
...128 โฃ...
Lessia mematut diri nya di depan cermin yang memperlihat kan seluruh tubuh nya.
Sesekali ia menggoyang kan tubuh nya ke kanan dan ke kiri, untuk memasti kan jika penampilan nya benar- benar sempurna.
Ia tidak ingin menyia- nyia kan kesempatan yang langka ini. Pada kesempatan ini ia ingin Agara jatuh dalam pesona nya dan bertekuk lutut di kaki nya.
Ia tidak sabar menunggu di mana hari ia akan melihat Raehan, si gadis pendek itu meraung- raung menangis di pojokan , saat melihat diri nya dan Agara bersanding.
Hhh,, hanya cukup membayang kan nya saja, membuat Lessia benar- benar puas dan sangat senang.
Lessia menyeringgai licik, saat otak kecil nya menemukan sebuah ide untuk memberi kan pelajaran pada Raehan.
"Ha.. Ha.. Kamu akan melihat nya gadis boncel jika Agara akan memilih ku. Dan kamu tunggu saja aku akan memberi kan mu sebuah kejutan. Aku yakin pasti hati mu akan sangat sakit saat melihat nya.. Ha... Ha..." Tawa jahat Lessia yang semakin keras memantul- mantul di dalam kamar nya.
Tok..
Tok...
Tok...
"Nona muda, Tuan muda Agara sudah berada di depan...!!" Suara pelayan dari luar kamar Lessia langsung menghenti kan tawa Lessia.
"Akhir nya dia datang juga..." Lirih Lessia, ia kembali melihat pantulan diri nya pada cermin , sebelum melenggang pergi.
Di depan rumah mewah dan besar bak istana. Mobil sport Agara sudah terparkir di depan rumah Lessia.
Ia sedikit merasa kesal, karna harus menunggu gadis ular itu keluar. Meski beberapa pelayan gadis itu meminta diri nya untuk masuk dan menunggu di dalam, namun ia menolak mentah- mentah.
Ia bukan datang ke tempat ini untuk menjadi tamu, ia datang ke sini untuk menjemput gadis yang akan menjadi pengalihan pikiran nya.
Tak berselang lama, Lessia keluar dengan memakai gaun selutut berwarna merah, di iringi dengan make- up yang begitu mencolok di sertai dengan perhiasan yang terkesan glamor.
Ke dua kaki jenjang nya berjalan dengan cepat menghampiri Agara yang sedang duduk dalam mobil.
Menyadari akan kehadiran orang lain, Agara menoleh kan pandangan nya ke arah Lessia yang berjalan mendekat ke arah nya dengan senyum yang langsung membuat Agara ingin muntah.
Mungkin itu adalah senyum termanis yang di miliki Lessia, tapi di mata Agara sungguh membuat nya mual.
"Hai...!" Seru Lessia saat sudah berada tepat di samping kaca mobil. Tubuh nya menunduk mensejajar kan diri nya untuk melihat pria yang selama ini sedikit membuatnya kesulitan.
Agara menurun kan kaca mobil nya, ke dua mata merah nya menelisik penampilan Lessia dari ujung kaki hingga ujung kepala.
__ADS_1
Lessia tersipu malu, melihat pandangan Agara yang memandang diri nya dengan lekat.
"Pasti Agara terpesona dengan penampilan ku malam ini..." Batin Lessia dengan senyum yang setia tersungging di bibir nya.
Meski malam ini cukup gelap, tanpa bulan dan bintang yang menghiasi, tapi malam ini menjadi malam kemenangan bagi diri nya. Karna berhasil mengajak Agara untuk berkencan bersama nya.
Sudut bibir Agara berkedut, melihat penampilan Lessia yang membuat ke dua mata nya sakit dan terasa terbakar.
"Apa kamu tidak bisa berpenampilan dengan baik.? Penampilan mu sangat mirip dengan ondel- ondel jalanan..." Tukas Agara dengan nada mencibir.
Mulut Lessia langsung menganga mendengar ucapan Agara.
Bukan pujian yang ia dapat kan malah hinaan yang langsung menembus dada nya hingga menembus punggung nya.
Jika saja rahang nya tidak tersambung dengan wajah nya, mungkin saat ini rahang nya telah jatuh tepat sejajar dengan kaki nya.
Syok...
Itu lah satu kata yang tepat untuk mengekspresikan keadaan Lessia.
Bagaimana tidak, seorang model terkenal dengan penghargaan di nobat kan sebagai ratu kecantikan di katai, mirip ondel- ondel.
Padahal diri nya sudah berdandan dengan sangat sempurna. Mulai dari gaun mewah dan mahal, make up dengan brand terkenal dan juga perhiasan yang begitu langka.
"Kenapa? tidak terima dengan apa yang aku katakan ?. Cepat lah masuk sebelum aku berubah pikiran..." Lanjut Agara dengan nada sinis.
Tuhan, bantu lah diri nya bertahan dari gadis ular piton ini. Harap Agara dengan doa- doa lain nya yang menjurus ke langit.
Lessia menggigit bibir bawah nya kesal, menghentak kan kaki nya dengan keras, lalu berjalan memutar dan memasuki mobil tepat di samping Agara.
"Siapa yang menyuruh mu untuk duduk di sana?" Seru Agara dengan dingin , bahkan atmosfer di dalam mobil seketika terasa mencekam.
"Maksud mu?" Lessia mengerjit kan dahi nya dalam.
"Duduk di belakang... Aku tidak akan tahan jika duduk di samping gadis ondel- ondel seperti mu..."
Lessia mengepal kan tangan nya erat, bahkan buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.
Berani sekali Agara menghina nya seperti ini.
Ingin rasa nya saat ini Lessia menendang pria di samping nya, yang bahkan terlihat jijik untuk memandang nya.
Untuk pertama kali nya, seorang pria melucuti harga diri nya.
__ADS_1
"Sialan,,, Apa dia tidak tahu yang nama nya Style, mengatai ku ondel- ondel.. Jika saja diri mu bukan alat yang bisa ku gunakan untuk membalas gadis boncel itu. Mungkin aku sudah mengirim mu ke alam lain..." Batin Lessia menatap penuh emosi ke arah Agara.
"Kenapa menatap ku seperti itu? apa kamu menyesal sudah mengajak ku untuk jalan bersama?" Seru Agara yang langsung membuat Lessia memaling kan wajah nya.
"Ha... Tidak Aga aku tidak sebodoh itu untuk menyesali hal itu. Aku pikir dengan berdandan seperti ini. Kamu akan menyukai dandanan ku."
"Tapi sayang, mata ku rasa nya sakit bahkan terbakar melihat mu... Cepat duduk di belakang..." Sosor Agara dengan sinis, mendengar gadis ini berbicara semakin membuat telinga nya bising.
Rahang Lessia semakin mengetat dengan suara gemelatuk gigi nya yang saling bertabrakan karna menahan emosi yang sungguh saat ini sudah sampai ubun- ubun.
Dengan perlahan , Lessia keluar dari mobil lalu masuk dan duduk di kursi penumpang.
Lessia menetralisir emosi dalam diri nya yang terasa ingin meledak saat ini juga.
Tapi ia tidak berdaya, ia tidak mungkin marah di depan Agara, menunjukkan sisi gelap nya di depan pria yang menjadi target nya. Bisa- bisa Agara bukan jatuh dalam pelukan nya, tapi merasa ilfil pada diri nya.
Ia harus bersabar, dan jika sudah saat nya di mana Agara akan bertekuk lutut di kaki nya. Dan saat itu pula dia akan membuat pria di hadapan nya itu menjadi keset yang berada di bawah kaki nya.
Agara menyalakan mesin mobil nya, lalu melajukan mobil nya, meninggal kan istana megah Lessia.
Di puncak menara, tepat nya di balkon salah satu kamar, dua mata sedang memperhatikan Lessia dan Agara.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???