
...200💛...
Raehan menggigiti ujung jari nya, karna merasa gugup.
Setiap visi dan misi yang di sampai kan oleh para peserta benar- benar sangat bagus. Bahkan mereka menjawab dengan penuh totalitas.
Sungguh Raehan merasa ciut di hadap kan dengan murid- murid yang ternyata memiliki otak yang tak kalah cerdas dari diri nya.
Bisa kah diri nya menampil kan yang terbaik hanya dengan visi misi simple yang bahkan tidak sampai satu paragraf ?
Astaga sungguh kepercayaan diri nya menghilang detik ini. Ringgis Raehan yang benar- benar merasa gugup.
"Wah... Luar biasa, para peserta menampil kan sesuatu yang sangat memukau , semoga salah satu di antara mereka akan menjadi pemimpin yang baik dan juga bisa membawa sekolah ini menuju tingkat titik terbaik. Baik lah peserta selanjut nya adalah Zack dari kelas XI B... "
Raehan tersenyum kaku saat mendengar nama Zack yang di panggil.
Zack berdiri dari duduk nya.
"Semangat Zack...!" Celetuk Raehan memberi kan semangat untuk Zack.
"Terimakasih..." Balas Zack yang langsung berjalan menuju podium.
Dada Raehan semakin berdebar tak karuan setelah melihat teman yang baru saja ia kenal sudah melangkah terlebih dahulu.
Setiap panggilan dari Mc seperti panggilan algojo pada tahanan yang akan di penggal kepala nya.
Raehan mengusap kening nya yang sudah berpeluh karna kegugupan yang semakin melanda nya.
Sedang kan tatapan nya menuju ke arah Zack yang sedang menyampai kan visi misi nya yang super panjang mengalah kan artikel di sebuah koran.
Satu jam berlalu, akhir nya Zack selesai dengan visi misi panjang nya.
Bahkan Raehan sudah menguap sebanyak tiga kali karna mendengar visi misi Zack.
Tapi Raehan salut dengan Zack, pria berkaca mata itu mampu menjawab semua pertanyaan yang di tujukan kepada nya dengan baik.
Suara riuh tepuk tangan, sebagai tanda selesai penampilan Zack.
"Waow penampilan mu luar biasa...!" Ucap Raehan saat Zack sudah duduk kembali di samping nya.
"Benar kah?" Balas Zack sedikit merasa tersanjung.
"Tentu saja bahkan aku merasa penampilan mu yang terbaik..." Puji Raehan dengan wajah ceria serta memberi kan dua jempol untuk Zack.
Zack terkekeh mendengar pujian polos dari Raehan.
Sungguh gadis di depan nya sangat manis dan lucu seperti kelinci kecil.
__ADS_1
"Terimakasih.. Tapi aku rasa penampilan mu pasti akan menggempar kan aula ini.." Puji Zack bertujuan untuk memberi semangat untuk Raehan.
"Iya kau benar aula akan gempar karna penampilan ku yang sangat jelek... Bahkan kau tahu rasa nya aku ingin lari saat ini..." Balas Raehan dengan lemas.
"Baik lah semua.. Kali ini kita akan menyaksi kan penampilan dari idol sekolah, dia adalah siswi teladan dan juga sekaligus model.. Langsung saja kita panggil kan Lessia Ledgar...." Seru Mc kembali bergema saat memanggil peserta selanjut nya yang adalah Lessia.
Suara gemuruh tepuk tangan, dan sorak sorai semangat langsung memenuhi aula, saat Lessia maju ke depan panggung dengan gaya berjalan yang begitu elegant.
Lessia mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan, dan berhenti untuk sejenak pada Raehan yang juga menatap nya denga tatapan biasa.
"Kau akan melihat kemampuan seorang Lessia Raehan... Dan kau akan menyadari jika diri mu tidak ada apa- apa nya dengan ku..." Batin Lessia dengan menatap rendah ke arah Raehan.
Lessia melempar pandangan nya ke arah Agara, mengulas senyum manis yang di respon tatapan sinis dari Agara.
"Hai semua kali ini saya akan menyampai kan visi dan misi saya yang tentu nya juga saya runding kan dengan ayah saya, yang kalian semua pasti tahu jika beliau adalah mentri di negri ini.. " Ujar Lessia membuka penampilan nya dengan menyeret nama ayah nya yang bernotabene sebagai seorang mentri.
Ia sengaja melakukan hal itu, untuk menekan kan posisi diri nya. Dan untuk membuat dewan guru serta semua orang dengan posisi tinggi yang di duduki oleh ayah nya. Dengan tujuan semua orang mengerti jika diri nya adalah yang terbaik karna anak dari seorang mentri.
Lessia mulai membaca kan visi misi nya, dengan kata- kata yang begitu menjanji kan.
Sementara dari kursi penonton murid biasa, Fir dan Miya menatap tidak suka pada Lessia.
"Lihat bahkan dia menyeret kedudukan ayah nya, untuk memprovokasi semua orang jika diri nya pantas untuk menduduki terbaik..." Cicit Fir kesal.
"Iya dia sangat sombong mentang- mentang adalah putri seorang mentri..." Desah Miya muak dan hampir ingin muntah.
Di mana Jessi menatap tajam, dengan raut wajah jijik menyaksikan penampilan Lessia.
"Seharus nya peserta seperti diri nya langsung di hempas kan dari seleksi terhormat seperti ini... Dia bahkan menyeret kekuasan ayah nya.. Apa yang akan terjadi dengan osis jika di pimpin oleh orang yang tidak berlandasan seperti dia..." Batin Jessi mengkritik penampilan Lessia yang bagi nya sangat menjijik kan.
"Saya harap dengan apa yang saya sampai kan, menjadi acuan untuk dewan guru sekaligus juri untuk memilih murid yang tepat untuk menduduki kursi paslon ketua dan wakil ketua osis..." Ucap Lessia dengan gaya sombong di iringi dengan penekanan seolah- olah diri nya adalah orang yang tepat untuk duduk di posisi delapan kursi paslon.
Prok...
Prok..
Prok...
Lagi- lagi suara gemuruh tepuk tangan sebagai tanda penampilan Lessia usai.
Lessia berjalan dengan begitu elegant turun dari podium.
Lalu berjalan mendekat ke arah Raehan yang tersenyum memandang nya.
Lessia membungkuk kan tubuh nya tepat di samping Raehan.
Di mana Zack memicing kan mata nya, dan menajam kan pendengaran nya.
__ADS_1
Karna sungguh demi apa pun, jiwa kepo nya meronta- ronta penasaran.
"Kau lihat penampilan ku?.. Aku berharap kau sadar jika diri mu tidak akan pernah bisa menandingi diri ku... Jangan senang dulu menjadi bintang dengan cahaya buram karna bintang dengan cahaya terang sudah hadir dan itu adalah aku... Jika bisa mundur lah sekarang dari pada diri mu sudah bersusah payah tapi harus kalah... " Bisik Lessia mengejek dan merendah Raehan.
Zack memutar ke dua bola mata nya malas, saat mencuri- curi dengar perkataan Lessia yang hanya berisi olokan untuk menjatuh kan mental Raehan.
Sekarang Zack mengetahui sifat Lessia yang tak ubah nya seperti ular, di luar terlihat begitu indah namun ternyata tidak lebih dari benda busuk yang mengeluar kan bau yang menyengat.
Kenapa bisa dulu diri nya pernah mengidola kan gadis seperti Lessia?.
Batin Zack dengan raut kesal yang tergambar jelas di wajah nya.
"Aku menghargai nasihat dari mu kak Lessi.. Tapi biar kan aku menampilkan apa yang aku punya... Bahkan aku sangat berharap jika yang menjadi bintang kali ini adalah diri mu... Karna sebenar nya aku tidak mengingin kan posisi itu.. Jadi ambil lah semua posisi itu karna aku tidak berminat sama sekali..." Balas Raehan dengan wajah tersenyum, di mana ke dua alis nya tertarik ke atas.
Wajah sombong Lessia langsung berubah pias, saat mendengar kenyataan jika Raehan sama sekali tidak mengingin kan posisi apa pun.
Itu arti nya ia sedang berlomba dengan sesuatu yang tidak ada.
Sementara musuh nya hanya ingin bermain - main saja.
...----------------...
...****************...
wadidau.... Si Lessia minta di tampol gaes... Yok di tampol pake vote, like, gift, and koment😶
Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???
__ADS_1