Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Terimakasih


__ADS_3

...224πŸ’›...


Raehan dan Agara terlihat begitu senang, tawa membahana dari bibir mereka tidak pernah terhenti sedikit pun.


Mereka berdua menjajal semua permainan, di mana Agara terlihat begitu bahagia dan menikmati permainan anak kecil ini.


Ia tidak menyangka permainan ini cukup seru, meski mereka berdua sudah remaja.


Apa lagi saat naik komedi putar, dengan jahil nya Raehan memutar dengan sangat kencang. Hingga membuat kepala Agara pusing bahkan sampai terjungkal di tanah.


Namun lagi- lagi yang keluar hanya tawa ceria dan bahagia.


Agara benar- benar bahagia , ia tidak pernah mengunjungi taman bermain anak- anak ini saat ia kecil.


Ia hanya bisa menonton teman sebaya nya yang bermain bersama ke dua orang tua nya.


Tapi sekarang ia bisa merasakan keseruan semua hal itu, meski bukan bersama orang tua namun bersama sang kekasih.


Agara mengejar Raehan, ia ingin sekali menangkap gadis jahil itu yang sudah membuat diri nya jatuh dari komedi putar.


Tapi Raehan tidak ingin Agara menangkap nya, ia terus berlari dengan kencang, sembari lidah nya menjulur mengejek dengan tawa ledekan yang membuat Agara semakin mengencang kan lari nya.


"Awas saja jika sampai tertangkap!!" Seru Agara dengan nafas yang mulai ngos- ngosan.


Ternyata Raehan berlari cukup kencang, bahkan ia sedikit kesusahan untuk menangkap gadis nya.


"Jangan hanya mengancam.. Aku tidak takut.. Dan aku tidak akan tertangkap.. Wek.." Lagi - Lagi Raehan mengejek Agara dengan menjulur kan lidah nya serta membuat wajah jelek.


Mereka terlihat seperti anak kecil, yang sedang bermain kejar- kejaran.


Bahkan beberapa orang yang melihat tingkah kekanak- kanakan mereka hanya bisa tersenyum tersipu malu.


"Aku pasti akan menangkap mu...!" Gumam Agara dengan tekad lalu melebar kan langkah kaki nya.


Ia ingin segera menangkap gadis nakal itu dan membuat perhitungan.


Raehan yang sedikit lelah, mengendur kan langkah nya.


Namun ke dua kaki pendek nya tetap berlari.


Srakk..


Hap..


Dengan satu kali pijakan, Agara memeluk dan menangkap tubuh Raehan.


"Lihat sekarang aku akan memberi mu pelajaran...!" Agara menggelitik dengan brutal perut Raehan, membuat Raehan menggelinjang kegelian.

__ADS_1


"Ha... Ha... Geli.. Geli... Ha... Ha..." Tawa Raehan pecah, di mana suara tawa nya cukup keras.


Rasa nya ada jutaan semut yang tengah menggelitik perut nya.


Ia tidak bisa berhenti tertawa bahkan ke dua mata nya sampai berair, dengan bibir yang pegal karna terus tertawa.


"Rasa kan ini gadis nakal...!" Beo Agara dengan tawa bahagia di mana tangan nya terus menggelitik perut Raehan.


"Ha.. Huaaa.. Ha.. Ha.. Henti kan aku tidak sanggup lagi...!" Renggek Raehan memohon agar Agara berhenti menggelitik nya.


Sungguh ia sudah tidak tahan lagi. Rasa nya engsel bibir nya mau lepas karna tidak bisa mengatup.


"Siapa suruh kamu berani meledek ku..." Tolak Agara dengan terus menyerang Raehan.


Bruk..


Hingga akhir nya ke dua nya jatuh bersamaan di tanah.


Raehan yang tidak bisa menyetabil kan tubuh nya karna terus menerima serangan akhir nya jatuh dengan Agara yang menimpa tubuh nya, karna Agara memeluk diri nya.


Agara melepas kan Raehan, seperti nya sudah cukup ia memberi kan pelajaran pada Raehan.


Sementara Raehan memonyong kan bibir nya ke depan, karna rahang nya yang terasa pegal.


Ke dua nya menatap langit yang semakin meredup, di mana matahari sudah siap untuk tidur.


Agara dan Raehan mengatur nafas nya yang tidak teratur , karna mereka tadi sempat kejar- kejaran. Di mana peluh keringat sudah mengalir dengan deras di pelipis ke dua nya.


Sweter yang di kenakan nya terlihat kotor, di sebab kan mereka mengenakan sweter berwarna putih, jadi ketika terkena tanah maka tampilan nya persis seperti pakaian gembel.


"Ayo bangun kak Aga...!" Ujar Raehan bangkit lebih dulu, lalu menatap Agara yang seperti nya masih nyaman dengan posisi nya.


Raehan mengulur kan tangan nya, yang langsung di sambut dengan cepat oleh Agara.


Raehan membantu Agara untuk berdiri, lalu mengibas - ngibas baju Agara yang kotor.


"Aku capek karna lari- larian... Ayo duduk di ayunan..." Seru Raehan yang langsung menarik tangan Agara, sebelum Agara bisa menolak.


Wahana terakhir yang belum mereka coba adalah ayunan.


Jadi Raehan duduk di salah satu ayunan, di mana Agara juga duduk di salah satu ayunan yang berada di samping Raehan.


Kali ini mereka sama- sama lelah, lelah berlari ke sana- kemari. Sedang kan beberapa pengunjung lain nya sudah mulai kembali ke rumah masing- masing. Sehingga membuat hanya ada Raehan dan Agara yang masih berada di taman.


Langit secara perlahan berubah menjadi menggelap, menyisakan semburat jingga keemasan yang memanjakan mata Raehan dan Agara.


Udara semakin dingin, namun untung mereka mengenakan sweter jadi tubuh mereka terlindungi oleh hawa dingin.

__ADS_1


"Terimakasih.." Cicit Agara menatap Raehan sendu, di mana kini gadis periang di samping nya terlihat masih asik melihat burung merpati yang terbang di langit.


Raehan menoleh kan kepala nya ke arah Agara yang kini menatap nya sendu dan lembut.


"Untuk apa?" Tanya Raehan, mengayun kan kaki nya untuk membuat ayunan bergerak.


"Untuk hari ini... Aku tahu kenapa kamu mengajak ku tempat ini..." Agara memaling kan wajah nya, menatap ke arah langit orange.


"Memang nya apa?" Raehan ingin mendengar jawaban Agara. Apa kah Agara tahu maksud diri nya mengajak Agara ke taman ini.


Agara meraih tangan Raehan, sehingga ke dua tangan mereka bertaut.


"Kamu ingin aku merasa kan masa kecil ku kan? Dan aku tak memungkiri jika kamu berhasil..." Agara menyadari hal itu saat ia menemukan kebahagian di tempat ini.


Kebahagian yang hilang di masa kecil nya, dan ia dapat kan saat umur remaja.


Bermain di taman bermain anak- anak, di mana dulu ia hanya bisa melihat tapi kini diri nya bisa merasakan hal itu.


Raehan tersenyum senang, melihat wajah bahagia Agara.


Ternyata Agara bisa menebak tujuan nya mengajak pria itu ke tempat ini.


Meski terlambat setidak nya Agara pernah merasa kan bermain di taman anak- anak.


"Setidak nya aku bisa menoreh kan moment indah untuk masa kecil kak Aga.. Meski aku tahu semua nya sudah sangat terlambat.. Tapi aku ingin kak Aga merasa kan kenangan indah di taman bermain anak- anak meski kita sudah remaja... Setidak nya ada moment bahagia yang bisa kak Aga ingat.. Tapi aku tahu tetap saja semua nya terasa kurang.. Karna kak Aga tidak melakukan nya bersama dengan orang tua kak Aga..


Aku tidak mengharap kan jika ada papa kak Aga.. Tapi soal ibu kak Aga, bagaimana dengan nya?"


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2