
...95...
"Sial..." Umpat Raehan memberontak.
Tapi, ayolah tenaga Raehan tidak cukup kuat untuk melepas kan diri dari ke dua antek Kiara yang sudah mengunci pergerakan nya.
Kiara dan Lessia langsung tersenyum, ketika melihat mangsa mereka sudah terkunci karna ulah dua anak buah mereka.
Lessia tersenyum miring. Pagi ini ia pastikan akan menunjukkan penampilan jelek Raehan di depan umum. Dan ia sangat yakin hari ini adalah di mana cacian fisik akan terlontar untuk gadis pendek yang sangat kurang ajar seperti Raehan.
"Gadis sampah.." Cela Lessia dengan mantab. Diri nya kini merasa di atas awan karna berhasil membuat Raehan tidak berkutik.
Lessia melempar pandang ke arah Kiara, mengedip kan mata dengan tegas. Memberikan intruksi untuk menarik tudung jaket Raehan.
Kiara tersenyum senang, mendapat kan perintah terhormat itu. Dengan tangan nya ia akan membuka tabir gadis pendek yang sangat di benci nya.
Kiara langsung melayang kan tangan nya ke arah kepala Raehan.
Raehan yang melihat mode bahaya berusaha mengelak dengan menggeleng kan kepala nya ke kiri dan kanan. Namun apa lah daya tubuh nya tidak sinkron dengan tubuh nya.
Bless....
Hanya dengan sekali tarikan, tudung jaket yang menutupi kepala Raehan terlepas begitu saja.
"Wowooooo......" Seluruh mata langsung melebar dan melotot terarah pada Raehan.
Wajah seluruh siswa maupun siswi bahkan empat gadis yang merundung nya terlihat begitu syok dan kaget.
Waktu seakan berhenti sejenak di antara mereka. Tidak ada yang berani bergerak atau mengeluarkan suara sedikit pun.
Seluruh pandangan begitu fokus tertuju pada Raehan.
Raehan menghela nafas pasrah dengan apa yang terjadi. Saat hilir angin berhembus menerbang kan helaian rambut pendek nya yang sekarang terekspos dengan nyata.
Sungguh tidak di duga, seharus nya ia tadi langsung kabur saat melihat bayangan Lessia. Bukan nya malah meladeni ucapan ke empat gadis menyebal kan itu.
Seperti nya sekarang ia harus menyiap kan mental untuk apa yang akan terjadi selanjut nya.
Raehan memberani kan diri nya menatap ke setiap penjuru arah.
Astaga mereka sekarang memandang nya dengan tatapan kaget.
Apa penampilan rambut nya benar- benar jelek?
Bahkan semua mata yang ia lihat tidak berkedip sama sekali memandang nya.
Mental Raehan merosot jatuh ke dasar bumi. Kini penderitaan nya akan di mulai untuk mendengar cacian dan hinaan yang akan tertuju pada nya.
"Ba.. Bagaimana bisa?" Ujar Kiara dengan terbata- bata. Bahkan Kiara langsung menutup mulut nya yang sempat terbuka karna kaget.
"Siapa gadis imut dengan surai indah itu..." Lirih Felix terpesona dengan tatapan lekat pada Raehan.
"Apa dia anak baru ?"
__ADS_1
"Astaga benar- benar imut.."
"Jantung ku langsung berdetak dua kali lipat "
"Astaga dia tidak kalah cantik dari Ratu Lessia."
"Aku harus mendapat kan foto dari gadis imut itu.."
Blushhhh....
Pipi Raehan langsung memerah dengan sempurna, saat mendengar deretan pujian yang keluar dari mulut- mulut para siswa yang telah menghina nya dan menghakimi diri nya.
Ada apa ini?
Kenapa tatapan mereka jadi seperti itu?
Tanya Raehan yang mulai salah tingkah, saat semua siswa maupun siswi menghambur ke arah nya.
Membuat tubuh mungil nya benar- benar tenggelam di tengah- tengah. Bahkan tubuh langsing Lessia langsung tersingkir dengan kerumunan tersebut.
"Hai imut siapa nama mu?" Tanya Hanson dengan berbinar.
"Raehan.." Balas Raehan tersenyum kaku. Sungguh saat ini ia masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.
Baru beberapa menit yang lalu, murid- murid ini meluncur kan ucapan pahit dan ancaman dan seperkian detik kemudian. Mereka memperlakukan Raehan layak nya seorang gadis terkenal.
Astaga kenapa ia jadi memiliki banyak penggemar?.
Tapi lihat lah karna penampilan baru ini, ia benar benar merasa menjadi gadis terkenal dan memiliki penggemar.
Harus kah ia merasa senang?
Tentu saja, mari nikmati popularitas yang ia dapat kan tanpa sengaja. Pikir Raehan kini mulai bersikap biasa dan tersenyum ramah ke arah para penggemar nya.
"Raehan kamu kelas berapa? apa kamu murid baru?"
"Astaga bagaimana tips menjadi imut seperti mu Rae?"
Begitulah pertanyaan- pertanyaan yang terlontar dari beberapa mulut murid-murid yang sudah jatuh pada pesona aura keimutan Raehan.
"Ahha... Ha... Aku kelas X A... Tidak ada tips apa pun.. Aku rasa kalian semua sedikit berlebihan..." Balas Raehan cepat. Sambil menghindari sentuhan di rambut nya karna ulah para siswi.
"Astaga selain cantik dan imut Raehan sangat rendah hati. Sangat berbeda dengan Lessia yang sedikit sombong..." Ucap salah satu dari kerumunan, yang langsung mengubah raut wajah Lessia menjadi masam.
"Rae.. Mari berpoto dengan ku" Ucap Calvin langsung menarik tangan Raehan keluar dari tengah- tengah kerumunan.
Dalam hati Calvin bagaimana pun cara nya ia harus bisa dekat dengan Raehan gadis kecil dan sangat imut. Bahkan ia tidak akan pernah bosan menatap wajah imut itu meski selama bertahun- tahun atau pun ber abad- abad.
Raehan hanya bisa mengikuti alur, ia mengangguk senang saat di ajak berfoto oleh Calvin.
Raehan melempar pandangan penuh kemenangan saat berdiri sedikit dekat dengan Lessia.
Meski ini kebetulan tapi hari ini tuhan membuat nya beruntung. Tanpa melakukan apa pun, Lessia sudah terbakar karna popularitas diri nya.
__ADS_1
"Terimakasih untuk drama pengungkapan ini Kak Lessia..." Ujar Raehan sebelum menampil kan gaya peace di depan layar ponsel Calvin.
Beberapa murid semakin mengerubungi Raehan dan mengajak Raehan untuk berselfi bersama.
Sementara Lessia menggeram kesal. Apa ini, kenapa bisa seperti ini? Pikir nya.
Ia tidak tahu sulap apa yang sudah Raehan lakukan hingga memiliki potongan rambut yang bisa mengeluar kan aura kecantikan alami nya.
Bahkan murid- murid mulai membanding kan diri nya dengan Raehan.
Sungguh menyebal kan.
Ia sangat membenci Raehan. Ini bukan sebatas rasa benci sementara. Tapi rasa benci Lessia benar- benar sudah mencapai puncak kebencian.
"Kenapa bisa dia menjadi populer hanya karna rambut jelek nya itu.. Cih.. Apa mata mereka semua nya buta.. Aku jauh lebih cantik dan imut dari gadis pendek itu..." Oceh Lessia yang hanya bisa menatap benci ke arah Raehan yang sedang berfoto dengan penggemar yang baru ia dapat kan.
Seharus nya diri nya yang berada di posisi Raehan. Di puja dan di puji.
Tapi sekarang, ia malah tersingkir dan di anggap tidak ada. Ia tidak menerima semua itu.
"Ck... Ck... Aku tidak percaya jika penampilan baru gadis pendek itu benar- benar mempesona..." Seru Kiara dengan mata kaget.
Puk...
"Jika kamu memuji nya lagi, aku akan mengeluarkan mu dari geng ku..." Ujar Lessia setelah mendarat kan satu pukulan tepat di kepala Kiara.
"Au.... " Kiara meringgis sambil berdecak kesal dengan perlakuan semena- mena Lessia. Yang langsung melenggang pergi dari tempat.
...----------------...
...****************...
Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥
Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???
__ADS_1