Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Bercerita


__ADS_3

...176โฃ...


Raehan duduk di depan meja belajar, di mana di hadapan nya terdapat buku tulis, sementara tangan nya memegang bolpoin dan mencorat- coret asal, kertas di hadapan nya.


Ia sedang mencoba memfokus kan diri nya untuk, membuat visi dan misi yang akan ia lakukan untuk persiapan seleksi besok.


Tapi sungguh seberapa pun dan sekeras apa pun kepala nya berpikir, otak nya mentok pada perkataan Felix yang benar- benar sangat menganggu pikiran nya.


Dilema dengan banyak pernyataan yang terus timbul di pikiran nya.


"Dasar Felix dodol, gara- gara dia aku tidak bisa fokus dengan semua ini..." Kesal Raehan, yang langsung merobek kertas dan meremas nya kuat, sebelum berakhir di lantai kamar nya.


Terlihat jika sudah begitu banyak sampah kertas yang sejak tadi ia buang asal.


"Fokus... Rae... Fokus....!" Ujar Raehan mensugesti diri nya dengan menepuk- nepuk ke dua pipi nya.


Rasa nya kepala nya ingin pecah saat ini juga, dengan ribuan pertanyaan tentang hubungan nya dengan Agara.


Semakin ia ingin fokus untuk menyelesai kan visi dan misi yang akan di buat, dengan otomatis pernyataan Felix terngiang- ngiang di kepala nya.


Apa dia mengata kan jika dia mencintai mu?


Dia sudah bertunangan bukan?


Kenapa kamu sangat menyukai nya?


Aku akan menunggu mu !


"Aahhhhh....!!!" Pekik Raehan frustasi, dan langsung menjatuh kan kepala nya ke atas meja.


"Apa aku bertanya saja pada kak Aga tentang perasaan nya, apa dia mencintai ku atau hanya menganggap ku sebagai tempat untuk meluap kan emosi nya? Tapi dia mencium kening ku... Itu arti nya dia mencintai ku bukan? tapi kenapa dia tidak mengata kan kalimat itu...?"


Raehan memejam kan ke dua mata nya dengan erat, menenggelam kan kepala nya di atas kertas tulis, di mana hanya dua buah paragraf yang sudah berhasil Raehan kerja kan.


Sebenar nya hal seperti ini bukan lah hal yang sulit bagi Raehan, ia bahkan bisa menyelesai kan sebuah pidato panjang dalam kurun waktu satu jam.


Tapi sekarang kepala nya benar- benar tidak bisa di ajak kerja sama, kepala nya blank karna ucapan Felix yang membuat hati nya ragu.


Ia sudah berusaha menyakin kan diri, namun kata- kata pahit Felix sangat membekas dalam kepala nya.


Raehan merutuk menyesal, kenapa ia harus bertemu dengan Felix, dan mendengar perkataan beracun nya.

__ADS_1


Drrrt...


Drrrttt...


Drrrt....


Suara getaran ponsel membuat Raehan menghela nafas nya berat.


Wajah nya benar- benar terlihat sayu, dengan aura gelap yang menyelubungi.


Raehan meraih ponsel nya, lalu menatap nama kontak sang ayah.


Sudah ia duga jika yang menelpon adalah ayah nya, karna setiap malam ayah nya atau pun ibu nya akan rutin menelpon dan menanya kan aktivitas nya.


Meski sedikit malas, Raehan tetap menggeser icon gagang telpon yang berwarna hijau, lalu mendekat kan benda pipih itu tanpa gairah ke telinga nya.


"Sayang....!!! Anak kesayangan Momsy...!!!" Teriak riang melengking Nyonya Marissa dari ujung telpon, yang membuat Raehan menjauh kan ponsel dari telinga nya.


Tentu saja ia masih sayang dengan gendang telinga nya, yang pasti nya akan kebas saat mendengar lengkingan sang ibu yang sudah seperti terompet besar.


"Iya Momsy anak cantik mu ada di sini..." Sahut Raehan tanpa semangat.


"Tumben lemes banget... Kamu baik - baik saja kan Rae? Apa kamu sakit nak? Jika kamu sakit popsy dan Momsy akan segera mengunjungi mu.."


"Sebentar lagi libur akhir semester akan tiba.. Kamu pulang kan sayang..?"


"Iya..."


"Kamu tahu hari ini popsy mu mendapat jackpot besar sayang... Seorang investor dari Milver ingin bekerja dengan popsy perihal cemilan singkong yang sekarang sudah semakin terkenal..." Celoteh Nyonya Marissa, mencerita kan kesuksesan sang suami yang selama ini sudah terlalu banyak menderita.


Raehan tersenyum tipis mendengar usaha sang ayah yang semakin berkembang. Ia sangat tahu jika ayah nya sangat trampil dalam bisnis ini.


Ia yakin ayah nya pasti akan sukses dengan cemilan singkong yang kini tengah ia jalankan.


"Aku ikut senang Momsy...."


"Rae.. Dengar jangan menyembunyi kan apa pun dari Momsy, momsy sudah berada di luar sekarang.. Momsy tahu jika putri momsy sedang tidak baik- baik saja... Kata kan sayang ada apa..?" Tanya Nyonya Marissa dengan nada suara yang begitu serius.


Raehan terdiam di tempat, dengan kerongkongan yang rasa nya mengering dengan tiba- tiba.


Betapa pun keras nya ia menutupi semua nya, Momsy nya selalu bisa menebak jika perasaan nya tidak sedang baik- baik saja.

__ADS_1


Memang benar apa yang di kata kan jika perasaan ibu sangat terhubung erat dengan anak nya.


Raehan menghela nafas nya, seperti nya saat ini ia memang membutuh kan seseorang untuk mendengar kan keluh kesah nya , yang benar- benar sudah mengusik ketenangan nya.


"Momsy,,, aku hanya sedikit kepikiran dengan cerita teman ku... Dia sedang menyukai seorang pria, setelah mengejar nya cukup lama, akhir nya si pria bisa menerima teman ku dalam hidup nya. Apa itu bukan cinta mom,? pria itu tidak mengata kan jika dia mencintai teman ku, tapi ia mengecup kening teman ku mom? Jadi teman ku sekarang sangat bingung apa pria yang di sukai nya juga menyukai nya atau bagaiamana ?" Raehan menggigit bibir nya, ia sudah membohongi ibu nya. Tapi bagaimana lagi jika ia mengata kan jika pemeran sebenar nya adalah diri nya, pasti sang ibu akan menceramahi nya panjang lebar hingga fajar terbit.


"Hmmm jadi itu masalah nya, tapi itu bukan kamu kan?"


"Uhuk...." Raehan langsung tersedak karna air liur nya sendiri. Pernyataan momsy nya benar- benar membuat nya mati kutu sekarang.


Tapi ia harus tenang, atau tidak ibu nya akan tahu jika ia sedang berbohong.


"Bu... Bukan donk Momsy..." Jawab Singkat Raehan dengan menggigit lidah nya.


"Menurut Momsy yang sudah merasa kan manis, pahit , dan asin nya percintaan. Dan juga setelah mematah kan hati banyak pria.. Momsy berpikir jika pria tersebut tidak memiliki perasaan pada teman mu." Nyonya Marissa menjeda ucapan nya.


Sementara Raehan menggigiti kuku- kuku nya. Hati nya nyilu mendengar ucapan kejam sang ibu.


"Pria itu memiliki banyak akal bulus... Memberi kan kecupan pada seorang gadis bukan bukti jika dia mencintai teman mu... Mungkin saja pria itu modus dan memanfaat kan situasi... Pernyataan cinta itu penting dalam sebuah hubungan.. Bilang pada teman mu untuk tidak mau di gantung seperti itu.... Apa lagi jaman sekarang, pergaulan bebas meraja lela.. Tanpa saling mencintai wanita dan pria tidur bersama hingga meninggal kan benih,,, mereka berbagi ranjang untuk saling memuas kan... Maka nya momsy selalu mengingat kan pada mu untuk jaga diri... Jangan sampai pria- pria hidung belang itu memanfaat kan putri momsy... Jika ada yang berani mencium mu.. Tarik saja bulu hidung nya dengan keras. Momsy pasti kan dia akan lari terkencing- kencing..." Jelas Nyonya Marissa, panjang kali lebar yang benar- benar membuat dada Raehan sesak.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2