
...191โฃ...
Agara mematut diri nya di depan cermin, menyisir rambut merah nya dengan membuat model baru.
Hari ini ia ingin terlihat tampan dengan penampilan yang sempurna di depan Raehan.
Ia harus tampil berbeda dan membuat kekasih nya terpesona dan merasa beruntung karna telah menjadi kan nya pacar.
Senyum manis Agara tidak pernah luntur dari bibir seksi nya.
Engsel bibir nya tidak pernah lelah untuk tersenyum.
Bahkan bibir nya sejak kemarin malam tidak pernah berhenti untuk tersenyum.
Tentu saja semua itu karna rasa bahagia yang tengah terasa di dada Agara.
Rasa nya taman bunga yang begitu luas akhir nya bermekaran dan mengeluar kan bau harum semerbak.
Untuk pertama kali nya setelah sekian lama, akhir nya Agara bisa merasa kan sebuah kebahagian.
Bahkan ia bisa tersenyum tanpa beban, atau pun bersembunyi di balik wajah dingin dan datar yang selalu ia tunjukkan setiap hari.
Agara menyabet baju seragam nya, memasang nya di tubuh tinggi, tegap dan juga kekar lalu memgancingi satu persatu kancing baju nya.
Tidak lupa ia memasang kan arloji yang cukup mahal di pergelangan tangan nya sebagai pelengkap style nya pagi ini yang begitu memesona.
"Perpect....!" Gumam Agara dengan mengedip kan satu mata nya saat melihat tampilan diri nya di cermin.
Ia lalu bergegas dengan cepat, meraih kunci motor sport yang akan ia gunakan untuk pergi ke sekolah.
Ia tidak ingin berlama- lama lagi di sini, ia ingim segera bertemu dengan pacar nya. Karna ia sudah sangat merindukan gadis mungil itu.
Rindu?
Padahal baru semalam mereka bertemu dan menghabis kan waktu bersama.
Tapi lihat lah diri nya begitu serakah untuk selalu berdua- an dengan Raehan.
Agara menaiki motor sport nya, menyala kan motor tersebut dan langsung melesat keluar dari parkiran apartemen.
Membelah jalanan yang sudah cukup padat dengan aktivitas berangkat kerja.
...----------------...
Felix terlihat lesu dengan ke dua mata nya yang menghitam karna ia tidak tidur semalaman.
Bagaimana ia bisa tidur, setelah hati nya di patah kan begitu saja.
Bahkan untuk makan saja ia tidak berminat.
__ADS_1
"Lix... Kamu ngak sekolah hari ini?" Seru Hanson yang sudah siap dengan seragam nya.
Karna tidak tega meninggal kan Felix yang sedang patah hati karna cinta , diri nya dan Calvin memutus kan untuk menginap di rumah Felix.
Meski selama semalaman sahabat serta bos nya itu tetap diam terhanyut dalam pikiran nya sendiri.
Hanson merasa kasihan dengan kondisi Felix, namun apa lah daya diri nya tidak bisa berbuat banyak.
Ia dan Calvin sudah berusaha menghibur nya namun semua nya sia- sia dengan ujung- ujung nya Felix memarahi mereka habis- habisan.
Apa ini karma yang di dapat Felix, karna selama ini sahabat nya itu terus mempermain kan hati perempuan, bahkan mematah kan hati mereka. Yang hanya di anggap sebagai permainan.
Calvin menepuk pundah Hanson, dengan alis di naik kan ke atas, menanyakan apa yang sedang terjadi.
Hanson langsung menunjuk ke arah Felix dengan dagu nya, di mana Felix bahkan tidak menjawab sedikit pun pertanyaan nya.
Calvin menghembus kan nafas nya kasar, seolah mengerti dengan cara Hanson menatap Felix.
Calvin beranjak mendekati Felix, yang sama sekali bahkan belum bersiap- siap untuk pergi ke sekolah.
"Bro... Kamu ngak sekolah?" Tanya Calvin kini menepuk pundak Felix yang langsung menoleh ke arah nya.
Calvin langsung terhenyak melihat wajah Felix yang sangat menyeram kan seperti wajah Zombie.
Ke dua mata yang menghitam, lalu di tambah rambut acak- acakan. Serta tatapan menyedih kan dari kedua mata Felix.
Sangat mengerikan ringgis Calvin.
Felix langsung menepis tangan Calvin yang ada di pundak nya dengan kasar.
Ke dua nya menatap tidak suka pada Calvin.
"Aku ini sedang patah hati brengsek...! Berani nya kamu menawar kan gadis lain selain Raehan.. Aku tidak butuh dengan gadis seksi dan semacam nya, yang aku butuh kan itu adalah Raehan... Dia berbeda dari gadis lain nya... Perasaan ku ini tidak main- main.. Dan stop memanggil nya gadis pendek...!" Sarkas Felix dengan nada tidak suka.
Ia sedang patah hati sekarang, hati nya sedang hancur berkeping- keping karna cinta yang di tolak.
Rasa nya begitu menyakit kan, ketika pernyataan cinta mu di tolak mentah- mentah.
Apa lagi hal itu di karna kan seorang pria yang sudah berhasil mencuri hati gadis pujaan nya.
Calvin mengerucut kan bibir nya, lagi- lagi ia mendapat semprotan pedas dari Felix.
Telinga nya sudah sangat jengah, karna sejak tadi malam ia hanya mendengar keluhan patah hati dari Felix.
Sungguh sangat mengeri kan kondisi seseorang yang patah hati.
Jika seperti ini, seperti nya ia akan tobat menjadi playboy.
Bisa- bisa karma berbalik pada nya dan ia mengalami kondisi mengenas kan seperti Felix.
__ADS_1
"Lix... Apa dengan cara seperti ini bisa membuat Raehan jatuh cinta pada mu?... Seharus nya kamu berjuang untuk menggapai cinta nya bukan malah meringkuk meratapi nasib menyedih kan ini... Coba lah lebih keras..." Ujar Hanson dengan nada bijak.
Membuat Calvin mencebik kan bibir nya tidak percaya.
Ternyata seorang Hanson yang ia kenal juga bisa mengatakan hal bijak seperti itu.
"Dia sudah menentukan pilihan nya, dan itu adalah Agara... Kau tahu sampe langit terbelah sekali pun aku tidak akan bisa menandingin Agara..." Sahut Felix minder.
"Ayo lah man.. Roda kehidupan masih berputar coba lah sekali lagi... Setidak nya kamu sudah berjuang,,, jangan peduli kan hasil nya... Tapi aku yakin hal itu bisa membuat hati mu tenang.. Dan coba lah berbicara dengan Raehan secara baik- baik tanpa ada emosi atau pun kemarahan..."
Felix menatap Hanson mencari kebohongan di setiap kata- kata sahabat nya.
Tapi apa yang di kata kan Hanson memang ada benar nya, ia harus mencoba sekali lagi dan berbicara dengan Raehan.
Tapi apa ia siap patah hati lagi?.
Apa ia memiliki kesempatan untuk bisa mendapat kan Raehan di mana rival nya sangat lah berat yaitu seorang idola sekolah.
Sedang kan diri nya adalah rakyat biasa yang hanya memiliki sedikit penggemar.
Nasib percintaan nya memang sangat mengenas kan, baru saja ia merasa kan jatuh cinta malah cinta nya langsung di patah kan menjadi seribu.
Ia belum pernah merasa kan degupan jantung yang berdebar karna sebuah rasa, namun saat ia merasa kan nya malah kehancuran yang menyertai nya.
Di mana itu terjadi pada gadis yang sangat di benci nya, dan kini ia malah mencintai nya.
"Baik lah kalian tunggu di sini... Aku akan bersiap- siap..." Seru Felix tanpa semangat, namun tetap beranjak dari duduk nya.
"Wow.. Han kau berhasil membujuk harimau patah hati..." Puji Calvin bertepuk tangan yang di respon dengan senyum sombong oleh Hanson.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???