Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Menolak...


__ADS_3

...45...


"Kau...???" Ujar Agara dengan wajah tanpa ekspresi.


Lessia berdiri di depan pintu , dengan bibir tersenyum lebar.


Tangan kanan nya terangkat, dan melambai.


"Hai..." Ujar Lessia singkat.


"Ada perlu apa kamu kemari?" Ketus Agara dengan raut khas nya yang kesal.


Lessia tampak berpikir, alasan apa yang akan ia katakan pada Agara.


Ia juga tidak tahu, untuk apa ia datang kemari.


"Hmmm aku hanya datang berkunjung..." Balas Lessia dengan cengiran khas kuda.


"Tidak penting..." Batin Agara, lalu mendorong daun pintu cepat.


Lessia langsung terlonjak, lalu mendorong daun pintu apartemen Agara.


Terjadilah aksi dorong mendorong, antara Lessia dan Agara.


Agara yang tidak ingin di ganggu, ingin segera mengusir gadis genit ini dari apartemen nya.


Sedang kan Lessia ingin mengobrol lebih banyak dengan Agara. Mendekat kan diri dengan calon suami nya kelak. Tapi niat nya seperti gayung yang tak di sambut. Malah diri nya mendapat kan penolakan dari calon suami nya.


Akhir nya, di antara mereka Agara mengalah.


"Dengar aku tidak ingin berlaku kasar pada mu.. Jika kau datang hanya untuk mengobrol, maka cepat lah pergi dari hadapan ku... Aku tidak memiliki waktu untuk meladeni diri mu..." Tutur Agara yang sudah mulai jengkel.


Bisa kah tuhan tidak menciptakan wanita. Yang hanya menjadi beban dan parasit dalam hidup nya. Pekik Agara dalam hati.


Ia sudah sangat bosan menghadapi gadis - gadis tersebut. Sekarang di tambah dengan kehadiran Lessia yang di jodoh kan oleh ayah durhaka nya itu.


Hal tersebut, membuat beban hidup Agara semakin berat.


"Aku akan pergi Ga.. Tapi kita bicarakan masalah perjodohan kita bagaimana?"


Agara berpikir dengan tawaran yang di ajukan Lessia. Seperti nya terlihat menarik untuk di bahas.


Diri nya ingin menegas kan jika perjodohan ini tidak ada. Ia ingin gadis ini menyingkir dari hidup nya.


"Baiklah..." Jawab Singkat Agara, lalu menyingkir kan tubuh nya dari ambang pintu.


Membuat jalan untuk masuk ke dalam apartemen nya.


Ia harus menyelesai kan masalah yang sudah di buat oleh ayah nya.

__ADS_1


Lessia tersenyum puas, lalu melangkah masuk ke dalam apartemen.


Hati nya sangat senang, ia tahu ia pasti bisa menakluk kan Agara.


Karna tidak ada satu pun pria yang tidak bertekuk lutut di hadapan nya.


Lessia merebahkan bokong nya di sofa, di ikuti dengan Agara yang duduk di hadapan nya, dengan meja sebagai sekat di antara mereka.


Tatapan Agara tidak pernah luput dari gadis dengan rambut curly itu.


Tatapan yang menyirat kan rasa tidak suka akan kehadiran gadis itu di apartemen nya.


Sementara Lessia menatap Agara angkuh, dengan sejuta pesona yang ia tunjukkan untuk membuat Agara terkagum- kagum akan kecantikan diri nya.


"Aku tidak ingin berbasa- basi dengan mu... Kau ingin membicara kan tentang perjodohan kan... Aku kata kan pada mu.. Jika perjodohan di antara kita tidak pernah ada..." Agara menyilangkan kaki nya di atas kaki nya yang lain.


Rahang cantik Lessia mengeras, dengan kemarahan yang mulai tersulut.


Ia tidak terima dengan apa yang di katakan Agara. Hal itu mengoyak harga diri nya sebagai model dengan julukan Miss beauty 2021.


Untuk pertama kali nya, seorang pria menolak nya secara terang- terangan.


Sebelum nya, seluruh kaum adam rela bersujud di kaki nya hanya untuk di jadi kan sebagai pelayan nya.


Tapi pria di depan nya, menolak nya sebelum mereka sempat bertemu untuk kesekian kali nya.


"Berani nya dia menolak ku... Lihat saja aku akan membuat mu tunduk di bawah kaki ku.. Dan setelah itu aku akan membuang mu seperti keset lantai yang rusak... Tidak ada yang boleh menolak seorang Lessia Ledgar...." Batin Lessia geram, dengan tangan nya yang mencengkram lutut nya keras.


"Biar pun begitu dia tetap papa mu.. Bagi ku perjodohan ini adalah perjodohan yang menguntung kan... ---"


"Perjodohan bisnis... Hmmmm" Agara memotong ucapan Lessia.


"Aku sudah tahu, jika ada udang di balik batu.. Setelah sekian lama, kamu tidak juga berubah Mr. Vinson menjijik kan..." Batin Agara dengan senyum getir.


"Perjodohan berlandasan cinta sekali pun aku tidak akan menerima nya, apalagi perjodohan berlandasan bisnis seperti ini... Kau sama saja dengan si tua bangka Vinson.. Tidak ada yang luput dari uang atau pun bisnis... Dan sayang nya, kau menyampaikan nya dengan orang yang salah..." Lanjut Agara, beranjak dari duduk nya, dan keluar dari apartemen . Meninggalkan Lessia yang menatap kepergian nya.


"Kau begitu naif Agara, zaman sekarang tidak ada yang lebih penting dari pada uang... Karna uang kau akan di hormati dan karna uang kau berkuasa... Lihat saja aku Lessia Ledgar akan membuat mu bertekuk lutut.. Jika aku tidak bisa melakukan itu, maka aku tidak pantas di sebut putri keluarga Ledgar yang terhormat..." Gumam Lessia dengan menatap pintu apartemen yang tertutup rapat.


...----------------...


Raehan berjalan tanpa semangat, mengikuti kemana langkah Dion melangkah.


Sedang kan ke dua tangan nya menenteng beberapa papaer bag, yang membuat jari- jemari mungil nya terasa panas.


Sejak tadi, Dion terus saja berbelanja. Lalu menyuruh nya untuk membawa semua barang- barang belanjaan nya.


Yah, saat ini mereka sedang ada di sebuah pasar malam, dengan para pedagang yang berjejer dengan rapi. Menjajakan setiap dagangan nya.


Sebenar nya, Dion mengajak nya untuk masuk ke dalam Mall terbesar di kota Milver.

__ADS_1


Tapi Raehan memaksa untuk pergi ke pasar malam.


Bagi nya pasar malam adalah mall terbaik untuk menemukan barang- barang murah.


Tapi lihat lah nasib nya sekarang, ia harus membawa barang belanjaan Dion.


Bukan kah peran mereka tertukar?


Seharus nya laki- laki yang membawa belanjaan seorang perempuan. Tapi ini malah terbalik.


"Rubah betina cepat lah... Kamu berjalan seperti keong...!!" Ujar Dion dengan senyum jahil nya.


Raehan mengerucut kan bibir nya ke depan. Jika ia tidak dalam kuasa Dion, sudah pasti dia akan menghancurkan wajah menyebal kan itu dengan cakaran- cakaran kuku nya.


"Kak Dion pikir aku robot... Tidak merasa berat membawa belanjaan sebanyak ini?..." Sarkas Raehan kesal.


"Hanya barang- barang seperti itu kau merasa berat??? Astaga itu hanya beberapa sepatu, baju, dan celana. Kita belum membeli topi, kaca mata, dan yang lain nya juga..."


"Tapi ini sudah terlalu banyak Kak... Ingat kita harus pulang sebelum jam 9..."


Dion melirik ke arah pergelangan tangan nya, menatap arloji mewah yang terpasang di sana.


"Ini masih 8 masih satu jam lagi... Ingat kamu tadi sudah sanggup.. Jadi laksanakan tugas mu dengan baik..." Timpal Dion penuh kemenangan.


Kapan lagi ia bisa berjalan berdua dengan rubah betina nya ini.


Dan kapan lagi ia bisa mengerjai gadis pendek ini.


Rasa nya malam ini begitu sempurna bagi diri nya. Jika boleh meminta, ia ingin waktu berhenti sejenak. Untuk menikmati waktu berdua bersama gadis pendek ini yang entah kapan bisa terulang kembali.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??


__ADS_2