
...167 โฃ...
Raehan mulai menyendok kan benda bulat yang bernama bakso itu ke dalam mulut nya.
Suasana di antara Agara dan Raehan benar- benar hening, hanya terdengar suara deru nafas dan decapan mulut Raehan yang sedang mengunyah.
Entah hilang kemana, suasana ramai yang selalu bisa Raehan ciptakan.
Seakan kemampuan alami nya itu menghilang di telan bumi.
Ke dua nya hanya menikmati satu mangkok bakso meledak yang di beli Agara dalam diam.
Ke dua nya tidak ada yang memulai pembicaraan satu sama lain.
Agara melirik ke arah Raehan yang sedang memakan makanan nya dengan lahap, raut wajah nya sedikit kecewa karna ekspektasi nya melihat wajah sumringah gadis di samping nya ternyata tidak terjadi.
Bahkan kata pujian atau pun semacam nya tidak keluar dari bibir gadis mungil di samping nya.
Merasa di perhati kan, membuat Raehan mengangkat wajah nya. Di mana ke dua netra nya langsung membentur tatapan Agara.
"Kamu menyukai nya?" Tanya Agara dengan malu- malu.
Hanya kata sakral itu yang berhasil lolos dari lidah nya yang sudah terasa kelu dan mati rasa.
Raehan menelan seluruh makanan di dalam mulut nya, sebelum ia menjawab pertanyaan singkat Agara.
Ia sangat mengerti, jika situasi canggung di antara mereka benar- benar tidak sehat. Bahkan terasa menyesak kan.
Tapi apa lah daya, otak nya masih kosong saat ini. Ia juga tidak tahu kemana pergi nya kecerewetan yang selama ini ia miliki.
Apa karna diri nya terlalu syok atas semua yang terjadi ?
Atau diri nya terlalu bahagia hingga kemampuan nya berbicara hilang di telan bumi?.
Raehan mengangguk dengan cepat, dengan bibir yang masih merapat dengan sempurna.
Agara mendengus kecewa, lidah nya sudah berusaha mengatakan kalimat sakral itu, namun yang di dapat hanya respon anggukan kepala saja.
"Terimakasih..." Cicit Raehan dengan senyum memgembang di wajah nya. Sementara tangan nya sudah meremas rok seragam yang ia pakai.
Bodoh, kenapa hanya kata itu yang keluar dari mulut nya?.
Seperti nya mulut nya perlu di gosok dengan deterjen supaya kembali normal.
Rutuk Raehan yang kecewa dengan diri nya.
Sungguh situasi seperti nya benar- benar sangat menyakit kan.
__ADS_1
Rasa nya ia di bunuh secara perlahan- lahan.
"Untuk apa..?" Balas Agara dengan meletak kan bakso nya, lalu menatap Raehan lekat. Yang berhasil membuat Raehan semakin gugup dan salah tingkah.
"Astaga kenapa kak Aga menatap ku... Rasa nya aku kembali di kutuk menjadi patung batu... Ayo lah Rae cair kan suasana sialan ini...." Umpat Raehan dalam hati dengan membulat kan keberanian nya. Menyingkir kan rasa gugup yang benar- benar menggangu diri nya.
"Untuk bakso ini... Ini sangat enak kak... Aku bahkan tidak menyangka jika kakak akan membelikan ini untuk ku... Aku jadi ingat dengan insident saat aku tidak sengaja menabrak kak Aga..." Seru Raehan panjang kali lebar dalam satu kali tarikan nafas, sementara di pelipis nya sudah terbentuk butiran - butiran keringat.
Bibir Agara berkedut mendengar kalimat panjang yang terlontar dari mulut gadis di depan nya.
Agara bisa merasakan rasa gugup di setiap kalimat itu.
Ia tahu Raehan sudah sangat bersusah payah untuk mencair kan suasana canggung di antara mereka.
"Iya aku masih ingat hari tersial dalam hidup ku dan kamu yang menjadi penyebab nya...." Sarkas Agara dengan sinis, yang langsung membuat ke dua mata Raehan membola.
Apa ini?
Kenapa sifat Agara berubah menjadi sinis lagi pada diri nya?
Bukan kah pria tampan itu baru saja mengata kan perasaan nya ?
Atau semua yang di kata kan Agara itu adalah bohong?
Agara terkekeh melihat wajah melongo Raehan, ia sengaja mengata kan kalimat sarkas itu hanya untuk memancing sifat bar- bar Raehan.
"Apa....? Tapi aku benar- benar tidak sengaja waktu itu..." Bibir Raehan mengerucut ke depan , dengan mangkok bakso yang langsung di letak kan di atas meja.
"Dasar pemarah , pantas saja wajah mu jelek seperti itu..." Ledek Agara kini dengan kekehan di bibir nya.
"Ye... wajah ku imut ya kak.. Asal ngehina, gini- gini pernah di cap jadi pelakor tau..." Raehan menunjuk wajah nya sendiri, dengan kalimat bangga yang keluar dari bibir nya.
"Apa Lessia yang mengata kan hal itu?" Agara menatap lekat Raehan. Ia ingin tahu jawaban apa yang akan di beri kan Raehan.
"Jika iya kenapa? apa kakak akan memarahi atau membentak ku lagi? seperti di mall waktu itu? Karna aku menyinggung tunangan kakak yang cantik itu.." Raehan menekan suara nya saat menyebut kan kata tunangan.
Dapat terdengar jelas ketidak sukaan yang terkandung dalam ucapan Raehan, yang memapu membuat senyum tipis di bibir Agara.
Sungguh Agara sangat senang melihat sikap cemburu Raehan pada diri nya.
Rasa ingin memiliki seutuh nya, meski terkesan begitu egois.
Agara mendekat kan tubuh nya pada Raehan, yang sudah membuang pandangan nya tepat pada semangkok bakso yang tinggal setengah di depan nya.
"Apa kamu cemburu?"
"Tentu saja..."
__ADS_1
"Bukan kah aku sudah mengata kan jika aku dan Lessia bukan sepasang tunangan?"
Wajah Raehan semakin masam mendengar suara Agara yang terkesan mengejek.
Dengan cepat Raehan menoleh ke samping, di mana kini di dekat nya terdapat Agara yang sedang memperhati kan wajah nya.
"Jika benar begitu.. Lalu kenapa kak Aga membentak ku di depan umum?" Raehan memunduk kan wajah nya dalam.
Meski pun ia sudah melupaka kejadian itu, dan memaaf kan Agara.
Tapi tetap saja diri nya merasa sedih dan iri dengan perbedaan cara Agara memperlakukan diri nya dengan Lessia.
Agara meraih tangan mungil Raehan, meletak kan tangan itu di atas paha nya dan menumpuk nya dengan ke dua tangan nya.
Raehan sedikit tersentak saat tangan nya di genggam erat oleh Agara, ia berharap tangan nya tidak mati rasa karna syok di genggam oleh pria tampan.
"Lihat aku...!!!" Seru Agara terdengar begitu tegas , seolah tak terbantah kan.
Dengan perlahan, Raehan mengangkat wajah nya.
Tatapan ke dua nya saling beradu, dengan hasrat dan cinta yang dalam.
"Maaf...." Satu kata meluncur dari bibir Agara dengan penuh nada penyesalan, sementara tangan nya semakin menggenggam erat tangan Raehan.
"Aku minta maaf, aku hanya ingin membuat mu membenci ku,, karna sejujur nya aku sangat terganggu dengan kehadiran mu.. Aku tidak tahu sejak kapan hati ku mulai berdetak untuk mu, aku berusaha menyangkal semua rasa itu, yang semakin hari semakin membuat ku gila... Aku dan Lessia tidak memiliki hubungan apa pun... Karna sekarang aku tidak akan lagi ragu dengan perasaan ku pada mu... Aku akan menjadi kan mu segala nya... Menjadi kan mu rumah, menjadi kan mu tempat terindah dan menjadi kan mu hasrat dalam hidup ku...." Ujar Agara dengan tulus dan penuh dengan keseriusan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???