
...211π...
Bel pulang akhir nya berbunyi.
Semua siswa terlihat berhamburan keluar dari kelas masing- masing.
Mereka terlihat seperti burung yang bebas dari sangkar nya.
Seluruh murid XA mulai bergegas merapikan buku serta pelaratan sekolah mereka.
Termasuk juga Raehan.
Raehan menatap kartu undangan pertunangan Lessia dan Agara.
Ia harus melakukan sesuatu untuk membatal kan pertunangan itu.
Tapi apa yang bisa ia lakukan?
Raehan termenung, mencari cara untuk menggagal kan pertunangan Agara.
Ia tahu jika pertunangan ini di luar kendali Agara.
Pertunangan ini adalah sebuah paksaan yang pasti nya akan membuat Agara menderita.
Dan Raehan tidak bisa membiar kan hal itu.
Diri nya sudah berjanji pada Agara, untuk menjadi tempat sandaran pria tampan yang sangat di cintai nya itu.
Tetap diam dan menonton alur, sama sekali bukan tipe diri nya.
"Woiii... Bengong aja..."
Puk..
"Auuuu....!" Pekik Raehan kesakitan saat tangan Fir menepuk punggung nya.
"Ada apa dengan punggung mu Rae.?" Raut wajah Fir berubah khawatir.
Begitu pula dengan Miya yang langsung panik.
Ia tahu pasti Raehan terluka karna berkelahi dengan dunia gadis ular itu.
"Aku ngak papa kok Fir.. Nyeri punggung aja..." Jawab Raehan sesantai mungkin.
"Rae kamu jangan bohong kamu luka kan karna Lessia dan Kiara.." Sela Miya yang sudah memasang wajah cemas.
"Apa?" Pekik Fir cukup kaget dengan aoa yang baru saja ia dengar.
"Sudah... Fir, Miya aku ngak papa kok.. Punggung ku cuma kebentur sedikit aja tadi... Ngak ada luka atau pun semacam nya.. Mending kita pulang sekarang..."Seru Raehan yang langsung meraih tas nya dan berjalan mendahului ke dua sahabat nya.
Ia tidak ingin pembicaraan mereka semakin panjang , ia tidak ingin Miya dan Fir terlibat dalam masalah pribadi nya dengan Lessia.
Ia tidak ingin membahaya kan ke dua sahabta nya nya, terutama Miya. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Lessia menyakiti dan melukai sahabat nya itu karna ulah diri nya yang meminta Miya untuk melakukan sesuatu.
Sementara Fir kini menatap Miya serius.
__ADS_1
Ia tidak terima jika ada yang menyakiti Raehan.
"Ceritakan yang sebenar nya terjadi..." Tukas Fir dengan mutlak.
"Aku juga tidak tahu Fir.. Raehan hanya mengata kan jika ia bertengkar dengan Lessia dan Kiara..."
"Gadis ular itu benar- benar selalu merundung Raehan..." Geram Fir yang juga marah mendengar perkataan Miya.
"Tapi..." Miya menjeda kalimat nya.
"Tapi apa? Lihat aku yakin punggung Raehan pasti terluka... Lihat saja aku pasti akan memberi pelajaran kepada dua gadis busuk itu..." Seru Fir dengan penuh tekad dalam kata- kata nya.
"Tapi Raehan sudah membuat kepala Lessia berdarah dan mematah kan jari manis Kiara..." Cicit Miya dengan suara sedikit rendah. Karna tidak ingin siapa pun mendengar perkataan nya.
Bam...
"Hah?"
Kepala Fir rasa nya langsung di hantam olej batu besar, mendengar ucapan Miya.
Di mana Raehan sangat brutal dalam memberi kan pelajaran pada musuh nya.
Di mana diri nya belum tentu mampu membalas musuh nya.
Rasa nya harga diri Fir terkoyak, ternyata Raehan cukup tangguh untuk menjadi petarung tunggal.
Pandangan Fir mulai menggelap dengan kesadaran yang hilang, bersamaan dengan tubuh nya yang langsung ambruk ke lantai karna saking kaget nya.
Miya melongo melihat tubuh Fir terkapar di lantai.
"Fir... !!!" Panggil Miya dengan menendang tubuh Fir dengan kaki nya.
Miya langsung berjongkok, menepuk- nepuk pipi Fir agar pria itu bangun.
"Loh.. Kok malah pingsan sih.. Fir bangun donk...!" Pekik Miya dengan memukul ke dua pipi Fir kencang.
Namun sia- sia, ke dua mata Fir bahkan tidak berkedip atau terbuka sedikit pun.
"Ahhh udah lah... Tinggalin aja siapa suruh pake acara pingsan segala..." Rutuk Miya yang langsung melenggang pergi.
...----------------...
Raehan berjalan dengan kartu undangan pertunangan sang kekasih di tangan nya.
Rasa nya ia ingin merobek undangan ini, dan menghambur kan sobekan nya di depan wajah Lessia.
Namun entah lah, hati nya sedikit sakit dan cemburu melihat nama Agara tertulis dengan indah bersanding dengan nama Lessia.
Apa diri nya memang pantas untuk bersanding dengan pria tampan yang hampir sempurna seperti Agara.?
Rasa nya rasa insecure mulai melanda diri nya, namun ia segera menepis perasaan itu.
Karna ini bukan pilihan nya, sebelum mengejar Agara ia sudah mengetahui semua resiko dan bertekad untuk melewati nya dengan menggenggam tangan Agara.
Belum lagi ia sudah berjanji tidak akan meninggal kan Agara, dan terus berada di samping pria itu. Yang arti nya jalan mundur sudah tertutup bagi nya.
__ADS_1
Raehan memasuk kan kartu undangan itu ke dalam tas nya, memgulum senyum di bibir nya lalu melangkah dengan wajah riang. Meski di hati nya saat ini tengah merasa cemas akan acara pertunangan Agara.
Bibir Raehan semakin menipis saat melihat Agara sudah menunggu nya di depan gerbang sekolah, sembari tersenyum ke arah nya.
Raehan sedikit gugup saat melihat area gerbang yang cukup ramai, di mana banyak murid yang berlalu lalang.
Apa yang akan murid- murid itu akan pikir kan jika melihat diri nya di bonceng oleh Agara.
Bisa- bisa gempar seluruh sekolah karna moment ini.
Tin...
Agara menekan klakson motor nya, saat melihat Raehan hanya diam mematung.
Raehan cukup terkejut dengan suara klakson motor, yang mana seluruh pandangan kini tertuju ke arah Agara.
Raehan menatap Agara yang sudah mengejit kan alis nya, di mana Raehan mengerti maksud dari tatapan Agara.
Dengan berat, Raehan melangkah kan kaki nya yang terasa di ikat oleh beban yang sangat berat.
Ternyata tidak gampang menjadi kekasih pria terkenal di seluruh sekolah.
Raehan menghenti kan langkah nya saat sudah sampai di depan Agara. Mengulum senyum kaku.
Tanpa aba- aba Agara memasang kan helm kepada Raehan, yang membuat seluruh mata murid yang melihat adegan langka itu hampir copot dari cangkang nya.
"Kak Aga aku bisa sendiri... Oh ya lebih baik kita pulang sendiri aja ya.. Lagi pula aku bawa motor..." Cicit Raehan yang merasa tidak nyaman dengan tatapan semua orang yang seperti sedang menonton film korea.
Bahkan ada pula yang langsung mengeluar kan ponsel nya dan merekam kejadian ini. Yang pasti nya besok akan menjadi berita viral.
"Diam... Motor mu sudah di bawa pulang ke kontrakan.. Jadi kau pulang bersama ku... Ayo naik..." Sarkas Agara dengan tegas tak terbantah kan. Tanpa mempedulikan semua tatapan atau bisik- bisik halus yang terlontar dari mulut siswi- siswi yang hampir menangis darah melihat keromantisan Agara yang memakai kan helm pada gadis pendek.
Dan hal itu membuat mereka sangat iri, bahkan ada beberapa siswi yang langsung pingsan di tempat.
Tidak ingin membantah, Raehan menaiki motor sport mewah Agara, di mana Agara langsung menuntun tangan Raehan untuk memeluk pinggang nya. Di mana Raehan memilih pasrah dan memeluk Agara dari belakang.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???