
...140โฃ...
"Tidak pak, hanya sedikit salah paham saja.. Dan untuk tante- tante semua maaf kan kesalahan saya..." Ujar Raehan menanggapi pertanyaan ke dua satpam yang baru saja tiba.
Raehan membungkuk kan tubuh nya sebagai tanda minta maaf atas keributan yang baru saja terjadi.
Meski hati nya saat ini benar- benar sakit dan pecah berkeping- keping, tapi ia tidak ingin menunjukkan semua itu.
Wanita - wanita sosialita yang tadi nya sempat ikut campur, menghela nafas mereka lega.
Perkelahian yang di sebab kan para remaja ini, sungguh membuat jantung mereka melompat- lompat tidak karuan.
Tapi semua nya selesai, hanya dengan kalimat maaf yang di lontar kan oleh Raehan dengan senyum yang terlihat di paksa kan.
Fir yang tidak terima dengan Raehan yang meminta maaf dan mengalah, langsung menghampiri Raehan dan menarik tubuh mungil itu dengan paksa hingga menghadap diri nya.
"Apa ini rae...? Kami sudah membela mu mati- matian, dan kamu dengan gampang nya meminta maaf pada semua nya termasuk gadis berbisa itu..."Marah Fir dengan oktaf suara tinggi.
Raehan hanya menunduk dan mendengar semua yang di kata kan sahabat nya yang sedang kalut.
"Ini bukan diri mu Rae?. Apa ini cara mu memperlakukan sahabat mu yang sudah membela mu hingga berani mengangkat wajah sombong di depan orang yang lebih tua.? Tapi dengan enteng nya kamu menuruti perintah pria brengsek itu... Jika saja aku tahu aku tidak akan pernah bersedia membela gadis seperti mu..." Sarkas Fir yang terus mondar - mandir dengan mengomel.
"Fir... Ck..."
"Apa Mi... Apa kamu ingin mengatakan jika Raehan begini karna cinta?. Mana ada cinta menghilang kan harga diri..." Sosor Fir lagi, saat Miya hendak menyela perkataan nya.
Saat ini ingin rasa nya, ia sangat marah dan bahkan ingin menguncang tubuh Raehan hingga membuat kesadaran gadis yang terkena guna- guna cinta ini sadar.
Diri nya benar- benar sangat gemas dengan Raehan yang terus saja menuruti perkataan Agara.
Entah mungkin jika pria dingin itu menyuruh nya untuk terjun ke dasar lautan api, mungkin dengan tersenyum Raehan akan menuruti nya juga.
Jika begini, ia tidak akan mau mengenal yang nama nya cinta. Ia tidak ingin bodoh seperti Raehan. Batin Fir dengan segala kekesalan yang terus bermunculan di kepala nya, meski tidak dapat tersalur kan.
"Maaf, tapi kamu juga salah sudah memukuli orang lain... " Cicit Raehan dengan kepala menunduk.
Fir menghembus kan nafas nya kasar, apa pun yang ia kata kan seperti nya tidak akan dapat mengubah perasaan sahabat nya ini.
Percuma diri nya berkoar- koar seperti toa masjid, jika berhadapan dengan gadis yang tingkat kebucinan nya sudah mencapai level tertinggi.
__ADS_1
"Sudah donk... Ya udah ayo kita pulang.. Kek nya Raehan udah capek..." Celetuk Miya yang kini mendekap bahu Raehan, memberi kan rengkuhan hangat, seperti sebuah dukungan jika apa yang di lakukan nya tidak salah.
"Aga---"
"Kita pulang sekarang...!" Ucap Agara cepat memotong ucapan Lessia dengan menatap tajam, seolah ingin menguliti hidup- hidup Lessia.
Lessia menelan saliva nya paksa, mengusap lembut ke dua pipi nya yang sempat di rembesi air mata. Ia seperti mendapat hukuman berat hanya dengan melihat tatapan tajam mengerikan Agara yang di tujukan pada nya.
Lessia menggeleng pelan, tidak mungkin Agara akan marah pada nya, bukti nya saja Agara terus membela nya dan selalu menyalah kan Raehan.
Lessia menatap ke arah Raehan, yang sudah memasang wajah biasa, seolah semua yang terjadi barusan tidak ada.
Sungguh entah mengapa semua yang di lakukan Raehan sedikit membuat nya merasa takut.
Sikap Raehan yang sempat melawan nya , tiba- tiba menjinak seperti kucing peliharaan.
Apa perubahan sikap gadis itu wajar?. Batin Lessia yang sedikit merasa bimbang.
Kelima orang tersebut berjalan bersamaan keluar dari toko tersebut, namun ketika hendak melangkah keluar dari pintu. Tiba- tiba alarm toko berbunyi dengan sangat keras.
Tit...
Tit...
Tit...
Fir dan Miya terlihat shock saat mendengar teriakan penjaga toko tersebut.
Agara memicing kan alis nya, saat melihat dua satpam menghampiri mereka.
Sementara Lessia tersenyum licik sambil menatap ke arah Raehan yang hanya memasang wajah biasa, seolah tidak tahu apa- apa.
"Hhhh... Kamu pikir aku menabrak mu karna tidak sengaja? tentu saja yang kamu pikir kan itu benar Raehan... Tapi ternyata kamu cukup naif, bahkan langsung meminta maaf saat semua orang menghujat diri mu... Lihat saja sekarang kamu akan di teriaki gadis bar- bar dan juga seorang pencuri. Dan aku yakin Agara tidak akan lagi sudi melihat wajah shock imut mu itu... Aduh Lessia kenapa kau sangat pintar..." Batin Lessia menatap tidak sabar pada Raehan yang masih berdiri dengan Miya di samping nya.
Ini lah rencana Lessia, Rencana cemerlang yang tiba- tiba muncul di kepala nya. Saat melihat salah satu kalung mahal dengan batu- batu indah sebagai ornamen nya.
Ia merasa sangat kesal, saat Raehan berani menghancur kan kencan nya dengan Agara.
Gadis pendek itu seperti parasit yang terus saja menempel pada Agara, dan sangat sulit untuk melepas kan nya dari Agara.
__ADS_1
Meski Agara sudah membentak dan memarahi Raehan, namun Raehan tetap saja bertahan dan mengekor pada Agara.
Bahkan gadis pendek itu, tidak membiar kan Lessia menyentuh atau pun mengobrol dengan Agara. Pasti Raehan akan menyela dan mendorong diri nya untuk menjauh dari Agara.
Namun meski Agara menunjukkan sikap kasar nya pada Raehan, namun dia tidak pernah mendorong dan mengusir gadis itu pergi.
Malah tingkah Agara sebalik nya. Diri nya dapat melihat jika Agara begitu menikmati keberadaan Raehan yang terus menggenggam jari jari tangan nya.
Lessia mencoba menepis hal itu , tapi seperti nya apa yang diri nya pikir kan tidak salah lagi, saat melihat Agara memasang kan jepitan rambut yang begitu cantik untuk Raehan.
Ia tidak terima, jika Raehan mendapat kan perlakuan manis dari Agara.
Lessia langsung menyembunyi kan kalung indah yang di beri kan oleh salah satu petugas toko yang sempat di tawar kan pada nya.
Ia mengambil kesempatan untuk menyembunyi kan kalung itu, saat sang petugas toko melayani pelanggan lain nya, yang tiba- tiba datang.
Lalu setelah itu, ia dengan segala sandiwara nya menabrak dan memasuk kan kalung itu ke dalam saku gaun Raehan.
"Pertunjukan yang tak akan pernah kamu lupakan dalam hidup mu akan terjadi Gadis boncel... Seharus nya kamu tidak mencari masalah dengan ku..." Batin Lessia menatap Raehan misterius.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???