Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Siapa nama mu?


__ADS_3

...103❣...


"Hei apa kamu mendengar ku...!!"


Raehan langsung tersentak kaget, saat suara tersebut menyapu gendang telinga nya.


"Sumpah aku tidak sengaja melakukan nya.. Semua yang kamu lihat tidak seperti kenyataan nya.. Tadi kertas banner nya jatuh lalu kaki ku tidak sengaja menginjak nya..." Ujar Raehan cepat, dengan keringat yang mulai merembes di kening nya.


Raehan menggigit bibir bawah nya, kebohongan yang diri nya katakan saat ini benar- benar konyol.


Bagaimana bisa ia mengatakan semua itu, sementara Felix senior yang sangat membenci nya melihat semua yang ia lakukan.


Astaga, apa Felix akan membawa nya menghadap Dion lagi atau yang lebih parahnya membawa nya pada Dewan guru.


Bagaimana bisa diri nya sangat ceroboh, merusak bahkan berani menginjak- injak foto sang dewi sekolah di hadapan murid lain nya.


Tamat sudah riwayat nya, pikir Raehan dengan dada bergemuruh.


Felix menatap lekat Raehan. Ia sungguh tidak mengenali jika di depan nya kini adalah gadis pendek yang sangat di benci nya.


Gadis yang sudah berani menendang aset nya hingga ia berguling- guling kesakitan.


Gadis yang sejak pertama kali bertemu selalu membuat iblis kemarahan dalam diri nya bangkit.


Gadis yang terlihat seperti parasit yang menjijik kan yang selalu ingin diri nya basmi dari sekolah elit ini.


Tapi kini siapa sangka, ada rasa tertarik pada gadis di depan nya.


Ingin rasa nya saat ini Felix tertawa lebar, melihat sikap takut gadis di depan nya yang semakin imut di mata nya.

__ADS_1


"Ini kesempatan ku untuk tahu siapa nama nya dan dekat dengan nya. Aku yakin dengan pesona ku..." Batin Felix percaya diri.


Felix berjalan mendekat ke arah Raehan yang masih mematung dengan sedikit gemetar.


"Aduhhh kenapa bisa dari sekian banyak murid.. kenapa harus cowok menyebal kan ini sih..." Rutuk Raehan yang sedang menyesali kebodohan nya sendiri.


Ia semakin gugup saat melihat Felix semakin mendekat ke arah nya dengan tatapan tajan penuh selidik dan curiga.


Membuat Raehan harus memutar otak jika Felix menanyai nya sesuatu. Ia tidak ingin masuk dalam lubang derita lagi.


"Bahkan foto nenek sihir itu benar- benar membawa petaka bagi ku..." Umpat Raehan sebelum menghela nafas panjang.


"Kenapa terus bicara bisik- bisik seperti itu? aku ingin bertanya pada mu..." Celetuk Felix menatap Raehan tajam, sementara ke dua tangan nya di masuk kan dalam saku celana, untuk mengaktif kan mode cool dari seorang Felix.


Raehan semakin kalang kabut, saat melihat ekspresi serius Felix.


Jika bisa ia ingin memutar waktu lagi. Ia tidak akan merusak foto Lessia jika tidak bersama dengan mading nya. Jika hanya merusak foto dan dia harus masuk dalam masalah lagi, lebih baik sekalian diri nya merusak berserta mading nya.


Melihat Raehan yang hanya menunduk membuat Felix sedikit kesal. Ia sudah menyalakan mode cool ala cowok korea.


Bukan nya malah terpesona gadis di depan nya malah menunduk kan kepala dengan tangan meremas jahitan rok seragam nya.


"Apa aku semenakut kan itu,? Aku hanya ingin bertanya Siapa nama mu?"


"Ehh?"


Deg...


Raehan langsung mengangkat wajah nya melongo , mendengar pertanyaan dari Felix.

__ADS_1


Apa ia tidak salah dengar?


Kenapa pria menyebal kan seperti Felix menanyakan nama nya?


Bukan kan Felix sangat tahu nama nya, bahkan sangat membenci diri nya.?


"Apa kamu sedang sakit ?" Seloroh Raehan tidak percaya.


...****************...


...----------------...


Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2