
...87...
Raehan terlihat mondar mandir di depan cermin, dengan tangan di lipat ke depan.
Wajah nya terlihat kusut, dengan bibir di monyong kan ke depan.
Raehan membalik kan tubuh nya ke arah cermin, lagi- lagi penampilan nya benar- benar membuat nya insecure alias tidak percaya diri.
Bagaimana pendapat orang lain jika melihat diri nya?.
Kata- kata pekerja salon terus terngiang di kepala nya, seperti seekor burung yang terus bercicit dan berputar di atas kepala nya.
Hari ini, Raehan memakai jaket kebesaran dengan celana hotspant yang tertutupi oleh jaket.
Hari ini seperti yang sudah ia janji kan kepada dua sahabat konyol nya itu. Jika hari libur mereka akan berkumpul di kontrakan kecil milik nya.
Tapi, Raehan sangat gugup pasal nya semua nya tidak baik- baik saja.
Apa lagi membayang kan mulut pahit Fir yang akan mengatai nya jelek atau entah apa itu.
Untuk Miya diri nya tidak terlalu memikir kan hal itu. Tentu saja sahabat gadis nya itu tidak akan mengatakan hal yang membuat diri nya sedih.
Tokk..
Tok..
Tok..
Suara pintu di ketuk dengan keras dari luar, yang langsung membuat Raehan berlari ke sudut kamar.
Astaga dua sahabat nya itu sudah datang dan dia belum melakukan apa pun.
Gara- gara rambut sial ini, diri nya benar- benar dalam masalah.
Tuhan bantu aku, pekik Raehan berdoa.
...----------------...
Sementara di luar kontrakan kecil Raehan. Terlihat mobil putih terparkir memenuhi area pekarangan.
Fir berdiri sambil mengetuk pintu kontrakan, tapi sejak tadi tidak ada jawaban dari sang pemilik.
Hhhh, menyebal kan apa gadis itu masih tidur, pikir Fir.
"Fir bantu aku...!!!" Teriak Miya dari bagasi mobil, ke dua tangan nya di penuhi paper bag belanjaan.
"Ayo lah jangan lemah, kamu pikir aku hanya diam saja di sini... Aku juga sedang mengetuk pintu.. Tapi Raehan tidak merespon sama sekali..." Balas Fir tidak peduli.
"Punya sahabat kok model nya kayak fir'aun ya... Tingkah nya kayak raja aja..." Umpat Miya dalam hati, sambil berjalan mendekat ke arah Fir dengan perlahan.
__ADS_1
"Fir... Tolong kamu ambil paper bag buah ya.. Masih di bagasi tuh.. Aku capek banget sumpah ini berat..." Titah Miya sambil meletak kan belanjaan yang di bawa nya di atas meja kecil di depan kontrakan.
"Ngak mau..." Balas Fir singkat, yang langsung membuat ubun- ubun Miya mendidih.
"Fir kamu temen macem apa sih ngak punya hati banget... Aku udah capek bawa barang berat, eh kamu cuma santai.. Nanti pas makanan udah mateng aja kamu brojolin semua.. Giliran di suruh ngangkut doang kagak mau..." Omel Miya dengan menggebu- gebu.
"Kesepatakan kita kan dari awal emang kayak gitu otak sempit.. Aku yang bayar belanjaan nya kamu yang jadi tukang angkut... Sekarang malah marah- marah..." Balas Fir dengan nada mengejek.
Miya langsung mendengus kesal, jika saja Fir bukan sahabat nya sudah pasti pria jadi- jadian ini di jadikan sop buntut untuk makanan peliharaan nya.
Tidak ingin bertengkar dengan pria mulut comberan, Miya memilih untuk mengetuk pintu kontrakan dengan lebih keras.
Melampias kan kekesalan nya pada pintu kontrakan Raehan.
"Rae... Buka pintu nya atau pintu nya aku bobol sekarang...!!" Teriak Miya yang sudah mengeluar kan bau gosong dari tubuh nya.
Sementara Fir hanya terkekeh gembira, karna berhasil mengerjai Miya.
Klek...
Daun pintu tertarik ke dalam secara perlahan yang langsung membuat ke dua mata Fir dan Miya hampir melompat ke luar.
"Kayak nya kita salah kontrakan deh Mi.." Papar Fir dengan tatapan tak percaya.
Seingat nya kontrakan ini di huni oleh sahabat kecil nya. Bukan gadis dengan wajah imut.
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi Fir.
"Ni mata jangan jelalatan kayak gitu.. Emang bener jahat ya ni orang. Masak sahabat sendiri ngak di kenal..." Sosor Miya dengan senyum senang, karna berhasil memukul pria menyebal kan di samping nya.
Sedang kan Raehan memberengut sedih usai mendengar perkataan Fir.
Lihat apa yang ia duga benar- benar terjadi, bahkan Fir tidak mengenali nya dengan style rambut baru.
Raehan yakin setelah ini Fir akan mengeluar kan bisa mengejek tingkat akhir. Yanga akan membuat kepercayaan diri nya menghilang seutuh nya.
"Asal nabok aja.. Jaga image donk.. Sumpah Rae kamu makin imut dengan rambut pendek..."Renggek Fir kini dengan memasang wajah manis di depan Raehan.
Raehan tersenyum canggung. Astaga ayo lah dugaan nya salah. Bukan bisa mengejek yang di keluar kan Fir tapi ini pujian.
Wajah Raehan memerah sempurna persis seperti kepiting rebus.
"Iya sih Rae kalau kayak gini aku mau potong rambut kayak kamu juga deh..." Selosor Miya dengan mata kagum.
"Ahhh kalian mau mengejek atau memuji ku... Ayo masuk..." Jawab Raehan sedikit malu, lalu mempersilah kan dua orang sahabat nya masuk.
"Sorry ya Fir, Mi kontrakan ku kecil banget ngak kayak rumah kalian yang besar kayak istana." Lanjut Raehan canggung.
__ADS_1
"Caelah merendah untuk meroket..." Sosor Fir jahil.
Biar pun kontrakan Raehan kecil, tapi kontrakan ini benar- benar nyaman.
Percuma punya rubah besar seperti istana jika yang menempati hanya para pelayan.
"Rae... Rekomendasi donk kamu potong rambut di mana..?" Miya memeluk tangan Raehan.
Seperti nya diri nya juga harua potong rambut supaya keimutan nya juga keluar seperti Raehan.
"Ya udah nanti kita ke sana deh... Nanti aku temenin kamu deh Mi. Pasti lucu kalau rambut kita couple lan..." Raehan.
"Adddooohhhh. Mending rambut kamu jangan di potong deh Mi.." Sela Fir memberi saran.
"Kenapa? kamu ngak suka ya liat rambut aku pendek.." Mata Miya berbinar dengan saran Fir. Ia ingin sebuah pujian dari mulut comberan sahabat nya itu.
"Iya lah kalau di potong pendek nanti kamu keliatan nya seperti jamur yang belum melebar.... Ha... Ha...." Tawa Fir langsung pecah.
Aura kemarahan menguar dari tubuh Miya. Sial ia sangat kesal dengan ejekan Fir.
Miya langsung melayang kan beberapa pukulan keras ke arah Fir. Membuat Fir sedikit meringgis kesakitan.
"Kalian terus kan saja... Aku akan membuat sesuatu untuk kalian.. He... he..." Raehan hanya tertawa mrlihat kelakuan dua sahabat abnormal nya itu.
Dari pada air kencing nya keluar karna terus tertawa, lebih baik ia melenggang ke dapur untuk membuat nasi goreng yang menjadi penyebab ke dua orang ini datang berkunjung ke kontrakan nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1