
...232π...
Agara memberhentikan mobil nya tepat di depan rumah kontrakan Raehan.
Mereka tiba cukup malam, namun belum terlalu malam.
Apa lagi ke dua nya pulang dengan hati yang senang.
Khusus nya Agara yang merasakan kelegaan dalam hati nya.
Rasa nya rasa sakit yang selama bertahun- tahun membalut hati nya. Kini hilang dan terasa plong.
Seperti batu besar yang berhasil di ankat dari dada nya, sehingga kini ia bisa bernafas dengan lega dan lancar.
"Sampai jumpa besok kak Aga..!" Seru Raehan yang langsung turun dari mobil Agara.
Agara juga langsung turun dari mobil nya dan menyusul Raehan.
Rasa nya ia belum siap untuk meninggal kan Raehan.
Meski saat ini ia sedang berada di hadapan gadis imut ini, tetap saja hati nya rindu dan tak ingin jauh - jauh.
"Rae...!" Panggil Agara sebelum Raehan melenggang masuk ke dalam kontrakan nya.
Sungguh rasa nya ia benar- benar tidak rela.
"Iya..." Raehan menatap Agara lekat.
Tanpa basa- basi Agara memeluk tubuh Raehan erat.
Raehan hanya bisa mendengus pasrah. Melihat sikap manja Agara yang selalu memeluk diri nya.
Tapi ya bagaimana lagi, ia juga senang dan nyaman.
Setelah merasa rindu nya sedikit terobati Agara melerai pelukan nya.
Tatapan nya menyendu pada Raehan.
"Rae.. Kamu pelet aku ya?" Tanya Agara absurd yang langsung membuat Raehan memicing kan mata nya.
Pertanyaan macam apa itu?
Pelet?
Ya kali diri nya mengguna kan pelet, pikir Raehan bingung.
"Maksud kak Aga apa?"
"Iya soal nya aku kok ngak bisa jauh- jauh dari kamu.. Bawaan nya pengen peluk terus.. Kamu pake pelet apa Rae? Jaran goyang ? Kecoa goyang? Atau pelet nyi pelet..?" Agara memasang wajah polos.
"He.. He.. Apaan sih..." Tawa Raehan mendengar pertanyaan yang tak berbobot yang di lontar kan oleh Agara.
Pelet jaran goyang?
Pelet kecoa goyang?
__ADS_1
Pelet Nyi pelet ?
Ya kali nama pelet kayak gitu, tidak elit sekali gaes.
"Iya aku pake pelet..." Wajah Raehan berubah serius.
Agara melongo mendengar jawaban Raehan. Apa benar kekasih nya mengguna kan pelet untuk memikat diri nya.?
Raehan mendekat kan wajah nya pada Agara, bahkan kaki nya berjinjit untuk memangkas jarak antara wajah nya dengan wajah Agara.
"Aku pelet kak Aga dengan pelet keimutan ku.... Ha... Ha...." Lanjut Raehan sambil memasang wajah super imut yang di miliki diri nya. Lalu tertawa dengan keras karna berhasil membuat Agara terlihat percaya dengan ucapan nya.
Ya kali diri nya pake pelet, haduh ngak usah pake pelet para lalat jantan udah langsung nempel kali.
Agara menggeleng kan kepala nya. Karna ternyata Raehan menjahili diri nya.
Belum sempat Agara ingin membalas Raehan, gadis kecil nya sudah berlari menjauh dan berdiri di depan pintu kontrakan nya.
Agara menatap Raehan kesal, namun Raehan hanya menjulur kan lidah nya meledek Agara yang terlihat sudah kebakaran jenggot.
"Aku mengantuk.. Capek... Mending kak Aga pulang.. Dadah sayang..." Raehan melambai kan tangan nya.
"Kau berani mengusir ku...?" Seringgai Agara.
"Anggap saja begitu....!" Timpal Raehan yang langsung masuk ke dalam kontrakan nya.
Sementara Agara menatap pintu kontrakan Raehan yang tertutup di depan nya dengan tidak percaya.
"Dia benar- benar mengusir ku.." Desah Agara lalu masuk ke dalam mobil nya, dan melaju kan nya meninggal kan kontrakan Raehan.
Agara menghela nafas nya dalam, di mana ia fokus pada jalanan.
"Baru di tinggal beberapa meter.. Aku udah rindu aja.. Gimana kalau sehari atau sebulan bisa- bisa mati berkarat karna rindu aku... Jika begini aku harus segera mengikat Raehan menjadi milik ku.." Lirih Agara berbicara pada diri nya sendiri.
...----------------...
Sosok hitam tinggi, memasuk kan sesuatu ke dalam saku jaket nya.
Ia keluar dari tempat persembunyian nya yang gelap.
Di mana tubuh nya di baluti oleh pakaian serba hitam bahkan wajah nya di tutupi oleh masker dan juga topi pet.
Yang terlihat hanya lah ke dua bola mata nya yang sedang menatap dengan lekat pada bangunan mini di hadapan nya, yang tak lain adalah kontrakan Raehan.
Lampu kontra kan Raehan pun padam. Dengan langkah lebar nya ia beranjak dari tempat nya dan berjalan menjauh dari area kontrakan Raehan hingga tubuh nya hilang di balik tembok besar.
Lampu kontrakan Raehan langsung menyala kembali.
Dari balik gorden yang menutupi jendela depan, tampak sepasang mata tengah menatap keluar.
"Siapa dia? kenapa dia mengawasi kontrakan ku...?" Gumam Raehan bertanya- tanya pada diri nya sendiri.
Ya, diri nya melihat sosok hitam itu mengawasi diri nya.
Sejak ia pulang dari sekolah, lalu pot bunga yang pecah, di taman bermain anak serta saat ia pergi ke rumah Nyonya Sabrina.
__ADS_1
Orang itu terus membuntuti diri nya. Hal itu membuat Raehan berpikir dengan keras kenapa ia di buntuti sampai seperti itu.
Sebelum nya ia berpikir jika itu hanya perasaan nya saja. Tapi kini ia yakin setelah melihat sosok hitam itu mengawasi kontrakan nya saat mobil Agara pergi.
Raehan sengaja mematikan lampu kontrakan nya. Agar sosok itu mengira jika ia sudah tidur.
Tapi tanpa sosok itu sadari Raehan juga memperhati kan tingkah sosok itu yang keluar dari gelap nya malam dan berjalan pergi meninggal kan kontrakan nya.
Raehan duduk di sofa, sembari tangan nya memijat pelipis nya ringan.
Ia sedikit merasa was- was akan hal ini. Tapi ia berharap jika semua nya akan baik- baik saja.
"Dari pada cosplay jadi detektif.. Mending aku tidur.. Serah lah dia mau buntutin aku.. Fans berat kali ya.." Gumam Raehan lalu beranjak masuk ke dalam kamar nya.
...----------------...
Mr. Vinsion tengah sibuk memperhati kan pergerakan saham nya di layar benda pipih di tangan nya.
Di mana kini ia sedang selonjoran di atas kasur sutra nya.
Ke dua perhatian nya sama sekali tidak teralih kan dari benda pipih di tangan nya.
"Bagus... Ternyata cemilan singkong itu mendongkrak tingkat pembelian yang sangat tinggi.. Jika aku berhasil memiliki nya aku pasti akan tambah kaya..." Kekeh Mr. Vinsion yang bahkan bisa menghirup wangi uang.
Ceklek...
Mr. Vinsion segera mematikan tablet yang ada di tangan nya dan menyembunyi kan benda itu di bawah bantal tidur nya.
Azam sang asisten serta tangan kanan Mr. Vinsio masuk ke dalam kamar sang majikan.
"Azam bisa tidak kamu ketuk pintu dulu baru masuk... Penampilan mu terlihat seperti setan yang hanya memakai pakaian serba hitam..." Bentak kesal Mr. Vinsion.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1