
...168โฃ...
"Aku minta maaf, aku hanya ingin membuat mu membenci ku,, karna sejujur nya aku sangat terganggu dengan kehadiran mu.. Aku tidak tahu sejak kapan hati ku mulai berdetak untuk mu, aku berusaha menyangkal semua rasa itu, yang semakin hari semakin membuat ku gila... Aku dan Lessia tidak memiliki hubungan apa pun... Karna sekarang aku tidak akan lagi ragu dengan perasaan ku pada mu... Aku akan menjadi kan mu segala nya... Menjadi kan mu rumah, menjadi kan mu tempat terindah dan menjadi kan mu hasrat dalam hidup ku...." Ujar Agara dengan tulus dan penuh dengan keseriusan.
"Kamu tahu, aku tidak pernah menemukan gadis aneh seperti mu... Meski sudah di dorong dan di usir untuk pergi, namun kamu selalu saja kembali ke sisi ku... Aku tidak pernah menduga jika ada gadis kecil dengan hati yang begitu kuat, bahkan mungkin aku tidak akan pernah bisa menjadi sekuat diri mu...
Aku hanya takut jika aku membuka hati ku untuk mu.. Kamu akan perg--"
Mulut Agara langsung bungkam saat satu jari telunjuk Raehan menempel di bibir nya.
Tatapan Raehan terlihat sendu, kata- kata yang terlontar dari mulut Agara yang mengekpresi kan perasaan pria di depan nya. Benar- benar membuat hati nya terenyuh namun dengan rasa bahagia yang bersamaan.
Ternyata ini jawaban dari semua nya, mengapa Agara menutup diri nya dan memilih untuk bersembunyi dalam sepi.
Hanya karna diri nya takut di tinggal kan.
Ternyata luka Agara begitu dalam , hingga ia mengalami trauma yang menganggu mental nya.
Raehan tidak pernah bisa membayang kan jika diri nya yang berada di posisi Agara.
Apa diri nya akan bisa melewati semua nya, atau memilih menyerah untuk hidup?.
"Aku tidak akan meninggal kan kak Aga... Setiap orang berbeda, mereka datang dengan cara yang berbeda dan mereka semua memiliki perbedaan. Tidak semua orang yang ada di dalam hidup mu akan meninggal kan mu... Aku tidak tahu jika hidup kak Agara ternyata begitu berat.. Tapi yakin lah... aku akan menggenggam selalu tangan kak Agara dan kak Aga tidak akan lagi merasa kesepian..."
"Apa kamu serius dengan apa yang kamu kata kan?"
Raehan mengangguk pelan , sebagai jawaban membenar kan apa yang baru saja ia janji kan pada Agara.
Setelah memperjuangkan dengan begitu keras Mana mungkin ia melepaskannya begitu saja.
Agara menarik tubuh Raehan masuk ke dalam pelukan nya.
Memeluk tubuh mungil itu yang begitu terasa nyaman.
Seolah beban yang selama ini di pikul nya hilang begitu saja.
Ia tidak menyangka jika dalam hidup nya, tuhan masih berbaik hati, untuk menghadir kan sosok gadis dengan ketulusan dan kejujuran seperti Raehan.
Jujur, rasa di dalam dada nya kini semakin membuncah.
Rasa nya begitu indah, memiliki sosok yang akan menjadi sandaran dalam hidup mu.
Sosok yang akan mewarnai hidup mu, dan akan mengubah segala nya menjadi lebih baik.
Raehan membalas pelukan Agara, mengusap bahu pria yang kini ada dalam pelukan nya.
Menyalur kan ketenangan dan menyakin kan jika ia tidak akan lagi kehilangan orang yang ia sayangi.
__ADS_1
Bibir Raehan tersenyum bahagia, kini ia mendapat kan apa yang ia ingin kan.
Mendapat kan pria pujaan nya yang sudah bertahta dalam hati nya.
Ini adalah cinta pertama nya, dan diri nya pun mendapat kan nya.
"Jangan pernah tinggal kan aku..." Lirih Agara yang masih bisa Raehan dengar dengan jelas.
Agara semakin mengerat kan pelukan nya pada Raehan, seolah Raehan akan pergi dari nya.
Rasa nya ia tidak ingin melepas kan pelukan penuh kasih sayang itu, yang selama bertahun- tahun selalu ia damba kan.
Walau bukan dari wanita yang melahir kan nya, melain kan dari gadis dengan kekeras kepalaan tanpa tanding.
Rasa hangat dan nyaman yang di rasa kan oleh ke dua nya, benar- benar membuat ke dua nya enggan untuk melepas kan satu sama lain.
Entah karna rindu yang sudah menumpuk, atau rasa cinta ke dua nya yang semakin membesar.
Setelah merasa sesak dengan pelukan Agara, Raehan mengurai pelukan Agara. Namun Agara semakin menggerat kan pelukan nya.
"Kak Aga aku tidak bisa bernafas , apa kak Aga ingin aku menjadi mayat..." Celetuk Raehan asal yang langsung membuat Agara melepas kan pelukan nya.
Agara menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sementara wajah nya saat ini memerah karna malu.
"Maaf..." Cicit Agara.
"Hanya saja aku terlalu nyaman dengan sebuah pelukan... Maklum aku tidak pernah di peluk..." Lanjut Agara yang semakin terbuka pada Raehan.
Ia semakin gemas saja dengan tingkah pria tampan yang kini tengah tersenyum malu- malu.
Rasa nya benar- benar sebuah mimpi.
"Apa kau tidak ingin menghabis kan bakso meladak itu..?" Tanya Agara mengalih kan pembicaraan.
Raehan melirik mangkuk bakso nya dengan isi tinggal setengah.
"Tentu saja aku akan menghabis kan nya..."
"Kamu tahu, aku sampai di tatap aneh oleh semua murid karna membeli bakso itu..."
"Ha... Ha... itu bukan karna aneh tapi karna kak Aga yang sangat tampan..."
"Apa sebaik nya aku merubah wajah ku supaya terlihat jelek?.. Jika tidak tampan mana mungkin kamu jatuh cinta pada ku.."
Raehan langsung bungkam, kalimat Agara terdengar seperti sebuah sindiran bagi nya.
Memang benar, apa yang di kata kan Agara. Jika ketampanan pria itu yang membuat diri nya jatuh hati.
__ADS_1
Tapi tidak semua nya benar, entah kapan rasa itu datang, Raehan pun tidak menyadari jika hati nya memang memilih Agara.
"Yah aku mengakui apa yang kak Aga kata kan... Tapi meski pun saat ini Kak Aga cosplay menjadi genderuwo dengan taring dan wajah mengeri kan... Aku akan tetap mencintai kak Aga... Karna cinta tak membutuh kan alasan apa pun..."
Agara tersenyum mendengar ucapan Raehan yang berhasil membuat nya melayang.
"Dasar gombal..." Seloroh Agara dengan mengacak- ngacak rambut Raehan.
Ke dua netra Raehan berhenti pada jam bulat yang terpasang di tembok dengan cat abu- abu itu.
Di mana jarum jam sudah menunjuk kan jam sebelas tepat.
"Astaga seperti nya aku sudah terlalu lama di sini.. Aku harus kembali ke kelas jika tidak guru killer akan menghilang kan semua nilai ku..." Ujar Raehan dengan panik, dan segera bangkit dari duduk nya.
"Terlalu asik berpacaran, membuat ku lupa waktu..." Batin Raehan dengan bayangan sang momsy yang menatap nya dengan galak.
"Baik lah... Aku harus pergi sekarang...!!" Ujar Raehan yang langsung berlari menuju arah pintu, tanpa berpamitan pada Agara yang hanya bisa terkekeh melihat tingkah panik gadis mungil nya.
Namun langkah Raehan langsung terhenti, saat tangan nya di cekal oleh Agara.
"Kak Aga lepas kan aku.. Aku harus masuk kelas .." Ringgis Raehan dengan memelas.
Agara mendekat kan wajah nya pada Raehan, dan
Cup
Satu kecupan mendarat di dahi Raehan, yang langsung membuat Raehan membatu di tempat.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???