Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Memisahkan


__ADS_3

...132โฃ...


Agara mendengus pelan, saat sudah mulai menjauh dari Raehan.


Dada nya yang sempat terasa berat dan terhempit sesuatu yang berat kini rasa nya sudah hilang.


Bahkan pikiran nya terasa lebih ringan usai melihat wajah suram masam mengalah kan asam buah lemon Raehan.


"Kau tau aga gadis pendek tadi, maksud ku Raehan bukan lah gadis polos seperti yang terlihat..." Celetuk Lessia yang mulai melancar kan serangan selanjut nya, yang tak lain adalah membuat Raehan jatuh di pandangan Agara.


Menanam kan benih kebencian pada diri Agara untuk Raehan.


"Maksud mu?" Ke dua alis indah Agara mengerjit mendengar apa yang di kata kan Lessia.


Seperti nya cukup menarik jika mereka membahas tentang gadis sial itu.


Serasa ia sedang mendapat kan hiburan, tanpa henti dengan kebahagian yang menggelitik ujung hati nya.


Entah sejak kapan, hanya mendengar tentang gadis pendek itu ia merasa sedikit terhibur.


"Iya kau tahu dia menggoda banyak pria dengan tampang imut nya itu, kamu pernah lihat kan ponstingan foto nya bersama banyak pria yang menjadi trendi dan viral di seluruh sekolah.? Apa ada gadis baik- baik bersikap seperti itu.. ?" Celoteh Lessia, tentu saja dengan menambah kan beberapa bumbu untuk membuat Raehan terlihat jelek dalam pandangan Agara.


Tujuan tidak lain, untuk membalas dendam pada Raehan. Membuat Agara benci pada gadis itu akan membuat gadis itu patah hati dan hancur karna orang yang sangat di cintai nya sangat membenci diri nya. Bukan kah itu adalah pembalasan yang cukup menyakit kan.? Pikir Lessia dengan senyum miring licik nya.


Otak nya sangat cerdas, hingga menciptakan ide yang begitu cemerlang dan sempurna.


"Lalu menurut mu kamu lebih baik dari gadis pendek itu.?" Seloroh Agara dengan cukup ketus, membuat raut wajah Lessia sedikit pias.


"Setidak nya dia jauh lebih baik dari mu.. Karna dia tidak perlu menutupi sikap nya yang selalu mengejar pria tampan dengan berbagai macam topeng.. Apa kamu tidak memiliki cermin di rumah megah mu itu, atau ayah mu sangat miskin hanya untuk membeli sebuah cermin untuk putri nya?. Setidak nya bercermin lah dulu sebelum kamu mengatakan atau menilai tentang seseorang..." Balas Agara dengan sedikit sarkas, mendengar penuturan Lessia yang terkesan menjelek - jelek kan gadis sial nya yang sedikit mengiris daging hati nya.


"Kamu mengucap kan hal itu karna kamu belum mengenal nya dengan baik Aga..."


Srak...


Tiba - tiba tubuh Lessia terjunggal ke samping karna sebuah dorongan yang cukup besar dan keras.


Bahkan pelukan tangan nya pada Agara sampai terlepas. Seperti ada angin tornado yang tiba - tiba melintas di antara diri nya dan Agara.


Untung saja ada boneka maniken di samping nya, yang bisa ia jadi kan pegangan untuk tidak terjungkang jatuh. Jika tidak mungkin ia akan malu seumur hidup karna seorang model terkenal jatuh tanpa hormat.


Sementara Agara cukup terhempas sedikit, namun untung kuda- kuda nya kuat, jadi tubuh nya tidak terjungkal jatuh.


Untuk sesaat, rasa nya jantung nya tadi terlepas dari gantungan nya.

__ADS_1


"Ahhh maaf aku benar- benar tidak sengaja tadi.. Maaf kehadiran ku mengaget kan kalian He.. He..." Celetuk Raehan yang sudah berdiri di samping Agara, tentu saja dengan mengamit manja di lengan pria idaman nya, di sertai dengan cengiran lebar khas kuda.


Akhir nya setelah berlari cukup jauh, ia bisa menjangkau dua anak manusia yang sedang berkencan.


Memisah kan nenek sihir jelek itu dari pangeran tampan pujaan nya.


Raehan tersenyum puas saat melihat tubuh Lessia yang langsung terpental ke samping.


Seperti seorang cicak yang di terjang angin kipas angin.


Lessia menoleh dengan kesal, siapa yang berani melakukan hal seperti ini pada nya?.


Dan lihat lah gadis pendek yang sama sedang menatap nya dengan penuh kemenangan karna berhasil melepas kan pelukan tangan nya pada Agara.


Cih, sangat menyebal kan. Geram Lessia dengan rahang yang mengeras.


"Kau... Lepas kan...!" Bentak Agara pada Raehan lalu menepis tangan mungil itu dari lengan nya.


Membiar kan gadis itu memeluk lengan nya, sama saja membuat kesehatan jantung nya memburuk.


Deg..


Deg..


Deg..


Raehan mengerucut kan bibir nya kesal, dengan sikap Agara yang kasar pada diri nya.


Kenapa?


Kenapa jika diri nya yang menyentuh Agara maka Agara akan marah dan mulai membentak nya. Sedang kan Lessia juga melakukan hal itu tapi Agara terlihat senang ?


Apa Agara sebenar nya menyukai nenek sihir jelek itu?


Tidak, tidak, ia tidak boleh menyerah hanya karna satu kali kegagalan. Tekad Raehan dengan semangat yang kembali di isi.


Lessia tersenyum senang, melihat intraksi dua orang di hadapan nya. Apa lagi saat melihat Agara membentak Raehan.


Rasanya ia saat ini mendapat angin kemenangan.


"Ck.. Ck.. Raehan kenapa kamu mendorong ku dengan sangat keras? untung aku tidak jatuh..." Seru Lessia dengan sendu dan nada sedih, yang langsung membuat Raehan mengerjit dengan sikap Lessia yang terus saja berubah- ubah seperti siluman serigala.


"Jika kamu ingin lewat, kenapa tidak lewat dari sana saja.. Bukan kah di sana masih banyak ruang yang tersisa untuk lewat?. Aku tahu kamu iri dengan ku karna aku dan Agara sedang berkencan tapi apa seperti ini cara mu.?" Lanjut Lessia yang sudah memasang tampang hampir menangis.

__ADS_1


Saat ini ia sedang memain kan peran sebagai gadis yang teraniaya dan terzholimi, tentu saja dengan tujuan mendapat rasa simpatik Agara.


"Kak Lessia apa yang kamu kata kan..? Aku tidak pernah iri dengan mu.. Heh nenek sihir jelek jangan bersandiwara lagi. Aku tidak akan iba atau kasihan dengan mu..."Sarkas Raehan dengan ketus, karna sudah sebal meladeni drama sampah Lessia.


"Hiks... Hiks..." Tangis Lessia tumpah seketika, dengan air mata yang mengalir dengan deras di pipi nya.


Raehan cukup terkejut melihat akting Lessia yang begitu lihai dan handal.


Bahkan jika diri nya gadis biasa dengan otak di bawah rata- rata mungkin saat ini ia akan mempercayai akting terzholimi nenek sihir ini.


"Lalu apa tadi, kamu mendorong ku dengan sangat kecang, untung aku tidak celaka... Hiks.. Hiks..." Lanjut Lessia yang semakin mendramatisir.


"Astaga itu hanya dorongan kecil, kamu saja yang tubuh nya terlalu lemah.."


"Cukup....!!" Bentak Agara menyela pertengkaran antara dua gadis di hadapan nya. Yang sungguh membuat kepala nya terasa ingin pecah.


"Tapi kak Aga dia hanya melebi---"


"Cukup gadis sial, apa kamu ingin mengelak lagi...? Aku melihat mu mendorong Lessia dengan keras, lalu sekarang kamu masih berani berbohong dengan mengatakan semua itu?. Ck.. Ck.. Selain pembawa sial kau juga gadis kasar....!!" Teriak Agara memotong perkataan Raehan.


Jleb..


Krak...


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2