
...59...
Agara menyentuh bahu Raehan, menduduk kan tubuh mungil itu, hingga kini bersender dengan tegap pada headbord ranjang.
Rasa panas seketika menjalar di tubuh Agara, terlalu dekat dengan Raehan mampu membuat gelora darah nya berdesir hebat.
Dengan kikuk , dan bersikap sedatar mungkin. Agara meraih makanan yang berada di atas nakas.
Menyendok perlahan lalu mengulurkan nya ke arah Raehan.
Hanya hening yang menemani, dengan ke dua tatapan mereka saling beradu.
Seolah- olah menemukan kenyamanan tanpa ingin berpaling.
Raehan terus menatap bola mata merah yang menjadi candu bagi nya. Sementara bibir nya terus mengunyah makanan yang di suap kan Agara.
Ini bukan lagi mimpi, tapi ini adalah sebuah kenyataan yang membuat harapan nya semakin jauh melambung tinggi. Dengan keyakinan jika Agara juga merasakan perasaan yang sama seperti diri nya.
Di sisi lain, Agara juga merasakan hal aneh, yang ia yakini jika kini hati nya telah jatuh pada sosok gadis di depan nya.
Tapi naluri terdalam nya masih menolak, karna rasa takut akan di tinggal kan lebih besar dari cinta nya.
Dret...
Dret...
Dret...
Getaran ponsel Raehan, membuat tubuh ke dua nya tersentak kaget.
Raehan segera meraih ponsel dengan merek lama, alias jadul. Tapi bagi nya seberapa pun tua nya barang ini. Ia tetap bersyukur mempunyai ponsel ini.
Raehan menjauh dari Agara dengan canggung, lalu menggeser tanda hijau di layar ponsel nya.
"Hallo Rae..."
"Raehan...!!" Panggil dua orang yang sangat familiar dari layar ponsel.
Dua orang yang selama ini selalu mendukung diri nya. Dua orang yang berteman tanpa memandang apa pun dari diri nya.
Siapa lagi, jika bukan Fir dan Miya yang kini sedang melakukan Video call dengan Raehan.
Raehan langsung berjingkrak senang, saat melihat wajah Miya di layar ponsel.
Tidak ada lagi raut wajah ketakutan, saat terakhir kali mereka bertemu, tepat nya saat kejadian insident Mika.
Air mata Raehan segera luruh, mengalir dengan bebas di ke dua pipi nya.
Diri nya sangat senang melihat sahabat nya kini telah baik- baik saja.
"Ummmm Miya... Hiks...!!" Panggil Raehan dengan suara parau, sementara diri nya berusaha mengatur mimik wajah nya supaya tidak terlihat menangis.
"Aku benar- benar kangen kalian..." Cicit Miya yang kini mulai berkaca- kaca.
Hati Raehan semakin terenyuh mendengar ungkapan rindu sahabat nya.
Sudah beberapa hari berlalu, mereka tak pernah bertemu khusus nya Miya.
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukan mu Mi... Bagaimana keadaan mu sekarang?" Raehan menghapus kasar air mata nya, melengkung kan sebuah senyum termanis yang ia miliki.
"Aku baik- baik saja.. Tapi kau.. Kau sedang sakit aku sungguh khawatir pada mu... Pasti tidak ada yang menemani mu sekarang di sana... Ini benar- benar membuat ku khawatir Rae..." Oceh Miya dengan raut cemas nya.
"Jangan khawatir... Kebetulan ada Momsy dan Popsy yang datang menjenguk ku.. Dan juga..." Raehan menggantung ucapan nya, kepala nya memutar ke belakang, menatap Agara yang tengah menatap nya tajam.
"Dan juga??" Tanya Miya.
"Adik ku.. Mereka semua datang kemari... He. he..." Kekeh Raehan.
"Hallo apa sekarang aku naik jabatan menjadi seekor nyamuk di antara kalian..." Sela Fir memasang wajah kesal. Sejak tadi ke dua gadis ini seakan- akan tidak menganggap kehadiran nya. Karna sibuk berbagi rindu. Tapi diri nya juga sama. Ia merindukan ke dua sahabat nya itu.
"Ha... Ha... Ha..." Gelak tawa Miya dan Raehan langsung pecah mendengar curhatan Fir yang begitu frustasi.
"Kami juga merindukan mu nyamuk pengganggu...Ha ha..." Ucap Miya dan Raehan di ikuti dengan gelak tawa nyaring dari ke dua nya.
Agara menatap punggung Raehan yang sedang duduk membelakangi diri nya di bibir ranjang.
Gadis itu terdengar tertawa nyaring, terlihat begitu bahagia hanya dengan berbincang lewat telpon pada ke dua teman nya.
Agara menunduk kan pandangan nya, saat mengingat nasib diri nya yang tak punya satu pun teman.
Hingga diri nya tidak pernah tertawa lepas bersama orang lain.
Senyum dan tawa nya, ia tinggal kan bersama dengan masa kecil nya yang kelam.
Bahkan moment itu membuat diri nya menjadi anak yang jauh dari kehidupan normal.
Diam dan sepi lah yang menjadi kawan setia nya.
"Rae kau tahu aku hampir pingsan , tadi saat Agara datang mencari mu ke kelas..." Celetuk Fir, yang berhasil membuat Agara mengerut kan kening nya penasaran. Saat mendengar namanya di sebut oleh tiga sahabat itu.
"Hah..." Mulut Raehan langsung menganga mendengar penuturan Fir.
Agara mencari nya..?
Ada apa sebenar nya, sampai- sampai Agara mencari nya ? bahkan kini pria itu sudah berada di belakang nya.
Jantung Raehan kembali bertalu dengan cepat, semakin berada di dekat Agara dada nya seakan terus berdetak membobol tulang- tulang rusuk nya.
"Apa aku tidak salah dengar...??" Pangkas Miya kini dengan wajah bersemangat dan penasaran.
"Cerita kan Fir apa yang terjadi...?" lanjut Miya.
"Aku juga tidak menyangka, tapi tiba- tiba Agara datang. Aku pikir dia datang untuk menebar pesona nya dan mengalah kan pesona ku yang jauh lebih kuat dari pada diri nya... Tapi isi perut ku langsung ingin keluar saat ia mengatakan 'Dimana Raehan?'"
"Terus- terus?" Celetuk Miya tak sabaran mendengar kelanjutan cerita Fir.
"Lalu dia memberi tahu segala nya tanpa ia sadari pada kak Aga..." Pungkas Raehan cepat, sembari menatap Fir tajam.
Ia mengerti sekarang kenapa Agara sampai datang ke rumah nya.
Tapi tunggu dulu, bukan kah tujuan Agara belum terungkap.
Tidak mungkin pria tampan itu datang untuk menjenguk diri nya yang sakit bukan?.
"He.. he.. Maaf kan aku Rae.. Aku benar- benar tidak sadar.." Kekeh Fir dengan wajah kikuk sembari mengangkat tangan nya membentuk huruf V.
__ADS_1
"Dasar ember...!" Umpat Miya, yang langsung membuat Fir memutar bola mata jengah.
"Tapi kenapa dia sampai mencari mu Rae? kau tidak membuat masalah dengan nya kan?" Cecar Miya.
"Ahhh... Tidak... " Jawab Raehan asal, sekali lagi ia memutar kepala nya kebelakang. Memastikan Agara tidak mendengar perbincangan nya.
Raehan menghela nafas saat melihat Agara tengah sibuk memainkan ponsel nya.
Tanpa ia sadari, Agara hanya berpura- pura melakukan hal itu.
Sejak tadi ia sudah mendengar semua perbincangan Tiga sekawan itu yang semakin seru untuk di dengar.
"Rae... Jangan pernah menyinggung laki- laki seperti Agara. Dia itu pria buaya, yang akan menerkam siapa pun yang mendekati nya. Oh tidak dia lebih mirip dengan seekor monyet yang menggaruk- garuk pantat nya saat gatal. Aku tahu kamu menyukai nya. Tapi lebih baik kamu mengurung kan niat mu.. Karna seperti nya dia mengalami kelainan... Bagaimana mungkin seorang pria tidak tertarik pada satu pun gadis. Aku yakin ada kelainan pada diri nya." Ujar Fir panjang lebar mengolok- ngolok Agara.
Raut wajah Raehan semakin pias, sejak tadi ia menggeleng- geleng kan kepala nya. Memberi peringatan kepada Fir untuk tidak mengatakan hal jelek tentang Agara.
Sementara di belakang Raehan, Agara mendengus kesal, dengan bibir yang di manyun kan ke depan. Saat mendengar tiga sekawan itu mengolok- ngolok diri nya. Bahkan Raehan hanya diam saja.
"Gadis sial ini hanya diam saja mendengar teman kampret nya itu menghina ku... Apa dia setuju dengan perkataan teman nya itu.." Umpat Agara yang kembali memfokus kan diri nya pada ponsel di tangan nya. Saat Raehan kembali melirik diri nya.
"Rae kenapa sejak tadi kamu geleng- geleng terus kayak baling- baling bambu milik doraemon sih..." Celetuk Miya asal.
"Aneh.." Lanjut Fir menyetujui.
"Seperti nya aku butuh istirahat deh..." Cicit Raehan berlasan untuk segera menutup panggilan vidio.
"Baiklah.. Tapi nanti sore kau dan Fir harus datang ke rumah ku... Mama dan papa ku yang mengundang lo..." Ujar Miya dengan tersenyum.
"Oke siap kami pasti datang..." Jawab Fir mantap dan langsung memutus panggilan vidio.
"Ta... Tapi..." Belum sempat Raehan memberikan jawaban undangan Miya, Fir sudah memutus panggilan vidio.
Raehan menghela nafas putus asa. Bagaimana bisa nanti ia pergi ke rumah Miya dan meninggal kan Agara.
Tapi tunggu dulu ia belum mengetahui tujuan pria ini datang mencari nya kan.
Ia harus menanyakan hal ini.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???