Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Minta maaf 2!!


__ADS_3

...139 โฃ...


"Kak Aga terimakasih.."


"Apa kamu tuli, ? Minta Maaf pada Lessia...!!!" Bentak Agara dengan nada suara yang semakin tinggi tepat di depan wajah Raehan.


"Apa.?"


Ke dua mata Raehan melebar dengan sempurna.


Kaget.


Itu lah kondisi nya saat ini. Agara ternyata tidak membentak Lessia tapi diri nya lagi.


Ini sudah yang ketiga kali, pria yang begitu ia sukai membentak nya di tempat umum.


Baru beberapa saat yang lalu, Agara bersikap begitu lembut pada diri nya.


Bahkan memasang kan jepitan indah yang langsung membuat hati nya berbunga- bunga.


Tapi apa ini, setelah ia di bawa terbang ke langit ke tujuh, dan sekarang tiba- tiba ia di hempas kan dengan sangat keras hingga ke dasar bumi.


"Sialan... Berani sekali kamu membantak Raehan..." Marah Fir yang kini sudah tidak tahan melihat semua yang terjadi.


Pria dingin ini mempermalukan sahabat nya di depan umum.


"Tentu saja aku akan membentak nya, karna dia adalah yang salah di sini... Hei apa kamu tuli.. Cepat minta maaf pada Lessia..." Seru Agara kini dengan menguncang tubuh Raehan yang masih sok.


"Lepas kan.. Jangan menyentuh nya..." Bentak Fir dengan menghempas kasar tangan Agara.


"Kamu ini memang bodoh, tulalit, oon dan ahhh semua nya... Raehan bahkan membela mu ketika aku ingin menghancur kan wajah jelek mu itu.. Tapi seperti nya kamu sudah menjadi budak gadis beracun itu..." Lanjut Fir kini dengan api kemarahan yang jauh lebih besar dari pada sebelum nya.


Bahkan Fir mendorong, tubuh Agara hingga terjunggal ke belakang.


"Fir...!" Panggil Raehan dengan wajah sedih.


"Hentikan jangan memukul nya..." Seru Raehan lagi dengan memasang wajah yang sama, saat meminta Fir untuk menghentikan aksi nya.


"Rae, kamu ini bagaimana sih.. Lagi- lagi kamu membela pria bodoh ini.. Biar kan aku memukul nya hingga wajah nya hancur dan kamu tidak lagi menyukai nya..."


Bugh...


Satu bogem mentah melayang tepat di wajah Agara.


Membuat kepala Agara berpaling karna saking keras nya pukulan Fir.


"Hah... Itu belum ada apa- apa nya dari pada rasa sakit yang kamu beri kan pada Raehan..." Fir kembali ingin melayang kan satu pukulan lagi ke wajah Agara yang hanya diam, sambil menatap diri nya dengan tajam. Tidak ada perlawanan dari Agara sedikit pun membuat Fir semakin kesal.


"Fir hentikan..!" Teriak Raehan kini dengan oktaf suara yang tinggi.

__ADS_1


"Jangan memukuli kak Aga lagi... Hentikan..!! Jika kamu terus memukuli nya aku tidak akan berbicara dengan mu selama satu bulan..." Ancam Raehan dengan hentakan kaki nya di lantai.


Fir yang sudah siap menghajar Agara, menarik tangan nya kembali, saat mendengar ancaman Raehan.


"Sahabat bodoh, kenapa aku bisa nyaman berteman dengan gadis bodoh seperti nya..." Umpat Fir dalam hati nya yang sedang terbakar api kemarahan.


Fir berjalan menjauh dari Agara , mengatur nafas nya yang terus memburu.


Miya segera mendekat ke arah Fir, menepuk- nepuk bahu pria itu agar tenang.


"Lihat lah Mi.. Betapa bodoh nya Raehan. Apa dia tidak salah menyukai pria brengsek seperti Aga..." Celoteh Fir yang masih tidak terima akan Raehan yang masih membela Agara walau sudah di perlakukan seperti itu.


"Sssstttt diam lah... Sahabat kita memang bodoh, tapi itu semua karna cinta... Berhenti lah menggunakan otot mu untuk menyelesaikan masalah..." Pekik Miya menenang kan Fir dan memberi sedikit pengertian pada pria yang sudah di selubungi kabut hitam kemarahan.


Raehan berjalan mendekat ke arah Agara, yang sedang mengusap sudut bibir nya yang berhasil di sobek oleh Fir karna pukulan keras yang menghantam pipi nya.


Raehan bisa mendengar ringgisan rasa sakit dari bibir indah Agara.


Tangan nya terulur menyentuh pipi Agara yang sudah lebam karna ulah Fir. Lalu mengusap bercak darah Agara dengan tangan nya.


"Meski kamu membentak ku dan memarahi ku di depan umum.. Aku tidak bisa membenci mu.. Hiks...Hiks..." Batin Raehan dengan air mata yang tumpah dan mengalir di pipi nya.


"Rawat lah luka kak Aga.. Maaf kan Fir karna sudah memukul mu karna aku... Fir adalah pria yang baik..." Ujar Raehan menghapus air mata nya yang mengalir.


Glek...


Makhluk seperti apa sebenar nya gadis di depan nya ini.?


Kenapa meski di sakiti hati nya tetap kuat. Seakan apa yang terjadi sama sekali tidak membuat hati nya tersakiti.


Mungkin jika gadis lain, ia akan langsung di tampar hingga di cakar- cakar.


Tapi gadis sial ini, malah melakukan hal sebalik nya.


Fir menatap Raehan tidak percaya, melihat sikap Raehan yang masih saja manis, bahkan masih bisa mengkhawatir kan luka Agara.


Bahkan gadis kecil itu malah meminta maaf dengan tulus demi diri nya.


Ia tidak mengerti dengan kebodohan Raehan.


Raehan mendekat ke arah Lessia, ia menunduk kan kepala nya.


Wajah nya menunjuk kan raut merasa bersalah.


Lessia memicing kan mata nya, melihat langkah Raehan yang semakin mendekat ke arah nya.


Apa gadis bar- bar ini akan memukul atau mencekik nya lagi, ? sama seperti saat di sekolah waktu itu.


Gadis pendek ini benar- benar sangat menakut kan.

__ADS_1


Saat ia marah dia terlihat sangat menyeram kan, tapi ketika memasang wajah sedih penuh dengan misteri, gadis itu malah terlihat lebih menyeram kan.


Lessia menatap ngeri Raehan yang semakin mendekat ke arah nya.


Bahkan ia mengusap leher jenjang nya, yang masih merasakan cekikan gadis kecil itu.


Raehan menatap Lessia dengan tatapan yang tidak bisa di arti kan.


Ke dua mata nya melebar, bersamaan dengan buliran bening yang mengalir di pipi chuby nya.


"Kak Lessia maaf kan aku... Aku terlalu negatif thingking dan selalu merasa semua orang mengancam keselamatan ku... Maaf kan aku kak Lessia..."


Raehan langsung memeluk tubuh Lessia, mendekap tubuh yang lebih tinggi dari nya dengan sangat erat.


Bahkan dada Lessia terasa sesak karna pelukan Raehan yang rasa nya saat ini sedang meremuk kan tubuh nya.


Apa- apaan gadis ini, apa gadis ini ingin membunuh diri nya dengan pelukan erat yang membuat dada nya sesak.? Pekik Lessia yang semakin kesusahan untuk bernafas.


"Ada keributan apa di sini...?" Ucap suara bariton, di mana dua orang satpam sudah datang karna mendengar ada keributan di stand ini.


Raehan langsung melepas pelukan nya pada Lessia.


Lessia menghirup oksigen di sekitar nya dengan rakus. Meski tubuh gadis ini kecil tapi tenaga nya cukup untuk meremuk kan tubuh nya yang lembut.


Raehan tersenyum penuh arti pada Lessia. Senyuman misterius yang membuat Lessia merasa posisi nya tidak aman, saat melihat senyum iblis Raehan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2