
...147โฃ...
Fir, Miya, dan Raehan kini berada dalam mobil yang melaju pulang.
Kali ini Fir duduk di kursi depan, dengan wajah yang terlihat letih, namun ke dua mata nya masih memandang lekat ke arah jalanan yang semakin sepi.
Sedang kan di kursi belakang, Miya sudah terlelap damai dengan kepala menyender di bahu Raehan.
Miya bisa tidur di mana saja, dan kapan saja. Karna hari ini lumayan begitu sangat melelah kan bagi nya, dengan beberapa rentetan kejadian yang berhasil mengaduk- ngaduk emosi nya.
Di samping nya, terlihat Raehan yang menatap layu ke arah ke dua tangan nya, yang saat ini sedang memegang benda kesayangan keramat milik nya, apa lagi jika bukan jepit rambut yang di beri kan Agara.
Benda ini adalah benda pertama yang di berikan pria idaman nya, tentu saja sangat berharga dan ia akan menjaga nya dengan baik.
Jika perlu, benda ini harus di musium kan karna nilai nya yang tak terbilang.
Suasana di antara mereka begitu hening, tanpa percakapan sedikit pun.
Dari Fir atau pun dari nya, dan tidak mungkin dari Miya, karna gadis ini sudah terlelap seperti mayat di bahu nya.
Raehan melempar pandangan nya keluar jendela, ke dua mata nya yang sembab dan sedikit merah, menyisir setiap jalan yang di lalui.
...----------------...
Agara terlihat menarik pergelangan tangan Lessia yang terus menunduk kan kepala nya keluar dari mall dan menuju area parkir.
Ia tidak berani untuk mengangkat wajah nya sedikit pun karna begitu malu dengan kejadian ini.
Setelah diri nya di giring menemui pemilik toko, lalu di sidang layak nya seorang pencuri serta di ancam akan di jeblos kan ke penjara.
Nasib lebih sial mana lagi yang lebih buruk dari pada malam ini dalam hidup nya.
Ia pikir sebelum nya, dengan kehadiran Agara yang terlihat membela nya maka semua nya akan baik- baik saja.
Tapi semua nya tidak sesuai dengan dugaan, malah Agara mengompori pemilik toko untuk memberi kan pelajaran untuk nya.
Mulai dari mengusul kan untuk meminta nya meminta maaf pada publik, bahkan mengusul kan diri nya untuk di jeblos kan ke dalam penjara.
Diri nya pikir dengan melihat sikap Agara yang berdiri di samping nya di hadapan gadis pendek itu, Agara akan membantu nya terbebas dari masalah ini. Tapi ternyata tidak malah Agara semakin mempermalu kan diri nya.
Agara melepas pegangan tangan nya, lalu masuk ke dalam mobil.
Nafas nya menderu tidak teratur, terbukti dari dada nya yang turun naik.
Agara menggigit bibir bawah nya dengan kuat, menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuh nya, dan rasa sakit itu berpusat pada hati nya.
__ADS_1
Ia sungguh sangat bersalah dan menyesal , ketika melihat wajah gadis sial itu menangis karna diri nya.
Ia hanya ingin membuat Raehan membenci nya dan tak lagi mengejar nya, hingga ia memilih cara murahan ini untuk membuat gadis sial itu terluka.
Tapi sekarang diri nya yang lebih sakit, bahkan mungkin saat ini diri nya berpikir untuk mengakhiri diri nya.
Bagaimana bisa diri nya sekejam itu pada gadis manis, yang sangat lembut. Bahkan di saat gadis sial itu menangis , dengan penuh kasih sayang gadis sial itu masih mengkhawatir kan diri nya.
Tanpa sadar, tangan Agara memukul stir mobil dengan keras, hingga meninggal kan memar di tangan nya.
Tapi itu bukan lah apa- apa karna rasa sakit di hati nya jauh lebih sakit dari pada sakit di tangan nya.
Brak....
Agara memaling kan wajah nya ke samping, di mana Lessia sudah duduk di samping nya.
Ke dua mata Agara semakin memerah, kemarahan yang besar terlihat di ke dua mata merah darah nya yang semakin menyala.
"Gara- gara gadis ini Raehan hampir di permalu kan... !!" Batin Agara dengan ke dua tangan memegang stir dengan erat.
"Berani nya kamu duduk di sini...!!!" Bentak Agara yang langsung membuat Lessia terlonjak kaget.
Lessia menoleh ke arah Agara, tubuh nya terasa bergetar melihat tatapan kemarahan Agara yang sangat mengeri kan seperti tatapan iblis.
"Ke... Kenapa kamu membentak ku Aga...?" Cetus Lessia dengan suara gugup dan gemetar karna takut.
"Kamu pikir aku tidak tahu, jika sebelum nya kamu yang memasuk kan kalung itu ke dalam kantong baju Raehan kan...?"
Glek...
Lessia menelan saliva nya paksa , mendengar ucapan Agara yang menggelegar bahkan membuat seluruh tubuh nya menjadi lemas karna takut.
Ia tidak pernah menyangka jika di balik paras tampan Agara ternyata pria ini juga sangat menakut kan jika marah.
Tapi, bagaimana Agara bisa tahu jika semua nya berawal dari rencana nya yang gagal?
Lalu yang lebih membingung kan kenapa Agara semarah ini.?
Bukan kah Agara membela diri nya di depan gadis berkaki pendek itu?
"Tidak.. Bahkan aku tidak mencuri perhiasan itu... Jika aku mau aku bisa membeli nya... Tapi kamu sangat tega mengatakan jika aku memasuk kan kalung itu ke dalan saku baju Raehan... Untuk apa? Seharus nya kamu mengatakan hal itu kepada Raehan , karna dia lah yang pasti sudah memasukkan kalung itu ke dalam tas ku.. Hingga aku di permalukan seperti itu..." Ujar Lessia panjang lebar, dengan menguat kan hati nya yang saat ini sangat takut.
Brak...
"Ahhhhh....." Lessia langsung meringgis kesakitan, saat tangan besar Agara mencengkram dengan kuat rahang tirus nya.
__ADS_1
"Cih, menjijik kan... Berani sekali kamu menuduh gadis tidak bersalah... Kamu memang seperti ular licik dan beracun... Aku sangat bersyukur karna ada orang yang mempermalukan diri mu... Kamu pikir kamu pantas untuk ku..? Tidak sama sekali..." Tekan Agara dengan cengkraman tangan yang semakin menguat.
Dengan kasar, Agara melepas cengkeraman nya pada rahang Lessia.
Lalu melaju kan mobil ke arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi.
Lessia mengerjap semakin takut, melihat sisi gelap yang Agara miliki.
Tubuh nya semakin gemetar, apa lagi sekarang Agara melaju kan mobil nya ke arah yang berlawanan dari rumah nya.
Apa yang akan di lakukan Agara pada nya, sungguh saat ini ia ingin keluar dari mobil ini.
Agara terus melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi , menyusul dan mendahului mobil dan kendaraan lain nya.
Yang perlu ia lakukan sekarang adalah memberi pelajaran pada Lessia.
Mungkin di hadapan Raehan ia seperti membela Lessia.
Tapi sekarang Raehan sudah tidak, jadi ia bisa melakukan apa pun pada gadis munafik ini. Pikir Agara dengan emosi yang tak terkontrol.
Ciiitttt...
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1