf semua nya, seperti nya kalian salah menangkap orang..." Cicit Lessia yang maju lebih dekat dengan dua satpam yang sudah bersiap untuk menangkap mereka.


Memasang wajah manis, bak bayi kecil mungil yang begitu menggemas kan.


"Maaf nona, tapi tidak mungkin alarm berbunyi jika salah satu di antara kalian tidak mencuri perhiasan atau aksesoris lain nya dari toko kami.." Sanggah sang penjaga toko yang tadi berteriak.


Sang penjaga toko menatap dengan tatapan memindai mereka berlima dengan teliti, mulai dari ujung kaki hingga kepala.


"Tapi kami bukan anak remaja biasa.. Kamu juga pasti mengenal ku kan..? Aku dan teman- teman ku ini berasal dari keluarga kaya, jadi kami tidak akan mencuri barang receh kalian karna kami sanggup membeli nya..." Lessia menjeda kalimat nya.


"Tapi,,, aku tidak tahu dengan Raehan yang berasal dari kampung..."


Semua mata langsung menatap ke arah Raehan dengan sorot mata mengintrogasi.


Aura di sekitar Raehan langsung berubah mencekam, karna menerima tatapan mengintimidasi dan juga vonis jika diri nya adalah pelaku yang sudah mencuri perhiasan itu.


Lessia menampilkan senyum smirk nya, saat lagi- lagi ia berhasil memainkan situasi untuk memojok kan Raehan.

__ADS_1


"Tamat sudah riwayat mu Raehan... Tidak hanya di sini nama mu akan harum di kenal dengan nama Raehan si pencuri, tapi seluruh sekolah juga akan tahu..." Batin Lessia, yang berhasil menangkap beberapa orang yang mulai mengeluar kan ponsel mereka untuk merekam kejadian pencurian di toko perhiasan ini.


Raehan sejak tadi, hanya memasang wajah biasa saja. Meski semua mata kini tengah menyerbu diri nya dengan ribuan tusukan menyelidik.


Rahang Agara mengetat, begitu pula dengan Fir.


Mendengar pernyataan Lessia yang seperti menuduh Raehan, bahkan berani mengatai gadis manis itu sebagai pencuri. Benar- benar sudah membakar bensin kemarahan pada diri ke dua manusia itu.


"Lihat lah, karna ulah gadis mu yang berbisa itu, kini sahabat ku mendapat masalah..." Bisik Fir dengan suara gemelatuk gigi menahan amarah.


"Apa sekali saja kamu jangan menyalah kan ku? kamu selalu saja melempar semua permasalahan kepada ku..." Balas Agara dengan berbisik juga.


"Karna memang kamu lah, penyebab masalah ini... Gadis pembawa sial itu kamu yang membawa nya ke sini..."


"Ini bukan mall milik mu, sehingga aku perlu minta izin untuk membawa siapa pun yang aku ingin kan..."


"Cih,,, bagaimana bisa Raehan menyukai pria beracun seperti mu.. Sama seperti gadis nenek sihir yang penuh kelicikan itu..."


"Jangan coba- coba sama kan aku dengan dia..."


"Bukan kah kalian sepasang tunangan.. Oh tunangan ular dengan wajah munafik..." Hina Fir yang semakin menyulut kemarahan Agara.


Mereka sama- sama marah, namun dengan sekuat tenaga mereka menahan nya. Mereka tidak ingin memperkeruh suasana apa lagi kali ini berkaitan dengan Raehan yang menjadi tersangka utama.


Wajah Agara semakin memerah, ingin rasa nya saat ini ia mematah kan leher pria dengan mulut yang lebih tajam dari silet itu. Hingga membuat kerongkongan nya terpelintir dan tidak bisa berbicara lagi.


"Aku bukan orang miskin, yang memberikan sesuatu kepada orang lain sebelum membayar..." Sahut Agara yang sudah di ambang kesabaran.


"Ha... Syukur lah, setidak nya diri mu masih punya uang meski tidak memiliki kedua orang tua..."


Jleb..


Slesss...


Hati Agara terasa di hujam pisau tajam. Kata- kata Fir menghujam hingga ke lubuk terdalam hati nya.


Bagaimana bisa seorang pria memiliki mulut setajam itu?.


Bahkan tanpa memikir kan perasaan orang lain, dia tetap mengoceh tanpa henti.


Pikir Agara dengan nafas yang semakin memburu tidak teratur.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kalian semua menatap ku seperti itu...?" Cicit Raehan dengan bibir berkedut dan pandangan nya yang mengedar.


"Penampilan, dan latar belakang seseorang bukan jaminan jika diri nya adalah pencuri. Aku memang gadis kampung dengan perekonomian di bawah rata- rata. Tapi bukan kah itu bukan hal yang bisa membuktikan jika aku adalah pencuri nya...?" Ucap Raehan panjang kali lebar.


"Tapi perekonomian rendah bisa menjadi pemicu seseorang untuk mencuri..." Seru Lessia yang membuat Fir, Miya , dan Agara terbelalak.


"Memang nya kak Lessia mendapat fakta itu dari mana?. Orang miskin juga punya harga diri. Mereka juga punya tenaga untuk bekerja.. Dan untuk apa aku mencuri perhiasan ?." Ujar Raehan membela diri.


Diri nya merasa jika situasi yang menimpa diri nya sudah masuk dalam katagori danger yaitu berbahaya.


"Mana mungkin maling akan mengaku, aku juga tidak pernah menuduh mu.. Kamu yang merasa tertuduh..." Pancing Lessia yang semakin membuat orang- orang semakin percaya dengan opini yang ia sebar kan.


"Tentu saja aku tidak sebodoh itu, untuk menyadari makna dari kalimat mu.. Kenapa hanya aku? kau juga pantas di curigai karna sangat tergila- gila dengan perhiasan berkilau ini.. Siapa yang menduga jika bisa saja seorang model mencuri perhiasan toko ini..."


"Ha... Ha.... ha... Ha..." Semua orang tertawa mendengar ucapan Raehan.


Sangat tidak mungkin bukan, jika seorang model terkenal sekaligus anak mentri yang mencuri perhiasan. ?


"Gadis aneh, bagaimana bisa kamu menunjuk seorang model yang menjadi pelaku nya, bahkan ia bisa membeli bersama toko nya jika dia mau..." Celetuk salah seorang dari orang- orang yang sedang mengerumuni mereka. Yang merasa otak Raehan sudah tidak waras.


Bahkan kini lagi- lagi semua orang menertawakan diri nya, karna ucapan orang tersebut.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2