Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Lesung pipi


__ADS_3

...155โฃ...


"Baik lah... Setelah kertas tes di bagikan silah kan untuk membaca petunjuk sebelum menjawab... Selamat berjuang semua....!!!" Ucap Niel dengan lantang, lalu bergerak membagi kan kertas tes pada setiap peserta.


"Akhir nya di mulai, semoga soal nya tidak membuat rambut ku rontok.. Semangat..." Gumam Raehan dengan tekad dan semangat yang terpompa.


Sedang kan Lessia hanya bisa menunjuk kan raut merendah kan sebelum kertas tes tersebut di letak kan di atas meja nya.


"Ingat jangan buat Dion kecewa...!" Ujar Niel saat meletak kan kertas tes di meja Raehan.


Raehan mengangguk cepat, dengan ke dua mata berbinar serta senyum secerah matahari.


Ternyata melihat Niel dari dekat, mampu meluluh kan hati nya.


Wajah Niel terlihat sangat manis, apa lagi ke dua lesung pipi nya yang akan berlubang saat dia tersenyum manis.


"Kak Niel kau sangat manis..." Puji Raehan dengan memasang mata kucing, yang mampu membuat siapa pun terenyuh melihat nya.


Wajah Niel langsung memerah karna tersipu malu.


Gadis pendek di depan nya sangat pandai membuat orang terbang tinggi karna ucapan nya yang sangat manis.


Pantas saja Dion sampai klepek- klepek pada Raehan, pikir Niel dengan bibir di lipat ke dalam.


"Terimakasih pujian nya Rae, aku yakin kamu pasti bisa menjawab tes ini..." Balas Niel memberi kan keyakinan pada Raehan, hal itu di maksud kan agar Raehan tidak pesimis karna melihat peserta yang juga tidak kalah cerdas dan pintar.


"Aku juga, tapi aku akan semakin bisa menjawab tes nya jika kakak membiar kan aku menyentuh lesung pipi mu itu,, terlihat begitu menggemas kan..."


"Hah...?" Niel melongo mendengar permintaan di luar akal nya.


Astaga ternyata Raehan tertarik dengan lesung pipi nya.


Mimpi apa diri nya semalam, berada di depan gadis ini benar- benar membuat diri nya di lambung kan ke langit ke tujuh.


Bahkan sekarang ia merasa seperti pria paling tampan.


"Gadis nakal..." Ringgis Niel melihat wajah Raehan yang sangat menggemas kan. Ingin rasa nya ia mencubit ke dua pipi putih itu yang sudah mirip dengan kue mocchy.


"Baik lah.. Jika kamu bisa lulus tes ini, kakak akan membiar kan mu memegang atau menyentuh lesung pipi limited ini..." Niel memicing kan ke dua mata nya, dengan nada bicara yang sedikit menantang.


"Benar kah? Kakak serius?" Raehan memastikan jika Niel tidak membohongi diri nya.


Ah, pasti akan sangat menyenang kan bisa menyentuh pipi pria tampan seperti Niel. Pekik Raehan kini dengan semangat yang semakin terpompa.


"Iya.. kamu bisa memegang kata- kata ku..." Ujar Niel menyakin kan.


"Aku akan senang menagih nya..." Senyum lebar dan begitu manis tersungging di bibir pich Raehan.


Tubuh Niel rasa nya langsung melelah melihat senyum manis yang menggetar kan jiwa.


"Baik lah.. Kerja kan dengan baik..." Niel mengacak- ngacak rambut Raehan lalu berlalu pergi untuk membagi kan kertas tes pada peserta yang lain nya.

__ADS_1


"Huh... Di mana lagi aku bisa mendapat kan kesempatan untuk menyentuh lesung pipi pria tampan... Ahhh kamu mendapat kan jackpot besar hari ini Rae..." Gumam Raehan dengan hati yang berbunga- bunga.


"Cih,, dasar gadis penggoda..." Sulut Lessia tiba- tiba yang langsung mendapat kan juluran lidah dari Raehan.


"Iri bilang dodol... Ha.." Sahut Raehan dengan kekehan di akhir kalimat nya.


Wajah Lessia semakin merah padam karna kesal.


Ingin rasa nya saat ini ia memukul Raehan. Karna sangat sebal dengan wajah meledek gadis itu yang berhasil memain kan emosi nya.


Raehan beralih menatap fokus kertas tes di depan nya.


Dengan perlahan Raehan membuka kertas putih dengan tinta hitam di atas nya.


Sorot mata nya menyorot setiap peraturan sebelum menjawab soal- soal tersebut.


Ia semakin gugup saat tangan nya membalik satu halaman kertas, menampil kan bait- bait kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat pertanyaan.


Satu detik..


Dua detik...


Tiga detik..


Bibir Raehan terkekeh membaca soal - soal yang ada di depan nya.


Ia pikir, soal nya akan sulit. Tapi ternyata apa yang di pikir kan Raehan seperti nya salah.


Menanyakan sifat dan kepribadian peserta. Tidak ada soal matematika, fisika, sejarah atau pun soal - soal yang membuat kepala nya pusing.


Raehan menarik nafas lega, jika soal nya seperti ini maka ia tidak perlu menguras otak nya hingga titik terdalam.


Cukup menjawab apa ada nya dan sejujur nya maka semua akan selesai.


Raehan mulai memain kan tangan nya, menulis setiap jawaban yang ada di kepala nya.


Sementara wajah nya terus mengembang kan senyum.


Sedang kan kursi di depan nya, Kiara bergerak gelisah.


Ke dua mata nya terus memindai setiap apa pun di sekitar nya. Lalu berhenti pada kursi di belakang nya.


Wajah sumringah Raehan membuat wajah nya kusut, karna ia tahu jika Raehan si gadis pendek sangat menikmati ujian nya.


Sementara diri nya, bahkan masih belum menjawab satu soal pun. Jika begini mana bisa diri nya akan lolos dan maju ke babak selanjut nya.


"Ssssttt... Ck... Suiiiittttt....." Desis Kiara mencoba menarik perhatian Raehan.


Kiara meringgis lagi, saat suara nya tidak memperngaruhi Raehan yang masih asik bermain dengan bolpoin nya yang terus bergoyang tanpa henti.


"Rae....!" Panggil Kiara dengan nada berbisik.

__ADS_1


Raehan yang mendengar suara desis ular, menoleh kan pandangan nya pada Kiara di mana wajah gadis itu sudah di penuhi dengan peluh keringat.


Senyum tipis terbit di bibir Kiara, karna ia berhasil membuat Raehan melihat ke arah nya.


"Rae... Kamu kan baik,,, please kasi satu jawaban donk..." Renggek Kiara memasang wajah memelas.


Rasa nya saat ini juga, Raehan ingin menyembur wajah iba Kiara dengan isi perut nya.


Tanpa malu Kiara meminta jawaban pada diri nya , apa gadis ini tidak tahu bagaimana menderita nya diri nya saat rambut nya di tempeli permen karet.


Dan sekarang dengan lidah ular nya, Kiara memuji diri nya.


Tapi maaf pujian yang terlontar dari bibir Kiara tidak berpengaruh pada diri nya.


"Aku tidak tahu..." Sinis Raehan mutlak , lalu kembali fokus dengan kertas tes di depan nya.


Kiara memberengut kecewa, dengan terpaksa kepala nya kembali menghadap ke depan.


"Sombong sekali.. Lihat saja akan ku berikan kamu pelajaran nanti.. Lihat saja Rae..." Umpat Kiara dalam hati dengan tangan meremas kertas tes di depan nya.


Sementara Lessia tersenyum senang, melihat soal- soal tersebut yang sudah ia tahu sebelum nya.


Tinggal menyalin jawaban yang sudah di dapat kan. Maka semua akan selesai.


Uang memang mampu membeli semua nya.


...----------------...



...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2