
...277💛...
Langkah kaki Agara semakin cepat, di mana raut wajah nya terlihat sedikit lega. Karna akhir nya ia menemukan rumah sakit di mana Raehan di rawat, setelah mencari di tiga rumah sakit kini hanya beberapa langkah saja, ia akan bertemu dengan gadis mungil nya.
Ia harus meminta maaf dan menjelas kan semua yang terjadi, mengakhiri kesalah pahaman di antara mereka.
Karna melihat tatapan kecewa dan benci yang terpancar dari ke dua mata Raehan, rasa nya mampu membuat seluruh tubuh nya membeku menjadi es.
Namun langkah cepat Agara langsung terhenti, saat sebuah tangan menghadang tepat di depan dada nya.
Terlihat seorang pria dan gadis yang sedang menatap nya penuh amarah dan kemuakan.
"Setelah apa yang kamu lakukan pada Raehan, ternyata kamu masih punya nyali untuk datang ke rumah sakit ini..." Sarkas Fir dengan rahang yang sudah mengeras.
Ia benar- benar sangat membenci Agara, pria yang sudah menoreh kan luka yang sangat dalam pada Raehan, setelah Raehan mengorban kan habis- habisan segala nya. Bahkan nyawa Raehan rela pertaruh kan.
"Lebih baik kak Aga, pergi dari sini. Karna kami tidak akan membiar kan laki- laki tidak tahu di untung seperti Kak Aga menemui Raehan..." Tambah Miya dengan sinis.
Agara menggigit bibir bawah nya, mendengar apa yang di kata kan Fir dan Miya membuat hati nya terasa sakit.
Tapi ia tidak mau mundur, rasa ingin bertemu dengan Raehan jauh lebih besar. Ia tidak peduli harus di hina seperti ini. Karna memang pada dasar nya diri nya yang salah.
"Aku tahu apa yang aku lakukan memang salah.. Tapi aku melakukan semua nya demi Raehan.. Aku tidak ingin para penjahat itu menyakiti Raehan..." Agara menjelas kan semua nya. Berharap jika Fir dan Miya mengerti akan posisi nya.
Bugh...
Satu bogem mentah melayang tepat di wajah Agara, hingga tubuh Agara terjungkang dan jatuh ke belakang.
"Sekali pecundang, kamu tetap seorang pecundang... Alasan tidak berguna macam apa itu ?. Kamu pikir para penjahat itu membiar kan Raehan pergi tanpa terluka?. Tidak.. Mereka menyakiti nya mereka melukai nya... Karna mereka adalah penjahat, Kau bodoh atau bagaimana? Bisa- bisa nya kamu malah bertunangan saat kekasih mu sendiri di culik oleh ayah laknat mu itu.. Dan yang paling tragis lagi, bukan nya kamu menyelamat kan Raehan kamu malah menerima pertunangan itu dengan lapang dada... Kata kan saja jika penculikan Raehan kamu gunakan untuk menutupi kebusukan mu yang ternyata sangat senang bertunangan dengan gadis ular itu..."
"Tidak....!!! Kamu salah Fir...! Aku bukan pria seperti itu...!" Teriak Agara yang mulai terbakar emosi, karna tidak terima dengan tuduhan menjijik kan dari Fir.
__ADS_1
Bugh...
Satu pukulan tangan bebas dari Fir, kembali menghantam wajah Agara , hingga sudut bibir Agara sobek dan mengeluar kan darah.
Melihat Fir yang membabi buta, memukuli Agara. Miya langsung menarik lengan Fir agar berhenti.
Meski Miya sangat marah pada Agara, tapi tetap saja sisi lembut sebagai seorang perempuan dalam diri nya, tidak tega melihat orang di pukuli bahkan hingga berdarah.
"Fir Stop... Kita di rumah sakit..." Tahan Miya menahan tubuh Fir.
"Lepas kan Mi.. Pria seperti dia pantas untuk di hajar..." Tolak Fir berusaha melepas kan cengkraman tangan Miya pada lengan nya.
"Aku tahu kamu sangat marah, tapi lihat lah kondisi dan situasi, jika Raehan mendengar keributan ini, pasti dia tidak akan senang.. " Bujuk Miya mencoba membuat Fir mengerti, karna memang pertengkaran kali ini tepat berada di depan ruang rawat inap Raehan.
"Fir.. Aku mohon biar kan aku bertemu dengan Raehan sekali saja.. Kamu boleh memukul ku sepuas mu... Tapi izin kan aku bertemu dengan nya.. Aku sangat khawatir melihat kondisi nya...." Mohon Agara dengan menatap Fir sendu. Berharap jika sahabat gadis mungil nya mengizin kan diri nya untuk masuk.
"Cih... Sampai kapan pun aku tidak akan membiar kan kamu mendekati Raehan lagi..."
"Fir, Miya... Kalian bertengkar dengan siapa ?" Ujar suara lembut Nyonya Marissa yang langsung membuat ketiga pasang mata itu menatap ke arah wanita yang keluar dari ruangan Raehan.
Tatapan Nyonya Marissa terlihat menyendu, melihat kondisi Agara yang jauh dari kata baik.
Tentu saja ia mengenal wajah tampan dan rupawan remaja di depan nya. Karna pria itu pernah menjaga Raehan saat masalah genting dalam keluarga nya.
"Kamu nak Agara bukan?" Tanya Nyonya Marissa.
"Iya tante..." Agara memunduk kan wajah nya. Ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menatap wajah ibu dari kekasih nya, setelah apa yang sudah ia lakukan.
"Kamu ingin bertemu dengan Raehan?..."
Agara mengangguk dengan cepat, ia kira diri nya akan di cakar atau di hina oleh nyonya Marissa. Tapi ternyata nyonya Marissa sama sekali tidak melakukan hal itu, bahkan kini wajah cantik wanita paruh baya itu tersenyum pada nya.
__ADS_1
"Tante.. Apa - apa an ini? Dia yang sudah membuat Raehan hampir meregang nyawa, tapi kenapa tante malah membantu nya bertemu dengan Raehan?." Protes Fir yang tidak terima dengan keputusan nyonya Marissa. Sementara Miya mengangguk setuju dengan apa yang di kata kan Fir.
"Fir, Miya.. Agara datang ke sini dengan tujuan yang baik, biar kan dia bertemu dengan Raehan.. Biar kan mereka menyelesai kan masalah di antara mereka.. Lebih baik kalian pergi belikan tante dan om kopi panas di kantin rumah sakit..." Jawab Nyonya Marissa bahkan kini mengusir Fir dan Miya agar tidak menghalangi Agara.
"Tapi tante...--"
"Ssstttt... Pergilah..." Sosor Nyonya Marissa, bahkan kini mendorong tubuh Fir dan Miya untuk pergi.
Setelah Miya dan Fir pergi, kini tertinggal Agara dan Nyonya Marissa.
"Tente, terimakasih karna sudah mengizin kan ku untuk menemui Raehan.. Meski apa yang sudah ku lakukan pada putri mu, kamu tetap memberi ku kesempatan untuk menemui Raehan..." Buliran bening langsung merembes di wajah kusut Agara, yang membuat hati Nyonya Marissa terenyuh.
Jujur, ia sangat marah melihat kehadiran Agara di rumah sakit ini. Tapi setelah melihat tekad Agara untuk bisa menemui Raehan, bahkan dia sedikit pun tidak membalas pukulan dari Fir membuat cara pandang nya pada Agara berubah.
Ia bisa melihat cinta yang besar untuk putri nya di mata Agara, dan itu cukup menyakin kan diri nya jika Agara tidak main- main dengan perasaan putri kesayangan nya.
Apa lagi wajah Agara yang sangat tampan, tidak mungkin ia melepas kan calon menantu yang nyaris sempurna. Yah, hitung- hitung memperbaiki keturunan keluarga nya.
"Sama- sama.. Tapi tante membiar kan mu menemui Raehan bukan untuk menyakiti nya lagi... Tante melihat perasaan yang dalam untuk putri tante di mata mu.. Anggap lah itu menjadi alasan, untuk kesempatan mu kali ini.. Tapi tante tidak tahu, apa Raehan akan memberi mu kesempatan setelah dia terluka sangat dalam... Sekarang masuk lah, dan lihat keperuntungan mu..."
...----------------...
...****************...
Othor balik lagi ni, dengan kisah Raehan dan Agara...
Nah, yang dulu minta Raehan buat berhenti berjuang buat Agara, sekarang Author kabulkan ya😁😁😁
Maaf ya kemarin- kemarin author ngak bisa up...
__ADS_1
Yok, sekarang yang belum vote atau koment atau like , buruan like dan komen dan vote ya , itung- itung buat semangatin author lah biar author makin semangat... Dan juga biar vote kalian tidah hangus begitu saja😂😂😊.
Makin banyak vote dan koment serta like and gift maka othor akan makin banyak up nya😣😚