Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mari mengunjungi nya!


__ADS_3

...225πŸ’›...


"Setidak nya aku bisa menoreh kan moment indah untuk masa kecil kak Aga.. Meski aku tahu semua nya sudah sangat terlambat.. Tapi aku ingin kak Aga merasa kan kenangan indah di taman bermain anak- anak meski kita sudah remaja... Setidak nya ada moment bahagia yang bisa kak Aga ingat.. Tapi aku tahu tetap saja semua nya terasa kurang.. Karna kak Aga tidak melakukan nya bersama dengan orang tua kak Aga..


Aku tidak mengharap kan jika ada papa kak Aga.. Tapi soal ibu kak Aga, bagaimana dengan nya?"


Raehan ingat pembicaraan Sofia dan Agara waktu itu, niat nya bukan ingin membuka luka lama.


Ia hanya ingin Agara memaaf kan masa lalu nya, mungkin hal itu akan menjadi penawar rasa trauma di masa kecil nya.


Agara menunduk kan pandangan nya, menatap ke arah kaki nya.


Ibu..


Satu kata yang selalu ia rindu kan, namun juga sangat ia benci.


Ia tahu semua tentang wanita yang melahir kan nya dari Sofia, namun ia sama sekali tidak ingin bersinanggungan dengan wanita yang juga sama durhaka nya dengan ayah nya.


Sofia sudah membujuk nya dengan berbagai cara untuk bertemu dengan wanita itu, namun semua nya berakhir dengan diri nya yang bersikap kasar pada gadis itu.


Tapi ada yang aneh di sini, ia sama sekali tidak merasa kan rasa sakit hati serta kebencian terhadap wanita itu saat bersama Raehan.


Seharus nya ia marah ketika mendengar tentang wanita itu.


"Aku tidak punya ibu.." Jawab Agara dengan wajah datar nya.


Raehan mengerat kan genggaman tangan nya pada Agara, lalu mengelus punggung tangan kekar itu dengan ibu jari nya.


Hal itu membuat Agara menoleh ke arah Raehan, sehingga tatapan mereka menubruk satu sama lain, di mana Raehan kini tersenyum hangat.


"Aku tahu mama kak Aga masih hidup, hehe aku pernah mendengar pembicaraan Sofia dengan diri mu.. Apa sedikit saja tidak ada keinginan untuk menjenguk mama kak Aga.?" Raehan berharap apa yang akan di kata kan nya bisa membuat Agara mengerti dan melepas luka di masa lalu.


"Dia sama saja seperti pria laknat itu... Dia lebih memilih untuk mengejar karir nya dari pada mengurus diri ku... Apa yang bisa dia harap kan pada anak yang sudah ia telantar kan.. Lalu sekarang saat dia sakit dan hampir mati, dia membuat drama ingin bertemu dengan ku.. Rasa nya aku ingin tertawa.. Ha.. Ha..." Tawa Agara kecut.


"Jika dia meminta maaf dengan bersungguh- sungguh dan ingin memperbaiki semua nya bagaimana?"


Bibir Agara bungkam, ia tidak memiliki jawaban untuk hal itu.


"Sayang nya dia sudah terlambat..." Sinis Agara dengan penekanan kebencian.


"Meski terlambat setidak nya dia sudah ada niat untuk meminta maaf.. Terkadang orang yang hampir mati ingin pergi ke tangan tuhan tanpa dosa... Kak Aga tidak pernah mencoba kan untuk menemui nya? Lalu bagaimana bisa kak Aga menyimpul kan semua nya sendiri...? Jika kita melakukan hal yang sama lalu apa beda nya diri mu dengan diri nya.

__ADS_1


Memaaf kan memang sulit, tapi bukan hal yang mustahil. Lagi pula dia adalah wanita yang membuat mu hadir di dunia ini.


Seandai nya tidak ada diri nya, mana mungkin aku bisa bertemu dengan mu... Setidak nya jadi kan jasa nya itu untuk alasan memberi kan nya imbalan dengan memaaf kan nya..." Jelas Raehan menasihati Agara.


Agara memikir kan apa yang di kata kan Raehan.


Hati nya sedikit terketuk, untuk merenungi apa yang baru saja ia dengar.


Memang benar, sekali pun ia tidak pernah berniat untuk menemui Nyonya Sabrina.


Bagi nya wanita itu sudah tiada, ia selalu berpikir jika wanita itu akan memperlakukan diri nya sama dengan ayah durhaka nya.


Yang hanya meminta ia datang untuk menjual nya atau menghina diri nya.


Agara menoleh ke arah Raehan, seolah mencari jawaban untuk membuat hati nya yakin.


Raehan memgangguk pelan, menyakin kan Agara jika hal tersebut adalah sesuatu yang benar.


"Kau memang benar... !" Lirih Agara namun masih bisa Raehan dengar.


"Jadi bagaimana kita mengunjungi nya?"


"Tidak..!" Tolak Agara dengan tegas, bahkan membuat Raehan hampir meloncat dari Ayunan.


Raehan menggigit bibir bawah nya, memutar otak kecil nya untuk mendapat kan jawaban dan alasan mengapa Agara menolak dengan tegas.


Ke dua mata Raehan berbinar, saat mengerti jika Agara pasti takut hal yang sama akan terjadi ketika mereka mengunjungi rumah Mr. Vinsion.


Agara juga memikir kan hal yang sama, ia tidak ingin Raehan di hina atau di maki.


Ia tidak ingin menyakiti hati Raehan, meski gadis kecil nya terlihat begitu tegar dan berani saat berhadapan dengan ayah durhaka nya waktu itu.


Tapi Agara tahu jika Raehan sebenar nya cukup sedih, namun gadis kecil nya menutupi nya dengan begitu apik dan rapi.


"Aku tahu kak Aga berpikir jika kita akan di perlakukan sama seperti Mr. Vinsion bukan? Tapi aku rasa tidak karna mama nya kak Aga sedang sakit.. Tidak mungkin orang sakit meneriaki orang sehat.. Bisa- bisa dia di banting hingga mati..." Bujuk Raehan dengan wajah semangat. Ia ingin tahu seperti apa ibu nya Agara.


Ia juga ingin memperbaiki hubungan antara anak dan ibu itu.


Jika Sofia tidak berhasil, setidak nya ia berhasil kan.


Ia pasti akan sangat senang melihat hal itu.

__ADS_1


Agara mencerna apa yang di kata kan Raehan, memang benar apa yang di kata kan kekasih nya.


"Aku hanya takut dia tidak memperlakukan mu dengan baik..." Jujur Agara dengan raut wajah cemas.


Raehan bangkit tanpa melepas tautan tangan nya, lalu berjalan mendekat ke arah belakang punggung Agara.


Memeluk bahu Agara dari belakang, dan mensejajar kan kepala nya dengan kepala Agara.


Agara tersenyum tipis, merasa kan kehangatan pelukan yang Raehan berikan. Yang selalu membuat nya nyaman, dan hati nya berdesir hangat.


"Kak Aga tidak boleh berpikir seperti itu sebelum mencoba.. Jangan jadi cenayang yang mencoba meramal masa depan..."


Agara tertawa ringan mendengar ucapan Raehan.


Bahkan di saat seperti ini Raehan masih bisa membuat suasana sedikit ceria dengan perkataan nya yang terdengar lucu di telinga Agara.


"Apa kau sedang merayu diri ku untuk memenuhi keinginan mu..?" Tanya Agara dengan tatapan menggoda.


"Jika bukan kekasih ku yang memenuhi keinginan ku lalu siapa lagi? Apa aku perlu meminta pada laki- laki lain" Goda Raehan yang tak ingin kalah.


"Jangan coba- coba... Baik lah sesuai permintaan mu.. Kita akan pergi mengunjungi nya..."


...----------------...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


...****************...


__ADS_2