Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Berjuang atau melepas?


__ADS_3

...68...


"Tentu saja kamu tidak asing, dia seorang model yang sedang naik daun dan sangat terkenal..."


"Ha.. He.. he.. Seperti nya aku ketinggalan info.. Tapi kenapa Kak Sofia bisa bersinggungan dengan nya.?"


Sofia menghembus kan nafas nya panjang. Rasa sakit karna patah hati belum reda di dada nya.


Jika mengingat semua nya, rasa nya sungguh diri nya tidak percaya. Setelah dua tahun berjuang dengan segala cara untuk meraih cinta Agara, tapi yang di dapat kan adalah kabar pertunangan sang pujaan hati.


Kesempurnaan Lessia seakan mendorong diri nya jatuh ke dalam sumur kesadaran diri. Bahwa diri nya tak akan bisa bersaing dengan sang dewi kecantikan.


Setetes cairan bening, lagi- lagi jatuh dari sudut mata Sofia. Merembes melewati pipi nya yang putih bersih tanpa cela.


Raehan terkesiap saat melihat Sofia menangis karna ucapan nya. Rasa bersalah mulai bersarang dengan kepanikan yang membuncah.


"Kak Sofia kenapa menangis, seperti nya aku sudah salah bicara..." Cerocos Raehan dengan panik, di iringi dengan gaya cerewet yang menjadi sifat khas nya.


Sofia dengan cepat menghapus air mata nya, berusaha dengan kuat untuk menerima kenyataan yang ada. Meski kini hati nya sedang patah.


"Tidak.. Tidak apa- apa. Aku baik- baik saja, Sebenar nya tadi aku hanya ingin menanyakan kabar yang akhir- akhir ini sedang viral di sekolah.. Tentang pertunangan Lessia dan Agara..."


Jeduarr.....


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Raehan membeku di tempat.


Seakan jantung nya berhenti berdetak, bahkan paru- paru nya rasa nya tak bisa memproses oksigen dengan benar.


Kaki nya tiba- tiba merasa lemas, terasa tak bertulang seperti semangkok puding lembut.


Sementara hati nya seketika pecah berkeping- keping akan hal yang baru saja diri nya dengar.


Lessia adalah tunangan Agara...


Lessia adalah tunangan Agara...


Dia adalah tunangan Agara...


Ucapan Sofia terus terlantun kan di kepala Raehan. Seakan- akan menjadi bom waktu yang siap meledak dan menghancurkan tubuh nya menjadi serpihan- serpihan kecil tak berbentuk lagi.


"Aku sangat menyukai Agara selama dua tahun lama nya. Tapi Agara tidak pernah melirik atau pun melihat ku sedikit saja. Dia begitu asik dengan dunia nya sendiri. Dunia yang diri nya ciptakan tanpa membuat pintu untuk orang lain masuk... Kau tahu Rae bahkan aku sudah berusaha mempersatukan hubungan antara ibu dan putra yang sudah hancur... "

__ADS_1


"Mempersatukan Agara dengan ibu nya. Memohon tanpa memperdulikan harga diri ku agar dia bisa memaaf kan ibu nya. Awal nya aku bermaksud melakukan itu untuk meraih simpati nya sekaligus meraih restu ibu nya.. Tapi sayang, seperti nya aku kalah telak dengan seorang model.. Miris tapi itu lah kenyataan jika aku bukan lah apa- apa di banding dengan Lessia." Sofia menutup curahan hati nya, dengan senyum pahit di bibir nya.


Entah mengapa bibir nya terus saja berbicara, membicarakan rasa sakit yang tak seharus nya diri nya ceritakan pada orang asing. Orang asing yang juga sama- sama memiliki rasa pada Agara.


Orang asing yang juga kini telah di patah kan hati nya dengan setiap rentetan cerita yang ia beber kan.


Tapi, setidak nya hati nya sedikit merasa lega. Usai menceritakan rasa sakit yang menjadi alasan mengapa air mata nya terus mengalir.


Kadang kala bercerita dengan orang asing lebih baik, dari pada bercerita kepada orang- orang terdekat yang belum bisa menjaga lidah nya untuk tidak menyebarkan keluh kesah mu. Tapi bercerita dengan orang asing setidak nya kamu bertemu satu kali dan entah kapan lagi kamu bisa bertemu kembali. Jika sampai ada pertemuan ke dua mungkin kala itu kalian tidak saling mengenal, setidak nya rahasia cerita kalian tersimpan dengan rapat.


Berbeda dengan Raehan, yang kini semangat yang mengakar sejak pagi seakan membumbung tinggi hilang di angkasa.


Dada nya begitu terasa sesak, dengan hati nya yang begitu hancur.


Belum usai keterkejutan nya tentang tunangan Agara. Lagi- lagi ia terkejut dengan pernyataan suka Sofia pada Agara.


Bahkan Gadis yang tengah berjalan bersamaan di samping nya, berjuang dengan sangat keras, sampai berusaha meraih restu ibu Agara.


Lalu diri nya?


Siapa diri nya, yang tak lebih cantik dari gadis di samping nya.?


Raehan tersenyum getir, saat mengingat Agara langsung pulang usai mendapat panggilan masuk itu.


"Lagi- lagi aku terhempas jauh kak Aga.. Aku pikir setelah menjadi teman kita bisa menjadi sepasang kekasih... Ternyata aku salah, kisah ku hanya sebatas menjadi teman mu..


Menjadi pelengkap dalam kisah hidup mu.. Berulang kali aku membangun harapan meski orang sekeliling ku meruntuh kan tekad ku dengan menyebut setiap kekurangan ku..


Tapi lagi- lagi aku terperdaya saat jarak antara kita mengikis.. Aku tidak tahu apa aku bisa meraih mu, atau harus melepas mu sekarang..." Batin Raehan dengan tatapan lurus ke depan.


Kini bahkan untuk berbicara saja diri nya sangat malas.


Pagi ini mood nya benar- benar hancur , tidak ada lagi senyum mengembang bak sponcake yang terpahat di bibir Raehan.


Yang ada hanya rasa sakit yang sedang bersarang di ulu hati nya.


Untuk pertama kali diri nya jatuh cinta , Dan untuk pertama kali nya diri nya merasakan dahsyat nya patah hati.


Namun, meski kini hati nya begitu sakit tidak ada setetes air mata yang jatuh di ke dua kelopak mata Raehan.


Mungkin air mata nya sedang kering karna diri nya tidak banyak minum air putih belakangan ini, pikir Raehan.

__ADS_1


Tanpa sadar, dua gadis itu kini sampai tepat di depan kelas XIIA.


Kelas yang sama- sama menjadi tujuan mereka berdua dengan niat yang berbeda.


Sofia langsung menghentikan langkah nya, sementara Raehan terus melangkah tanpa semangat melewati Sofia.


Sofia memegang bahu Raehan, yang langsung membuat Raehan tersentak kaget dan melempar senyum kaku pada Sofia.


"Kelas ku sudah sampai , aku duluan ya Rae.. Aku harap kita bisa jadi teman curhat.. Entah mengapa aku begitu nyaman bisa berbagi cerita bersama mu.. Aku tak memungkiri jika diri mu adalah pendengar yang baik... Dan...--" Sofia menahan ucapan nya.


Raehan dapat melihat keraguan pada Sofia. Raehan tahu apa yang di pikir kan kakak tingkat nya itu. Tapi diri nya bukan lah orang yang suka menyebar kisah orang lain. Atau menayang kan ulang kisah orang lain seperti seorang penyiar radio.


"Tenang lah.. Aku jamin curhatan kakak aman bersama ku..." Ujar Raehan.


"Terimakasih Rae.. Kalau begitu aku masuk ya.."


Raehan mengangguk cepat. Sofia langsung melenggos masuk ke dalam kelas nya. Sementara Raehan terus berjalan tanpa gairah ke arah depan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2