Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kotak makan 2..


__ADS_3

...23...


Manik mata Agara menatap kotak makan orange yang ada di tangan nya.


Ia membuka kotak makan tersebut, melihat apa isi nya.


Senyum Agara terbit di bibir nya tanpa ia sadari.


Saat netra nya menemukan dua pasang potong salad roti dengan hiasan dua hati.


Sangat lucu , pikir Agara.


"Dasar gadis sial... Ada saja tingkah nya..." Batin Agara dengan menutup kembali kotak makan tersebut.


Dari arah belakang, sebuah lengan cantik menyambar kotak makan yang sedang di pegang Agara.


Membuat Agara seketika tersentak kaget.


Agara segera berbalik menghadap orang yang sudah berani merampas milik nya.


Wajah Agara semakin merah padam, dengan kekesalan yang membumbung di atas kepala nya. Ketika melihat ternyata orang itu adalah Sofia.


Gadis yang selalu merecoki nya dengan masalah keluarga. Yang selalu mengejar nya untuk sekedar mempertemukan diri nya dengan wanita berhati jahat yaitu ibu nya.


"Kembali kan...!" Ujar Agara singkat, menahan emosi nya yang dapat terlihat dari kepalan tangan nya yang mengeras sempurna.


"Kotak ini...??" Sofia mengangkat kotak makan itu ke udara, menggoyang- goyang kan kotak tersebut. Seolah tidak mengerti kenapa Agara tumben - tumbenan membawa bekal ke sekolah. Tidak seperti biasa nya.


Sofia membuka kotak makan tersebut, menatap dengan tatapan mengolok, saat melihat dua potong salad roti dengan gambar dua hati.


Sekarang ia mengerti jika ini pasti dari pengemar Agara.


Karna kadang ia sering melihat choklat, ataupun barang- barang mahal dan brendit lain nya. Yang sengaja di letak kan di sana oleh para gadis- gadis genit, untuk memikat hati Agara.


"Pasti ini dari gadis- gadis genit itu kan??" Tebak Sofia dengan mencebik kan bibir nya.


" Bukan urusan mu.. Kembalikan..." Tekan Agara dengan tangan melayang hendak mengambil kotak makan tersebut.


Tapi dengan cepat Sofia menghindar, membuat tangan Agara hanya mengambang di udara.


"Sejak kapan benda dari gadis- gadis genit itu penting bagi mu...?? Bukan kah kamu tidak pernah melarang ku jika mengambil barang- barang gadis- gadis itu.." Cecar Sofia dengan bibir yang di manyunkan ke depan.


"Jangan menceramahi ku... Dengan barang yang ingin ku buang atau tidak... Cepat kembalikan kotak makan itu...!!"


"Tidak Akan...!!!" Teriak Sofia yang langsung berlari menuju arah depan kelas.


"Ck..." Agara berdecak kesal. Bisakah satu hari saja, gadis nenek lampir itu tidak menggangu nya. Hari nya selalu hancur dengan kehadiran gadis itu.


Agara mengikuti kemana arah Sofia pergi. Ia juga tidak mengerti ada apa dengan nya. Hingga hanya gara- gara kotak makan biasa itu. Sofia sampai berhasil membuat diri nya mengejar gadis itu.

__ADS_1


Tapi sungguh Agara menginginkan kotak makan itu.


Sofia berhenti di saat melihat sebuah tong sampah yang selalu tergeletak di sudut depan kelas.


Hanya dengan satu gerakan, ia membuang kotak makan berwarna orange itu ke dalam tong sampah.


"Barang mu dan diri mu sama saja seperti sampah... Tidak pantas untuk Aga..." Lirih Sofia dengan tatapan tidak suka.


Rahang Agara semakin mengetat dengan tatapan penuh amarah.


Gadis nenek lampir itu, dengan seenak nya membuang kotak makan milik nya.


Sungguh hal itu berhasil membuat kurungan emosi dan amarah Agara terbuka bebas.


Agara menarik tangan Sofia dengan keras, membuat tubuh Sofia terhempas.


Cekalan pada tangan Sofia mengerat, dengan tatapan menusuk siap meleburkan tubuh gadis itu menjadi abu.


Keberanian Sofia langsung menciut, saat melihat tatapan dan perilaku Agara yang sudah mencapai level tertinggi. Kini pria di depan nya persis seperti monster yang siap mengamuk.


Glek...


Sofia menelan saliva nya paksa. Rasa takut kini menyelimuti diri nya.


"Apa kotak makan murahan itu sebegitu penting nya bagi Agara...??? Hingga dia semarah ini pada ku..." Batin Sofia yang sudah mulai pucat.


"Aku sudah meminta dengan baik... Tapi kau malah membuang nya..." Geram Agara dengan mengetatkan cengkraman nya.


Ia berusaha mencubit, bahkan memukul tangan Agara. Tapi seperti nya kulit pria itu seperti batu. Bukan nya melonggar malah semakin mengeras.


"Jangan berani, untuk menyentuh barang- barang ku... Jika kamu mau tangan cantik mu ini tidak patah...!!" Ancam Agara dengan seringgai nya yang begitu terlihat menakut kan.


"Lepaskan tangan nya...!!" Sentak suara bariton dengan tiba- tiba. Bersamaan dengan terhempas nya cekalan tangan Agara, karna sebuah tenaga yang mendorong tubuh nya.


Tubuh yang tak kalah tinggi dari nya, langsung menengahi antara diri nya dan Sofia.


"Jangan ikut campur Dion..." Pekik Agara yang bertambah geram, karna ulah Dion.


"Apa begitu sikap seorang laki- laki pada gadis??.. Apa kau tuli Ga?? Dia dari tadi meringgis kesakitan... Kau sudah seperti babi liar di hutan..." Timpal Dion tak kalah nyalang.


Diri nya paling tidak bisa melihat laki- laki berlaku kasar pada seorang gadis.


Apalagi sikap Agara yang mencengkram tangan Sofia kuat, sungguh melukai ego nya sebagai lelaki. Karna bagi nya kodrat seorang laki- laki sejati adalah melindungi wanita.


Sofia mengangkat wajah nya, melirik Dion yang sudah berdiri melindungi nya di depan nya.


Sementara ketakutan masih menyelimuti diri nya. Untuk pertama kali nya ia melihat kemarahan Agara, hanya karna sebuah kotak makan biasa.


Diri nya sudah sangat sering menganggu pria itu tapi ia tidak pernah semarah ini.

__ADS_1


Agara menghembuskan nafas nya kasar. Kerumunan sudah tercipta karna keributan antara diri nya dan Dion.


Agara memungut kembali kotak makan berwarna orange itu, lalu berlalu meninggalkan kelas.


Mood nya benar- benar hancur sekarang. Orang- orang menyebalkan itu tidak bisa membuat nya tenang untuk sehari saja. Pikir Agara, dengan terus melangkah kan kaki nya menuju ke arah danau.


Sementara lain, Dion membalikkan tubuh nya, menatap Sofia yang masih terlihat pucat.


Hanya pecundang yang melakukan hal kasar seperti ini pada wanita, pikir Dion dengan perasaan yang masih kesal.


"Sof kamu ngak papa??" Tanya Dion datar tanpa ekspresi.


"Kalian juga ngapain ngeliatin...!!!" Teriak Dion saat melihat beberapa teman kelas nya masih mengerumuni diri nya.


Beberapa siswa maupun siswi tersebut , langsung melanjut kan aktivitas mereka masing- masing. Sudah cukup pertunjukan pagi ini, untuk membuat berita hot dan viral di seluruh sekolah.


Membuat seantero sekolah menjadi ribut karna gosip pertengkaran dua cowok tampan dan populer, hanya untuk membela Sofia.


Sungguh berita yang panas bukan?.


Pikir sebagian siswi- siswi yang sudah mulai beraksi dengan ponsel nya.


"Makasih Ion... Aku ngak papa kok cuma shok aja.." Balas Sofia dengan nada rendah.


"Lain kali mending kamu jangan berurusan dengan laki- laki brengsek seperti Agara..." Saran Dion, lalu berlalu meninggalkan Sofia.


Ada sesuatu yang harus segera ia urus. Urusan yang berkaitan dengan keanehan yang di alami diri nya belakangan ini.


Sofia menatap punggung Dion nanar. Berusaha mengembalikan kontrol diri nya, dengan menekan rasa shok dan takut karna ulah Agara yang hampir meremukkan tangan nya.


"Aku ngak akan bisa jauh dari Aga Ion... Kamu belum tahu rasa nya jatuh cinta... Dia cinta pertama ku, cinta masa kecil ku... Dan juga akan menjadi cinta masa depan ku..." Gumam Sofia dengan memegang pergelangan tangan nya yang terasa panas karna cengkraman Agara.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?


__ADS_2