Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Pacar ku


__ADS_3

...196โฃ...


"Rae... Seharus nya kamu menghindar dari dua bocah yang sedang bertengkar..." Sinis suara bariton memecah pertengkaran di antara Dion dan Agara.


Di mana tatapan ke dua nya langsung tertuju pada pria yang baru saja datang.


"Felix...!" Lirih Raehan saat menyadari jika yang datang adalah Felix.


Tanpa basa- basi, Felix langsung menyambar pergelangan tangan Raehan dan menyeret tubuh mungil itu untuk mengikuti diri nya. Dan menjauh dari dua orang pria yang ia tahu adalah rival nya dalam mengejar cinta gadis pendek ini.


Raehan yang masih belum bisa mencerna kehadiran Felix, langsung terseret mengikuti kemana langkah Felix membawa diri nya.


Sementara Agara dan Dion mematung seribu bahasa, melihat Felix dengan gamblang nya membawa Raehan pergi.


Agara benar- benar tidak percaya jika kekasih nya di bawa pergi oleh pria lain.


Sementara Dion juga sama tidak percaya nya dengan Agara, jika yang membawa Raehan adalah Felix.


Di mana Niel sudah memberitahu diri nya jika Felix juga menyukai dan mengejar- ngejar Raehan.


"Sial..." Umpat ke dua nya bersamaan dengan Agara yang menyugar rambut nya kesal.


...----------------...


"Felix lepas kan...!" Seru Raehan meronta, melepas kan pergelangan tangan nya dari cengkraman tangan besar Felix.


Namun seperti nya Felix tuli untuk mendengar kan pekikan Raehan yang sangat merdu di telinga nya.


Kapan lagi ia bisa menyeret gadis yang ia sukai, apa lagi di depan kedua rival nya. Yang langsung menampak kan wajah melongo.


"Lepas kan... Felix lepas kan aku...!" Pekik Raehan kini dengan menghempas kan tangan Felix kasar, hingga cekalan tangan Felix terlepas.


Ia sangat tidak suka di bawa paksa, tapi kenapa semua pria malah selalu menarik dan menyeret nya dengan paksa.


Seolah diri nya sudah seperti manusia tanpa bobot alias ringan.


Raehan mengusap pergelangan tangan nya yang memerah karna cengkraman tangan Felix yang cukup kuat.


"Kenapa sih cowok- cowok ini selalu menarik tangan ku dengan paksa... Mereka pikir aku buntalan karung apa yang bisa di seret- seret..." Dumel Raehan kesal, di mana kini wajah nya memberengut.


Melihat pergelangan tangan Raehan yang memerah membuat Felix merasa bersalah.


Demi apa pun ia sama sekali tidak bermaksud untuk membuat Raehan terluka.


Hanya saja perasaan cemburu dan tidak suka nya tadi tidak bisa terkendali kan saat melihat dua saingan nya tengah berduel sengit.


Memperebut kan sang pujaan hati yang kini bertahta pada tiga hati.


Memanfaat kan kondisi saingan yang tengah bertengkar, akhir nya Felix membawa Raehan pergi dengan lancar.

__ADS_1


"Maaf.. Perlihat kan pada ku..!" Seru Felix dengan nada bicara menyesal dan bersalah, di mana tangan nya terjulur untuk memeriksa pergelangan tangan Raehan.


Namun Raehan langsung menarik tangan nya, agar Felix tidak bisa menyentuh nya.


"Jangan berani menyentuh ku...!" Sinis Raehan dengan menatap Felix tidak bersahabat.


Di mana hati Felix terasa di hujam oleh tombak tajam yang langsung menembus hingga ke punggung nya, karna mendapat tatapan tidak suka dari Raehan.


"Oke..." Ucap Felix setuju dengan mengangkat tangan nya ke atas udara, seperti seorang penjahat yang tertangkap oleh polisi.


"Jangan pernah menyeret ku dengan paksa lagi... Aku tidak menyukai hal itu...!!" Sarkas Raehan dengan ketus sebagai sebuah ancaman.


"Aku hanya ingin menyelamat kan mu Rae..." Balas Felix dengan tatapan sendu.


"Aku tidak butuh di selamat kan.. Lagi pula aku tidak dalam kondisi yang membahaya kan hingga harus di selamat kan..."


"Kau tidak lihat jika Agara dan Dion hampir berkelahi adu jotos, bagaimana jika diri mu sampai terkena pukulan mereka?.." Felix tetap kekeh membela diri nya, jika apa yang ia lakukan memang benar.


"Aku tidak akan terkena pukulan apa pun.. Karna pacar ku akan melindugi ku... Jadi kau tidak perlu repot- repot melindungi atau menyelamat kan aku...!!!"


Blar...


Cetter...


Duar...


Pacar ku yang akan melindungi ku...!


Pacar ku uang akan melindungi ku...!


Pacar ku yang akan melindungi ku...!


Ucapan Raehan seperti mantra sihir jahat yang sedang mengelilingi Felix.


Apa yang di kata kan gadis idaman nya benar?


Apa gadis di hadapan nya sudah memiliki pacar?


Apa gadis yang sudah mencuri hati nya sudah menjadi milik orang lain?


Hati nya langsung pecah berkeping- keping seperti sebuah kaca yang jatuh ke lantai dan hancur tak berbentuk.


Rasa nya sangat sakit, bahkan kata- kata pun tak mampu untuk mengekspresikan rasa sakit hati nya, karna lagi- lagi di patah kan oleh gadis yang sama.


"Tidak... Tidak... Raehan pasti hanya bercanda,, karna ia sedang marah pada ku karna sudah menyeret nya dengan paksa..." Batin Felix menenang kan diri nya, di mana sebenar nya ia sudah sangat hancur.


"Hhhh... Ha... Ha... Astaga apa yang kamu kata kan? kau sudah memiliki pacar? Tidak. aku tahu kamu mengata kan nya karna marah pada ku bukan?" Felix terkekeh hambar.


Berharap jika Raehan meralat ucapan nya.

__ADS_1


"Tidak... Aku tidak bercanda.. Aku memang sudah memiliki pacar dan pacar ku adalah kak Aga..."


"Hua....Ha... Ha...." Tawa Felix pecah seketika mendengar ucapan Raehan yang rasa nya penuh kebohongan.


"Kau dan Agara berpacaran? Rae berhenti lah untuk berhalusinasi... Aku sudah mengata kan nya kemarin... Kenapa kamu tidak berhenti menggapai seseorang yang tak akan pernah bisa kamu raih.. Agara adalah tunangan Lessia... Bahkan Agara tidak pernah mengata kan cinta pada mu bukan? lalu alasan apa yang membuat diri mu mengata kan jika kalian adalah sepasang kekasih..." Pekik Felix tidak percaya dengan apa yang di kata kan Raehan.


Raehan mengeram kesal melihat Felix yang menertawa kan diri nya.


Ke dua tangan nya terkepal dengan kuat bahkan hingga buku- buku tangan nya memutih.


Apa di hadapan pria itu ia tidak akan mampu bersanding dengan Agara?


Kenapa Felix tidak percaya dengan ucapan nya jika ia dan Agara memang sepasang kekasih.


Dari dulu ia memang membenci Felix, tapi ia sangat tidak suka di tertawa kan seperti itu.


Ia sangat tidak suka dengan tatapan mengolok.


"Aku sama sekali tidak bermimpi atau berhalusinasi... Aku memang pacar kak Aga...!!" Bentak Raehan dengan marah, yang langsung membuat Felix tersentak dan membeku di tempat, karna untuk pertama kali nya ia melihat kemarahan Raehan.


Mata melotot merah, dengan wajah garang menatap diri nya dengan tajam. Seolah tatapan Raehan membelah tubuh nya menjadi seribu keping.


Raehan merogoh kantong saku nya dengan kasar mengeluar kan ponsel nya, lalu memperlihat kan benda pipih itu tepat di depan mata Felix.


"Lihat... Ini foto kami... Aku harap poto ini sudah bisa menjelas kan omong kosong yang kamu kata kan....!" Ujar Raehan penuh penekanan bercampur emosi yang meledak - ledak. Lalu melangkah pergi meninggal kan Felix yang membatu di tempat setelah apa yang tadi telah ia lihat.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2