Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Sanggah!


__ADS_3

...331...


Dari balik kerumunan Kiara melangkah mendekat ke arah Dion. Matanya membulat saat melihat siapa yang sedang digendong oleh pria yang sangat ia sukai.


Raehan? Bagaimana bisa? Bukankah dia sudah jatuh ke jurang? Batin Kiara bingung setengah mati.


Dion menurunkan tubuh Raehan dengan perlahan hingga kedua kaki gadis itu menapak dengan sempurna di tanah. Ia menatap wajah lusuh Raehan yang terlihat sembab karena menangis. Lalu, kembali menatap ke arah Kiara yang masih berdiri mematung karena terkejut.


Kiara sangat ingat bagaimana Raehan jatuh ke dalam jurang itu. Jurang yang begitu dalam dan gelap dan entah berdasar atau tidak. Akan tetapi, bagaimana bisa Raehan kembali lagi? Apa gadis itu memiliki sembilan nyawa seperti kucing?


Tubuh Kiara terseret dengan begitu keras dan terhempas sehingga tersungkur di tanah. Baju yang baru saja ia ganti, kini kembali ternoda oleh tanah.


Semua mata terbelalak melihat perbuatan Dion yang sangat kasar pada Kiara. Bahkan, peserta perempuan menutup mulut mereka, di mana di antara mereka juga ada yang sampai memekik karena kaget.


"Aaauuuu!" ringgis Kiara, merasakan kulit lututnya yang sobek karena bergesekan dengan tanah.


"Dia adalah seorang kriminal dan penjahat!" Dion menunjuk Kiara dengan tatapan tajam dan sangat mengerikan. Bahkan, siap melahap tubuh gadis itu detik ini juga.


"Apa maksudmu Dion? Apa begini caramu memperlakukan Kiara?" sentak Dewan Guru yang mendekat ke arah Dion.


"Lalu, tanyakan kepadanya apa seperti itu caranya memperlakukan Raehan hingga dia mendorong Raehan jatuh ke dalam jurang," hardik Dion dengan suara bass yang tinggi.


Semua orang terkejut mendengar penuturan Dion. Mereka semua menatap ke arah Raehan dengan tampilan kotor, kumal, serta luka gores di tubuh gadis mungil itu.


Mereka semua seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Terdengar sangat kejam untuk dilakukan oleh remaja seperti mereka. Namun, jika di lihat dari kondisi Raehan dan juga siapa yang mengatakan hal itu, tentu itu bukanlah sebuah bualan untuk mencari sensasi.


"Bohong!" teriak Kiara bangkit dengan wajah tidak menunjukkan ia bersalah.


"Aku tidak pernah mendorong siapapun jatuh ke dalam jurang. Apa kalian pikir aku bisa melakukan hal sekejap itu? Aku ini hanya di fitnah," ujar Kiara dengan memasang wajah tak berdaya, menunjukkan wajah jika di sini ialah korban sesungguhnya.

__ADS_1


"Fitnah?" ulang Dion sambil memicingkan matanya.


"Iya, aku tidak mendorong Raehan ke jurang." Lagi-lagi Kiara membela diri. Air mata buaya seketika meluncur dengan bebas dari sudut mata Kiara, mengambil simpati dan membuat semua orang percaya kepada dirinya.


"Jangan berbohong, dan aku kejahatanmu itu Kiara. Kamu pikir semua orang akan percaya dengan perkataanmu itu? Kamu tahu, aku tidak akan mengampunimu karena kamu sudah membahayakan nyawa Raehan. Dasar kriminal, sekarang mengakulah!" bentak Dion dengan kemarahan yang membabi buta. Ia mencengkram dengan kuat kedua bahu Kiara hingga gadis itu meringgis kesakitan dengan buliran air mata yang terus mengalir.


"Lepaskan aku Dion, kamu menyakitiku," lirih Kiara berusaha melepaskan diri dari cengkraman Dion. Rasanya kedua bahunya dihancurkan. Bahkan, tulangnya terasa saling bergesekan karena kuatnya Dion mencengkram bahunya.


Tubuh Kiara bergetar ketakutan saat ia menatap ke arah Dion yang saat ini benar-benar sangat menakutkan. Bahkan, ia merasakan aura membunuh menguar dari pria di depannya.


"Cepat mengakulah, atau aku tidak akan melihatmu sebagai seorang gadis. Aku tidak akan segan membuat tubuhmu menjadi remuk," ancam Dion dengan tatapan menghunus.


Raehan yang melihat apa yang terjadi di depannya tersenyum miring. Ia sangat senang melihat Kiara mendapatkan balasan yang setimpal dari Dion. Pria yang sangat gadis itu sukai kini sangat marah bahkan menyakiti Kiara. Ia memang sengaja berakting di depan Dion karena ia ingin Dion yang memberi pelajaran pada Kiara. Tentu, Kiara tidak hanya merasakan sakit di luar tapi juga di dalam hatinya. Tidak ada yang melihat senyum licik Raehan. Ia bukanlah gadis baik yang selalu pasrah dengan tindakan kasar orang lain. Ia akan membalas berkali-kali lipat orang yang sudah menyakitinya karena baginya orang seperti itu memang harus diberi pelajaran.


"Dion lepaskan tanganmu!" bentak Dewan Guru dengan menarik tubuh Dion menjauhi Kiara, yang langsung mengusap bahunya yang lebam. Kulit yang ia rawat dengan biaya mahal kini memerah.


"Kamu tidak bisa menuduh Kiara begitu saja."


"Maksudmu?" Dion menatap tajam pada Dewan Guru tersebut. Tidak ada raut takut sama sekali di wajahnya.


"Aku yang menjadi saksi jika Kiara mendorong Raehan ke dalam jurang!" teriak Agara yang sudah muak dengan drama ini. Ia menatap sekilas ke arah Kiara dengan tatapan dingin menusuk.


Semua orang kembali terkesiap mendengar satu lagi pernyataan dari sang most wanted sekolah. Semua orang kini menatap ke arah Agara yang berdiri di samping Raehan dengan tatapan yang siap menghancurkan siapapun.


"Semua yang mereka katakan bohong! Aku tahu jika kamu adalah pacar Raehan, kamu pasti mendukung Raehan untuk memfitnahku," sanggah Kiara dengan membalikkan tuduhan pada Agara.


"Dengar Kiara, berhenti bersandiwara. Aku melihatmu mendorongmu mendorong Raehan. Aku yang menjadi saksinya. Kamu tidak bisa menyangkal lagi dan sekarang mengakulah."


"Hiks ... Hiks ..., apa salahku pada kalian semua. Kenapa kalian memfitnahku begitu kejam. Aku tidak melakukan apapun pada Raehan. Raehan sudah memfitnahku, kenapa kamu begitu kejam Rae." Dengan lihainya Kiara membalikkan situasi. Ia menatap Raehan dengan tatapan menyedihkan, dan hal itu ternyata membuat semua orang mulai bersimpati pada Kiara.

__ADS_1


Raehan memutar bola matanya dengan malas, melihat sandiwara Kiara yang seolah-olah dialah yang menjadi korban di sini. Berakting menjadi gadis lugu yang difitnah oleh gadis jahat. Sungguh sangat murahan dan recehan.


"Aku selalu berpikir, kenapa kamu begitu membenciku? Padahal aku tidak pernah membuat masalah denganmu. Aku mohon katakan pada semua orang jika itu tidak benar. Aku tidak pernah mendorongmu ke dalam jurang. Kenapa kamu memfitnahku begitu kejam, Rae. Apa pun salahku tolong maafkan aku, kau tahu jika fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan. Lihat karena dirimu aku dipermalukan. Aku mohon, hentikan semua ini." Kiara berlutut di hadapan Raehan dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Tidak tertinggal pula air mata buaya yang terus mengalir dengan deras.


Oh astaga, sandiwaranya itu sangat membosankan. Batin Raehan mencebikkan bibirnya.


"Aauuuu!!" teriak Raehan kesakitan, yang membuat Agara yang ada disampingnya lansung menahan tubuh Raehan yang hampir jatuh.


"Rae!" teriak Dion yang lansung berlari ke arah Raehan.


"Kiara, kenapa kamu memukul lukaku!" pekik Raehan dengan memegang lututnya.


Kiara langsung mengerutkan keningnya dan mendongak pada Raehan. Ia tidak melakukan apapun, tetapi Raehan malah berteriak kesakitan. Kiara tidak tahu saja jika Raehan sudah mulai memainkan aksinya.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa


like


koment


gift


vote


tips

__ADS_1


__ADS_2