
...92...
"Om...!!" Pekik Lessia memanggil Mr. Vinsion.
Apa bisa lelaki tua ini memberikan saja pabrik itu. Toh hanya pabrik kecil.
Lessia sudah tidak sabar membuat Raehan si gadis pendek itu menangis meraung- raung jika ia tahu Agara sudah bertunagan.
Tentu saja itu adalah hari yang paling di tunggu Lessia, saat harapan dan mimpi Raehan ia hancur kan dan runtuh kan. Pikir Lessia dengan senyum menyeringgai.
Mr. Vinsion langsung tersentak dengan panggilan manja Lessia. Membuat pandangan nya kini mengarah ke pada gadis yang tidak jauh dari samping nya.
"Itu hanya pabrik kecil om. Berikan saja pada Agara lagi pula dia putra mu. Ayolah...!!" Bujuk Lessia dengan manik mata memohon. Ia yakin tatapan andalan nya akan membuat Mr. Vinsion menyetujui keinginan nya.
"Iya Lessia, Om akan memberikan pabrik itu pada Agara.." Balas Mr. Vinsion menyembunyi kan ekspresi wajah kesal nya, agar tidak terlihat oleh Lessia. Sang kunci kekayaan milik nya.
Tidak apa ia mengorban kan sedikit harta nya untuk mendapat kan hal yang lebih besar. Itu lah yang saat ini di pikir kan Mr. Vinsion untuk menenang kan diri nya. Yang harus kehilangan satu pabrik berharga milik nya.
"Dengan mudah nya dia menyetujui keinginan gadis menyebal kan itu.. Benar- benar penjilat sejati. Kau bahkan tidak pernah memperlakukan ku sebaik itu.. Aku tidak menyesal dengan mengambil harta dari pria penjilat seperti mu..." Batin Agara dengan pandangan jijik dan kesal.
Ingin rasa nya saat ini ia mencaci maki, pria tua di depan nya dengan kata- kata yang selalu menumpuk di dalam hati nya.
Tapi ini bukan saat nya, ia harus menahan diri. Jika tidak ia tidak akan mendapat kan apa pun jika marah. Tunggu sebentar lagi dan ia akan membuat pria tua brengsek ini jantungan.
Bukan kah Mr. Vinsion sangat tergila- gila dengan harta.?
Maka ia akan membuat Mr. Vinsion tersiksa dengan harta nya.
Lihat saja ia akan membuat Mr. Vinsion menjadi seorang gelandangan di jalanan.
Dendam masa kecil nya tidak akan pernah tuntas, sebelum ia melihat pria yang telah menelantar kan nya meringkuk di pinggir jalan, sembari menengadah kan tangan nya layak nya seorang pengemis.
"Aku tahu papa tidak akan pernah mengecewakan ku. Aku sangat beruntung memiliki papa yang sangat menyayangi ku..." Ucap Agara dengan penekanan. Seakan menjadi sebuah peringatan besar yang tersembunyi. Tak tertinggal pula smirk kemenangan yang kini melengkung di bibir Agara.
Bukan kah Mr. Vinsion sangat menyukai gadis menyebal kan itu.?
Bagus sekali itu artinya Lessia adalah kunci untuk menghancur kan orang yang sangat ia benci.
"Lalu apa yang papa tunggu, berikan surat- surat nya." Lanjut Agara dengan aura kesombongan yang semakin membuat Mr. Vinsion terbakar api kemarahan.
Mr. Vinsion melambaikan tangan nya singkat , pada seorang pria berumuran 30 tahun yang sedang berdiri di sudut ruangan.
Mengerti akan isyarat sang majikan pria dengan pakaian formal dengan rambut di sisir ke samping mengangguk pelan, lalu melangkah pergi.
__ADS_1
Agara menghirup nafas dalam, ia sangat senang melihat raut wajah masam sang ayah busuk seperti Mr. Vinsion.
Tidak butuh waktu lama, pria berjas tersebut kembali dengan beberapa dokument di tangan nya.
Pria tersebut meletak kan dokument yang di bawa nya di depan Mr. Vinsion.
Mr. Vinsion berdecak kesal sebelum membubuh kan tanda tangan nya di atas matrai sebagai tanda peresmian jika pabrik tersebut telah di alih kan nama kan atas nama Agara.
Agara tersenyum lebar, lalu meraih dokument tersebut. Membaca secara teliti setiap bait. Mengantisipasi rencana licik yang mungkin saja di selip kan Mr. Vinsion.
Agara mengangguk pelan, lalu menandatangi dokument tersebut. Dan pabrik makanan ringan tersebut kini resmi menjadi milik nya secara percuma.
Sejujur nya ia tidak ingin melakukan hal licik seperti ini. Memanfaat kan ketidakberdayaan seseorang untuk mendapat kan uang. Tapi satu pengecualian untuk Mr. Vinsion.
"Jadi sekarang pabrik itu resmi menjadi milik ku... Untuk itu silah kan kau menarik orang- orang mu dan tinggal kan hanya karyawan tetap saja. Aku tidak ingin pabrik ku di campuri oleh tangan orang- orang mu..." Ujar Agara sinis, yang langsung membuat Mr. Vinsion dan Lessia mengerut kan dahi nya dalam.
Kenapa sekarang berubah, bukan kah tadi Agara bersikap sangat sopan dan manis.
Lalu apa ini?
"Karna aku sudah mendapat kan apa yang aku ingin kan. Jadi aku pulang dulu pa.." Lanjut Agara dengan seringgai kemenangan sembari beranjak dari duduk nya.
Duar...
Tubuh Mr. Vinsion seperti terkena ledakan bom atom yang sangat besar.
Sangat licik, ia tidak menduga jika Agara akan menipu nya semudah ini.
Putra kurang ajar, berani sekali dia bermain api dengan diri nya.
Setelah mendapat kan pabrik itu sekarang ia melanggar perjanjian.
Rasa nyeri tiba- tiba menghantam dada kiri Mr. Vinsion, membuat tangan kanan nya refleks memegang dan mencengkram dada kiri nya yang berdenyut sakit.
Sementara wajah nya semakin memucat, dengan pandangan menatap punggung Agara yang perlahan menjauh.
"Agara...!" Teriak Lessia dengan memegang pergelangan tangan Agara.
Membuat langkah Agara terhenti, Agara berbalik menatap Lessia yang sudah di belengu oleh api kemarahan.
Tentu saja Lessia merasa tertipu, apa- apan ini setelah ia membujuk Mr. Vinsion menyerah kah pabrik nya, dengan seenak nya Agara akan pulang.
Lalu bagaimana dengan keinginan nya yang sama sekali belum di kabul kan.
__ADS_1
"Kau mengkhianati kesepakatan kita. Kau sudah mendapat kan pabrik itu, dan sekarang kamu harus menyetujui dan bertunangan dengan ku..." Pekik Lessia dengan nafas menggebu- gebu.
Agara tersenyum miring, lalu memghempas kan tangan Lessia kasar dari lengan nya.
Mengusap lengan nya dengan gerakan jijik, seolah- olah bukan manusia yang menyentuh nya melain kan binatang kotor yang menjijik kan.
"Ha... Ha...." Tawa Agara menggelegar, membuat Lessia heran dengan tingkah Agara yang tidak bisa di tebak sama sekali.
"Nona Ledgar yang terhormat, seharus nya kamu menggunakan telinga mu dengan baik saat merekam pembicaraan tadi. Aku tidak pernah membuat kesepakatan seperti itu, aku hanya ingin meminta sesuatu daru ayah ku. Tanpa harus memberikan imbalan apa pun."
"Tapi tadi pesta pertunangan. ? kau mengatakan nya."
"Pesta tidak akan ada jika tidak ada acara resmi pertunangan. Yah aku mengatakan tidak mau merayakan pesta pertunangan ku dengan sederhana. Hanya itu garis bawahi kalimat ku. Aku tidak mengatakan jika gadis nya adalah diri mu. Jadi itu sudah cukup jelas untuk kamu pahami. "
Plakkkkk....
Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Agara. Bahkan kepala Agara menoleh hingga ke samping.
Pipi nya terasa kebas dan panas, karna tamparan tersebut. Tapi tetap saja wajah nya menampil kan senyum miring mengejek.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1