
...38...
Agara membuka knok pintu, dan melangkah masuk.
Langkah nya terhenti seketika, bersamaan dengan tubuh nya yang membatu di tempat.
Netra nya menangkap dua sosok yang tengah berdiri dengan menyungging kan senyum ke arah nya.
"Untuk apa mereka di sini?" Batin nya menatap dengan penuh kebencian.
Sesosok pria berusia 47 tahun, dengan setelan jas mewah yang membalut tubuh nya. Sedang tersenyum ke arah Agara, yang membuat nya terlihat begitu kharismatik.
Sedangkan di sisi kanan nya, seorang gadis dengan rambut Curly berwarna pirang terang, dengan tubuh tinggi dan seksi layak nya seorang model, sedang tersenyum lebar pada Agara.
Agara mendengus kasar, saat menatap dua orang yang sudah lancang masuk ke dalam apartemen nya.
Ia melangkah dengan tidak bersemangat. Melempar ransel nya asal ke sofa.
Lalu menatap datar dua orang tersebut.
"Setelah sekian tahun, akhir nya kau mengingat ku juga Mr. Vinson.." Ketus Agara dengan tersenyum getir.
Senyum yang mengembang di wajah pria tersebut langsung lenyap.
Saat mendengar putra satu- satu nya dengan lantang menyebut nama nya. Seolah diri nya bukan lah ayah dari Agara.
Ya, Mr. Vinson Vanderzee ayah dari Agara. Ayah yang berpisah dengan ibu nya Mrs. Sabrina. Dan menelantarkan anak nya begitu saja.
Dan setelah sekian tahun, ia berada di sini.
Pasti ada sesuatu yang membuat laki- laki tua itu datang menemui diri nya.
Miris bukan, jika ada mau nya ayah nya baru mencari nya. Lalu sejak dulu dimana pria kaya ini yang lebih mengutamakan uang dari pada darah daging sendiri.
Mr. Vinson, menarik lengan gadis cantik di samping nya untuk duduk.
Lalu mengangguk memberi kan isyarat pada gadis tersebut.
"Agara... Kenapa kau masih saja ketus pada papa nak?.. Tinggallah bersama papa..." Ungkap Mr. Vinson dengan senyum mengembang.
Alih- alih membalas senyuman sang ayah, Agara malah menyilangkan kaki nya.
Menatap benci dengan penuh amarah.
Seolah- olah pria paruh baya di depan nya bukan lah pria yang menjadi alasan ia ada di dunia.
"Jangan banyak basa- basi Mr. Vinson.. Sebelum aku mendepak mu keluar dari apartemen ku, katakan apa yang ingin kau katakan... Jangan bersikap seolah- olah kita adalah anak dan ayah yang harmonis." Balas Agara dengan seringgai nya.
__ADS_1
Senyum Mr. Vinsion lagi- lagi hilang. Dengan setiap jawaban kurang ajar yang terlontar dari mulut Agara.
Jika saja ia tidak datang untuk sesuatu, ia pasti tidak akan menginjakkan kaki nya di tempat terkutuk ini. Batin nya dengan tersenyum kaku, sambil tangan nya menepuk lutut gadis cantik di samping nya.
"Agara... Maaf kan papa untuk masa lalu.. Tadi takdir tidak mengubah jika kita adalah anak dan ayah.. Papa tidak ingin membuat mu semakin tidak nyaman dengan kehadiran papa.. Papa tahu kamu sangat membenci papa.. Tapi Aga, papa hanya ingin hal baik untuk mu... Untuk itu papa menjodohkan mu dengan Lessia putri dari keluarga Ledgar...?" Jelas Mr. Vinson tersenyum saat melirik sekilas gadis di samping nya yang bernama Lessia.
Lessia Ledgar, Seorang model yang karir nya baru menanjak.
Putri satu- satu nya dari keluarga Ledgar. Keluarga yang merajai semua bisnis di kota ini.
Putri seorang konglomerat, dengan penampilan yang hampir sempurna.
Cantik, tinggi, dan seksi.
Lessia menarik ke dua sudut bibir nya. Hati nya saat ini sedang berbunga - bunga.
Bagaiamana tidak, ia akan di jodohkan dengan pria setampan Agara.
Ia pasti kan diri nya tidak akan menemukan laki- laki lain yang melebihi Agara.
Dalam satu kali pertemuan, ia jatuh cinta pada sosok pria muda di depan nya.
Dan diri nya juga begitu yakin, Agara tidak akan menolak perjodohan ini.
Siapa yang bisa menolak seorang model super cantik seperti diri nya.
Agara terkekeh ringan, mendengar perkataan dari mulut ayah durhaka seperti Mr. Vinsion.
"Cih... Seperti nya dari ayah durhaka dia juga menambah profesi nya sebagai seorang penjilat... Menjijik kan..." Umpat Agara dalam hati.
"Luar biasa Mr. Vinsion... Tidak ada yang lebih hebat dari mu..."
Prok..
Prok..
Prok...
Agara bertepuk tangan, sungguh ia sangat salut pada pria di depan nya.
"Setelah menelantarkan darah daging mu sendiri... Sekarang kau datang untuk menjual nya... Ha.. Ha..." Ujar Agara dengan tawa getir dengan tatapan kilat kini menukik tajam pada Mr. Vinsion.
Lessia mengerut kan dahi nya, apa hubungan antara anak dan ayah ini begitu buruk. Hingga ia merasa kan suasana menjadi mencekam.
"Ha... Ha... Apa yang kau katakan Agara... Mana mungkin papa melakukan hal itu..." Kekeh Mr. Vinsion kini beranjak mendekat duduk di sisi Agara.
Tangan nya terulur memegang bahu Agara, tapi dengan cepat, Agara menepis tangan Mr. Vinsion. Tangan yang sudah membuang anak nya sendiri.
__ADS_1
"Jangan mencoba mendekati ku!!!" Pekik Agara dengan suara sedikit tinggi.
Mr. Vinsion semakin gelagapan dengan sikap putra nya yang sama sekali tidak menghormati nya.
Apalagi semua nya terjadi di depan calon menantu kaya nya.
Apa yang akan di pikirkan Lessia tentang hubungan nya dengan Agara.
Bisa- bisa perjodohan berlandaskan bisnis ini di batalkan oleh pihak Ledgar.
Jika itu terjadi, ia tidak bisa menerima hal itu. Keuntungan milyaran dollar akan hangus karna ulah putra nya.
"Waktu mu sudah habis Mr. Vinsion... Kau sudah melewati batas mu dengan menerobos masuk ke apartemen ku... Dan ingat satu hal... Aku tidak ingin di jual pada gadis itu...!!" Bentak Agara dengan kebencian yabg meluap- luap, sambil jari nya menunjuk ke arah Lessia.
"Anak ini semakin kurang ajar..." Geram Mr. Vinsion dalam hati. Dan segera menarik tangan Agara yang menunjuk ke arah Lessia.
Bagi keluarga konglomerat, menunjuk seperti itu adalah hal yang tidak beretika.
Ia tidak ingin gadis cantik itu tersinggung dengan sikap Agara.
"Hhh... Pikir kan perjodohan ini lagi nak... Papa melakukan semua ini untuk kebaikan mu.. Baiklah papa dan nona Lessia akan pergi... Kami pamit jaga diri mu..." Mr. Vinsion tersenyum manis ke arah Agara, seolah- olah apa yang di katakan Agara tidak berpengaruh pada nya.
Tapi, jauh di dalam hati nya. Ia ingin sekali mencaci - maki anak nya yang kurang ajar itu.
Mr. Vinsion segera menggiring Lessia untuk segera keluar dari apartemen Agara. Sebelum suasana semakin kacau, bisa - bisa nama baik nya di mata keluarga Ledgar hancur karna ulah Agara.
Agara memijat pelipis nya pelan, lagi- lagi karna uang dan harta ayah nya melakukan itu semua.
"Tua bangka bajingan... Sekali lagi kau menganggap ku kotoran , yang tidak lebih berharga dari pada uang...!!" Geram Agara dengan menjatuhkan seluruh benda di atas meja.
Prang...
Prak...
Prang...
...----------------...
...****************...
Berikan apresiasi kalian dengan koment atau vote yaa 😇
Biar karya othor makin terkenal giti😄 yah meskipun karangan recehan.. Tapi moga bisa menghibur😙
Oh ya thor lagi bimbang nih... Menurut kalian Raehan cocok nya ama siapa ya?
Agara atau Dion?
__ADS_1