Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Apa hak mu ?


__ADS_3

...106โฃ...


Raehan terus mempercepat langkah nya menuju kelas Agara.


Kali ini ia merasa kelas sang pujaan hati sangat jauh, seberapa pun cepat nya ia melangkah jarak menuju kelas tersebut semakin terasa jauh.


Mungkin karna saat ini ia merasa gugup dan sedikit takut.


Diri nya sangat menyesal melontar kan kalimat tersebut pada Felix.


Tapi diri nya juga tidak tahu jika Felix akan menerima nya dengan sangat mudah dan mantap.


Semoga saja apa yang terjadi antara diri nya dan Felix di lupakan oleh pria tersebut.


Raehan mengelap embun- embun keringat yang sedikit terbentuk di kening nya. Saat jarak antara diri nya dan kelas Agara tinggal dua meter lagi.


Raehan menghembus kan nafas nya pelan, lalu menghirup udara dalam- dalam.


"Rae....!!"


Raehan langsung tersentak dan hampir melompat, saat sebuah suara menabrak indra pendengaran nya.


"Kamu baik- baik saja?" Seru Sofia yang sudah berdiri di depan Raehan dengan dua buah buku berada dalam gendongan nya.


Ia sebenar nya ingin pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang telah ia pinjam kemarin.


Tapi saat keluar dari kelas ia bertemu dengan teman baru nya yang beberapa hari lalu menjadi tempat curhat yang membuat Sofia merasa lega.


"Hai kak Sofiii..." Sapa Raehan langsung menetralisir ekspresi wajah nya. Sembari tangan nya melambai pada Sofia.


Sofia tersenyum lebar , melihat sikap manis Raehan yang entah mengapa membuat hati nya menjadi tenang.


Ia benar- benar bahagia bisa mengenal Raehan. Jika takdir mengizin kan diri nya untuk memiliki seorang adik, maka ia ingin Raehan menjadi adik nya.


Hidup nya pasti akan lengkap, tapi semua itu hanya sebuah harapan karna ia adalah putri tunggal yang di tinggal mati oleh sang ibu.


"Kak Sofi mau kemana?" Tanya Raehan yang langsung membuyar kan harapan Sofia.


"Aku mau ke perpustakaan untuk mengembalikan buku ini..." Sofia melirik buku yang berada dalam pelukan nya.


"Lalu kau? kau mau kemana Rae?" Lanjut Sofia. Yang sedikit membuat Raehan salah tingkah.


Apa ia harus mengatakan tujuan nya datang kemari untuk bertemu Agara?.


Tapi bagaimana dengan perasaan Sofia?


Gadis cantik dan sebaik Sofia benar- benar membuat nya tidak tega untuk mengatakan hal tersebut.


Tapi, bertanya bukan berarti perasaan nya terungkap bukan.?


Raehan tersenyum canggung, sebelum membuka bibir nya kembali.


"Aku ingin mencari kak Aga.. Apa kak Agara ada di kelas.?" Raehan menunduk kan sedikit kepala nya, sungguh nyali nya ciut untuk melihat respon dari Sofia.


Diri nya berharap jika Sofia tidak akan salah paham, ia tidak ingin perasaan gadis di hadapan nya terluka.

__ADS_1


"Hmmm Sayang nya Agara tidak ada di kelas, seperti nya ia sedang berada di ruangan nya. Karna sebentar lagi perekrutan anggota baru osis akan di laksanakan dua minggu lagi.. Dan seperti biasa dia akan sedikit sibuk untuk hal itu..." Jawab Sofia tanpa ragu, yang membuat Raehan bernafas dengan lega.


Seperti nya Sofia tidak salah paham dengan pertanyaan diri nya yang mencari Agara.


"Apa Kak Aga juga salah satu anggota osis...?" Celetuk Raehan lagi.


"Iya, dia adalah CO Husos dalam struktur osis..."


"Aku tidak menyangka hal itu... O ya kak jika boleh tahu ruangan kak Aga di mana?"


"Memang nya kamu ada urusan apa dengan Agara?"


Glek...


Raehan menelan saliva nya paksa, mendengar pertanyaan Sofia yang sudah seperti anak panah menembus tembok. Benar- benar sangat tajam.


Sofia berjalan sambil menarik pergelangan tangan Raehan untuk berjalan di samping nya.


"Ahhh itu, ada sesuatu yang harus aku katakan pada nya..." Jawab Raehan asal dengan gaya bicara kaku.


"Ohhh ternyata kamu juga mengenal Agara, ikuti aku.. Aku akan mengantar mu ke ruangan nya..."


"I- Iya.. ada beberapa kejadian yang membuat ku harus mengenal nya..."


"Termasuk perasaan ku yang langsung jatuh pada Kak Agara dalam satu kali pandangan..." Batin Raehan menyambung ucapan nya dalam hati. Tentu saja ia tidak memiliki keberanian untuk mengatakan hal itu pada Sofia. Diri nya tidak setega itu.


"Kejadian kuah bakso itu bukan.. He.. he..." Sofia terkekeh tipis, membuat Raehan semakin salah tingkah.


"Kak Sofia benar sekali..."


"Tentu saja kak.."


"Jangan terlalu berurusan dengan Agara.. Dia pria yang sangat dingin. Dan introvert.. Bahkan selama dua tahun aku mengejar nya, aku hanya menerima sifat dingin dari nya.. Aku mengatakan hal ini karna aku tidak ingin kamu sakit hati dengan ucapan nya yang kasar.." Ke dua mata Sofia terlihat berkaca- kaca, saat kembali mengingat perjuangan nya yang sia- sia untuk mendapat kan hati Agara.


"Tapi menurut ku Kak Aga tidak sedingin itu..." Batin Raehan.


"Aku akan mengingat saran mu dengan baik kak..." Jawab Raehan sembari tersenyum.


"Ternyata kak Sofia sangat menyukai puisi ya.." Tambah Raehan membaca judul buku yang di bawa Sofia.


"Iya puisi sangat bisa mengekspresikan perasaan seseorang... Hal itu adalah salah satu hal yang membuat ku menyukai sastra tertulis ini..."


"Aku yakin pasti kak Sofia sangat pandai membaca puisi..."


"Berhenti lah memuji ku adik manis... Kita sudah sampai ruangan Agara.. Baik lah aku akan pergi ke perpustakaan cepat selesai kan masalah mu dengan manusia es itu... Mengerti...!" Sofia mengelus puncak kepala Raehan dengan penuh kasih sayang, lalu pergi meninggal kan Raehan.


"Apa ini rasa sentuhan seorang kakak?" Gumam Raehan dengan tersenyum.


Raehan mengalih kan pandangan nya ke arah pintu di samping nya.


Pintu dengan warna coklat kayu dengan papan persegi bertulis kan Agara Vandeerzee.


Raehan sedikit berdecak kagum, sekolah mewah ini benar- benar menyimpan banyak sekali kejutan yang membuat nya melongo dan serangan jantung, dengan kemewahan yang di miliki.


Ia sangat merasa beruntung bisa bersekolah di sekolah mewah ini. Saat ini ia berpikir seberapa banyak biaya SPP yang di keluar kan popsy nya untuk membuat diri nya tetap bersekolah di tempat ini.

__ADS_1


Seperti nya ia harus memikir kan untuk mendapat beasiswa untuk meringan kan biaya yang di keluar kan oleh ke dua orang tua nya.


Raehan mengepal kan tangan nya, lalu mengetuk pintu di depan nya dengan perlahan.


Tok...


Tok...


Tok...


Tidak ada jawaban sama sekali, bahkan pintu di depan nya tidak bergerak sedikit pun.


Raehan kembali mengetuk pintu dengan sedikit keras, tapi lagi- lagi tidak ada jawaban.


"Apa Kak Aga ada di dalam? kenapa tidak ada respon dari dalam..."


Raehan memutar knok pintu untuk memastikan.


Klek..


Ternyata pintu tersebut tidak terkunci.


Tidak ada salah nya kan jika ia masuk, untuk memastikan jika Agara ada di dalam atau tidak. Pikir Raehan yang membuka pintu dengan cepat.


Lalu melangkah masuk dengan perlahan.


"Apa kau tidak memiliki sopan santun, dan masuk ke dalam ruangan seseorang tanpa izin..?? Apa hak mu untuk masuk dalam ruangan ku..!!!" Bentak Agara dengan teriakan yang menggema di ruangan, sementara ke dua mata nya terpejam karna kesal pada Dion dan marah pada Raehan.


Deg...


Glek..


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2