Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Lagi -lagi memilih Dia


__ADS_3

...134โฃ...


Fir dan Miya sedang duduk di sebuah otlet makanan.


Pikiran mereka masih melayang, sesekali menyesap dan memasuk kan makanan ke dalam mulut mereka.


Sementara di samping mereka, ada puluhan paper bag belanjaan.


"Sumpah Fir aku ngak bisa habis pikir sama Raehan... Astaga...!" Celetuk Miya memecah kan keheningan di antara mereka.


"Kamu kan tahu sendiri jika menyangkut Agara dia sudah kaya apa.. Udah mirip kotoran membandel.." Fir menyuap kan makanan nya lagi. Berbelanja juga ternyata bisa membuat perut nya keroncongan karna lapar.


"Iya.. Sahabat kita yang satu ini benar- benar gila, aneh, dan langka..." Ujar Miya lagi dengan mendengus pelan.


"Tapi biar pun sifat nya seperti alien kurang nutrisi, tapi dia benar- benar membuat hidup kita berwarna Mi.. Baik, manis, lucu satu lagi selalu ada buat kita..."


"Dan pasti nya dia tulus..."


"Lalu sampai kapan kita akan menunggu nya, pasti akan sangat lama jika kita menunggu Raehan yang sedang menghancur kan kencan nenek lampir itu..."


"Kamu jangan berpikir untuk meninggal kan Raehan Fir. Bagaimana jika nenek sihir licik itu melakukan sesuatu yang jahat pada Raehan.. Kalau itu sampai terjadi akan ku makan nenek sihir itu hidup- hidup.."


"Giliran sekarang sok terlihat garang.. Pas di gebukin sama Lessia aja kamu takut setengah mati..."


"Lah itu udah berlalu Fir.. Sekarang mana mau aku kalah sama tubuh kerempeng yang di agung- agung kan itu... Masak Raehan aja bisa buat dia kecekik sampai mati, Terus aku ngak bisa patahin tulang- tulang nya gitu.. Ngak aku sekarang udah isi asupan keberanian aku.. Kamu jangan coba- coba ngeremehin aku..."


"Ya sudah terserah kamu aja bodoh,,, Mending kita pergi nonton. ya kira- kira buat nunggu Raehan lah.. Paling kalau dia udah selesai mengejar cinta si gunung es itu dia bakal telpon kita..."


"Okeh... Cus lah..."


...----------------...


Lessia, Agara, dan Raehan tampak berdiri di antara dua stand yang berbeda.


Satu stand menawar kan perhiasan serta aksesoris yang sangat memikat.


Lalu stand sebelah nya menyajikan kuliner makanan jalanan nya.


"Sayang, ayo masuk ke toko perhiasan. Aku ingin membeli perhiasan baru agar terlihat semakin cantik dan pantas bersanding di sisi mu.." Tekan Lessia dengan memandang rendah Raehan yang berdiri di sisi Agara yang lain nya.


Agara berdiri di tengah- tengah dengan ke dua orang gadis yang berbeda sifat mau pun tubuh mengapit diri nya.

__ADS_1


Raehan yang tidak mau kalah, menarik lengan baju Agara, hingga wajah tampan itu menoleh ke arah nya.


"Kak Aga harus mencoba makanan jalanan ini.. Aku yakin lidah kak Aga pasti akan di buat bergoyang dengan cita rasa yang luar biasa enak..." Ujar Raehan dengan gaya lebay terkesan kekanak- kanakan.


Tentu saja ia akan mengajak Agara menuju stand yang sesuai dengan bajet dompet nya.


Ia tidak mau menghambur kan uang untuk membeli perhiasan mahal, lebih baik membuat perut kenyang dan tidur nya akan nyenyak.


"Ck... Stand pasaran itu, Agara untuk apa kita mengunjungi stand itu. Stand itu hanya di kunjungi oleh orang miskin saja... Ayo lah ku mohon ayo masuk ke toko perhiasan..." Bujuk Lessia dengan merajuk tentu saja dengan menggunakan suara yang mendayu- dayu.


"Hah... Kamu mengatakan itu, karna kamu tidak pernah bersosialisasi atau berkunjung ke tempat seperti itu. Tapi aku yakin sekali kamu masuk ke stand makanan itu maka kamu akan terus mengunjungi nya..." Sahut Raehan yang tak ingin kalah.


Ia harus terlihat unggul dari pada Lessia, yah meski notabene diri nya hanya gadis kampung dengan keuangan yang minim.


Diri nya saja bisa mengunjungi dan berbelanja di mall besar ini berkat sahabat nya Fir.


"Ha... Bilang saja kamu tidak punya uang untuk membeli perhiasan di dalam toko itu..." Cecar Lessia yang sudah menggiring ucapan nya menjadi sebuah penghinaan.


Namun Raehan tidak terlalu memasuk kan kata - kata Lessia itu dalam hati nya.


Karna apa yang di kata kan Lessia memang benar.


"Diam...!" Pekik Agara dengan tegas, yang langsung membungkam ke dua bibir gadis di samping nya.


Kepala nya rasa nya hampir pecah karna terus mendengar perdebatan ke dua gadis yang memperebut kan diri nya , seperti dua gadis kecil yang sedang memperebut kan sebuah permen.


Sejak tadi ke dua gadis ini terus menarik baju nya, menarik tangan nya. Mengajak ke sini dan ke sana dan juga berdebat tanpa henti.


Jika saja tubuh nya bisa di belah maka ia akan suka rela membelah dan memberi kan masing- masing bagian tubuh nya pada dua gadis ribut di samping nya.


"Nasib menjadi orang tampan, selalu di perebut kan banyak gadis. Tapi ke dua gadis ini sangat merepot kan. Yang satu munafik dan yang satu nya aneh..." Batin Agara dengan tangan memijat pelipis nya.


"Maaf kak tapi kak Lessi yang mu---"


"Sudah diam... Aku bilang diam...!" Ketus Agara yang langsung memotong perkataan Raehan.


Raehan melipat bibir nya dalam, lagi- lagi ia di bentak seperti ini oleh Agara.


Untung sang pelaku adalah pria yang di cintai nya, jika tidak sudah ia banting dan mengirim jiwa nya ke neraka.


"Berhenti lah berdebat, dan untuk kamu gadis sial berhenti membeo.. Suara mu sangat menganggu ku.. Aku akan masuk ke dalam toko perhiasan bersama Lessia.. kamu mengerti.. Lebih baik kamu pergi dan biar kan kami hanya berdua..." Sarkas Agara yang menghujam dalam hingga ke palung terdalam hati Raehan.

__ADS_1


Lessia menyeringgai melihat wajah kecewa Raehan yang sungguh sangat memanja kan mata nya.


Ia sangat beruntung hari ini, karna terus menyaksi kan sikap kasar Agara pada Raehan, yang mampu membuat cicitan gadis itu tenggelam.


"Terimakasih sudah mau mendengar kan tunangan mu sayang..." Sosor Lessia memeluk lengan Agara manja. Lalu membawa tubuh Agara berjalan bersama masuk ke dalam toko perhiasan.


Hati Agara entah mengapa merasakan rasa sakit saat melihat sorot kecewa di mata gadis sial itu.


Sudah ke dua kali nya ia mengatakan kata kasar bahkan membentak dan meneriaki gadis pendek itu.


Jujur ia sedikit merasa bersalah, tapi diri nya tidak ingin gadis sial itu dekat- dekat dengan nya. Ia tidak ingin jantung nya terus bertalu dengan cepat. Ia tidak ingin mati muda karna serangan jantung akibat kehadiran Raehan.


Ia ingin Raehan menjauh dari nya, dan karna itu sejak tadi sikap nya begitu dingin pada gadis itu.


Ia ingin Raehan sakit hati melihat kebersamaan nya dengan Lessia, sehingga membuat gadis itu membenci diri nya.


Raehan menatap punggung Agara yang berjalan menjauh bersama Lessia yang mengamit lengan pria idaman nya dengan mesra.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2