Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Berbeda


__ADS_3

...124 โฃ...


Beberapa jam berlalu dengan cepat, kini Jiya sedang mematut diri nya di sebuah cermin besar, menampil kan diri nya yang kini terlihat begitu berbeda.


Tidak ada lagi baju lusuh, dengan beberapa tambalan yang melekat di tubuh nya.


Rambut panjang kusut yang tak pernah di sisir, kini berubah menjadi rambut sebahu yang di cat dengan warna abu dan pirang, benar- benar perpaduan warna yang semakin membuat aura kecantikan nya terlihat.


Wajah dekil yang hanya di cuci dengan air kran, kini terlihat bersinar dan begitu mulus.


Lalu kuku - kuku tangan dan kaki nya dengan ujung yang menghitam kini berubah bersih dan berkilau.


Bahkan tubuh nya terasa begitu bersih dan segar.


Ia tidak menampik jika uang bisa mengubah segala nya. Bisa mengubah gadis kotor seperti diri nya, kini terlihat begitu cantik dan berkelas.


Ia yakin para pria akan terpesona dengan kecantikan nya. Dan semua yang ia ingin kan akan tercapai.


Di ruangan yang lain nya, Kazuya tengah menatap pantulan diri nya dengan bibir menganga tidak percaya.


Pasal nya di dalam cermin, terlihat pantulan seorang pria tampan tengah memakai baju bagus yang membuat aura ketampanan nya semakin keluar.


Kazuya benar- benar tidak percaya jika pantulan dalam cermin itu adalah diri nya.


Tidak ada lagi pria kumal dengan rambut panjang, yang ada hanya pria tampan dengan wajah bersinar bak patung maniken.


"Apa di cermin itu adalah aku?.. Apa aku benar setampan ini?" Cicit Kazuya yang masih tidak percaya.


Bahkan sejak tadi ia bergerak, menyelaras kan gerakan yang ia buat dengan cermin.


...----------------...


Kazuya dan Jiya saling menatap takjub, saat melihat tampilan satu sama lain nya.


Benar- benar sangat berbeda.


Kazuya begitu terpana, melihat pesona yang di tawar kan Jiya.


Gadis lusuh yang ia kenal kini berubah menjadi gadis cantik yang begitu elegant.


Bahkan jantung Kazuya semakin berdebar saat melihat senyum Jiya yang merekah bak bunga yang mekar saat musim semi.


"Kamu sangat cantik Jiya..." Puji Kazuya yang tak mampu memaling kan pandangan nya pada Jiya.


Jiya tersenyum senang, mendengar pujian tulus dari teman gelandangan nya.


Kazuya saja terpesona, ia yakin jika pria lain nya pasti akan terpesona juga pada nya.


"Kau juga terlihat begitu tampan ..." Balas Jiya dengan sebuah pujian, yang mampu membuat pipi Kazuya merona.


Bahkan kini hati Kazuya terasa di penuhi oleh ribuan kupu - kupu yang tengah menggelitik hati nya.


"Kazuya.. Ayo naik ke lantai atas....!!" Seru Jiya yang langsung mendekat pada eskalator.


Nyali nya tiba- tiba menciut, saat melihat tangga bergerak itu.

__ADS_1


Kazuya juga mengeluar kan ekspresi yang sama, selama hidup nya untuk pertama kali ia melihat tangga bergerak ini secara langsung.


Selama ini ia hanya melihat tangga berjalan ini lewat iklan pada baliho tepi jalan.


Katrok.


Kampungan.


Itu lah kata- kata yang pas untuk mereka.


"Apa tidak ada tangga yang diam saja.. Tangga nya berjalan begitu cepat Kazuya, salah sedikit kaki kita akan masuk ke dalam..." Cicit Jiya dengan wajah sendu, sembari tatapan nya tidak lepas dari eskalator yang berjalan ke atas.


Kazuya melihat ke sisi kanan nya, terlihat beberapa orang menaiki benda panjang ini dengan begitu santai.


Meletak kan kaki mereka pada anak tangga lalu berdiri diam, dan tangga berjalan ini pun mengantar mereka hingga ke atas.


Terlihat begitu mudah, namun sangat menakut kan bagi diri nya. Batin Kazuya dengan menelan saliva nya paksa.


Rasa nya saat ini diri nya ingin menarik tangan Jiya untuk berhenti sampai di sini.


Tapi ia tidak bisa melihat wajah sedih gadis di samping nya.


Kazuya menggenggam tangan Jiya dengan erat, membuat Jiya mengerjit.


"Jangan takut ada aku.. Aku akan selalu menjaga mu..." Ujar Kazuya dengan penuh keyakinan.


Jiya mengulas senyum cerah lalu mengangguk cepat.


Kata- kata Kazuya terdengar begitu menyakin kan, bahkan kini rasa takut nya sedikit menghilang.


Tubuh mereka sedikit terjenggang, karna tidak bisa menahan keseimbangan, bahkan tubuh Jiya hampir jatuh. Namun tangan kuat Kazuya langsung memegang erat pinggang ramping Jiya.


Membuat posisi mereka seperti adegan romantis dalam sebuah film. Di mana pemeran pria memeluk pinggang sang pemeran wanita. Dan pemeran wanita memegang bahu kekar sang pemeran pria.


Tubuh mereka di bawa menuju lantai atas, namun jantung Kazuya saat ini ingin meledak.


Bagaimana tidak, posisi nya sangat dekat dengan Jiya bahkan ia bisa melihat dengan puas wajah cantik gadis yang di sukai nya.


Berbeda dengan Jiya yang hanya memasang ekspresi biasa saja.


Ia sudah tidak sabar untuk membeli barang- barang bagus lain nya. Mulai dari baju serta alat make up lain nya.


...----------------...


Di belahan kota Milver lain nya.


Terlihat di jalan raya, sebuah mobil mewah sport berwarna merah sedang melaju bersama kendaraan - kendaraan lain nya.


"Fir... Aahhh kenapa ngak duduk di depan aja.. Ngapain sih malah duduk di belakang sama cewek - cewek..." Celetuk Miya dengan bibir mengerucut.


"Lah terserah donk aku mau duduk di mana aja, ini kan mobil ku..." Balas Fir dengan wajah jelek.


Sementara Raehan sejak tadi hanya menyender kan kepala nya di kaca jendela mobil.


Ia sama sekali tidak berniat bercanda saat ini, perasaan serta pikiran nya masih kacau balau akan permintaan Dion tadi siang.

__ADS_1


Yah, kini tiga sekawan itu tengah berada dalam mobil sport Fir dengan tujuan mereka malam ini menuju mall.


Seperti yang sudah di janjikan Fir, jika ia akan mentraktir ke dua sahabat perempuan nya ini untuk berbelanja di mall.


Dan seperti biasa di antara mereka Fir dan Miya akan selalu bertengkar.


Sedang kan sopir Fir sejak tadi menutup telinga agar tidak mendengar kebisingan yang terjadi di bangku belakang.


"Ingat ya Fir, jangan menghentikan kami saat berbelanja nanti..." Miya.


"Iya ambil aja semua yang kalian Mau.. Nanti aku yang bayar..." Balas Fir sambil menepuk dada nya bangga.


"Rae.. Kok dari tadi diam aja... Kenapa sih...?" Tanya Miya pada Raehan yang asik melihat pemandangan malam di luar jendela.


"Ngak ada kok..." Balas Raehan singkat.


Sejujur nya saat ini kepala nya rasa nya sangat pening. Ia tidak bisa membayang kan betapa besar tanggung jawab yang Dion limpah kan untuk nya.


Rasa nya pundak nya tertekan berat, hanya dengan memikir kan nya saja membuat kepala nya berdenyut.


Ia ingin menolak tapi, semua nya sia- sia diri nya terikat perjanjian dengan Dion, lalu di sisi lain nya juga ia tidak ingin mengecewakan pria yang sudah banyak membantu nya itu.


"Rae.. Kalau ngak kenapa- kenapa .... Kenapa murung terus sih sejak tadi siang.. Seharus nya saat ini kamu bahagia dan gembira karna sudah berhasil membalas si Lessia gadis ular itu... Anggap saja kita sedang merayakan keberhasilan mu membuat Lessia sebagai bahan tertawaaan.. Ha...Ha..." Seru Fir berusaha menghibur.


...----------------...


...****************...



Kazuya tampan terzYang๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š



Jiya....


...----------------...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2